Sering Merasa Insecure? Begini Cara Bijak Menyikapinya
Ada yang menarik manakala menyimak podcast selebgram Keanu bersama Najwa Shihab mengenai pendapatnya yang tidak umum tentang “Insecure”. Keanu mengatakan, bahwa kita perlu memiliki rasa insecure dan mempertahankannya. Hal tersebut bisa kita sikapi sebagai motivasi memperbaiki kesalahan dan mengembangkan diri serta menyempurnakan hal yang tidak kita miliki.
Menurut Abraham Moslow, Insecure adalah suatu keadaan di mana seseorang merasa tidak aman dan menganggap dunia sebagai sebuah hutan yang mengancam dari kebanyakan manusia yang berbahaya dan egois.
Orang mengalami “insecure” umumnya merasa ditolak, terisolasi, tidak diperhatikan, cemas, pesimis, tidak percaya diri, egois, dan cenderung “Neurotik”.
Menurut psikolog klinis Melania Greenberg, terdapat tiga penyebab umum seseorang merasa insecure, yaitu :
- Karena kegagalan dan penolakan
- Kecemasan sosial
- Adanya sikap prefeksionisme beberapa orang di sekitarnya dalam hal yang mereka lakukan
Jika mengesampingkan perasaan “insecure”, maka akan menyebabkan gangguan kepribadian “borderline”, kecemasan, dan paranoid.
***
Dalam pengertian lainnya, insecure merupakan perasaan tidak aman , perasaan seseorang yang akan merasa ada sesuatu yang kosong dari dirinya dan seseorang tersebut berusaha keras mengisinya.
Dilansir dari sehatku.com, perasaan insecure yang sering terjadi bahkan yang terus-menerus terjadi pasti akan mempengaruhi beberapa aspek kehidupan kita, baik dalam hal fisik, emosial, hingga pekerjaan.
Orang yang memiliki sikap insecure mungkin juga memiliki kepercayaan diri yang rendah, seringkali membandingkan diri dengan orang lain, dan memiliki masalah dengan tubuhnya. Selain itu juga hidup dengan tidak punya arah tujuan, tidak memiliki karya dan prestasi, dan merasa diabaikan oleh seseorang. Salah satu cirinya adalah tidak mau keluar dari zona nyaman.
Semua orang pasti pernah merasa insecure, tak terkecuali saya. Dalam pandangan psikologi hal itu sangat normal. Saya merasa insecure jika melihat orang lain memiliki kelebihan yang tidak saya miliki, sedangkan saya sangat menginginkannya.
Tentu saya langsung terkena virus “Gegana” alias Gelisah, Galau, dan Merana. Jika saya membiarkan rasa tersebut berlarut-larut, mungkin saya akan merasa resah dan keresahan itu pasti akan menganggu aktivitas .
Karena setiap saat bisa saja saya merasa insecure, entah pada sebuah situasi, komunitas, atau orang lain yang baru saya kenal memiliki banyak kelebihan yang tidak saya miliki, saya menjadi sepakat dengan pendapat Keanu: “kita butuh rasa Insecure untuk memotivasi diri kita”.
Ya, saya tidak perlu berjuang keras menghilangkan rasa insecure itu, tetapi memanfaatkannya dan menyikapinya dengan bijak dengan berbagai perjuangan.
Manfaat Sikap Insecure
Ada beberapa manfaat sikap insecure jika kita bisa menyikapinya dengan baik, antara lain :
- Sebagai Cara Kita Melakukan Introspeksi
Dalam sebuah kondisi, seseorang kadangkala merasa cukup dengan langkah yang sudah dilalui, sesuatu yang dia kuasai, benda yang mereka miliki, juga progres lainnya yang telah dicapai.
Tetapi kadangkala kehadiran orang baru cukup mengganggu dan meresahkan kita, sebab ternyata ada orang lain yang memiliki banyak kelebihan di atas kita. Pada titik inilah, rasa insecure bisa kita sikapi sebagai langkah melakukan muhasabah, apa kekurangan kita dan kesalahan apa yang perlu pembenahan.
2. Sebagai Motivasi Kita Untuk Mengembangkan Diri
Melihat orang lain yang memiliki kelebihan jauh di atas kita, sedikit banyak akan mengejutkan bagi seseorang yang terbiasa merasa hanya dia yang memiliki keistimewaan. Jelas itu sangat tidak aman. Sebab jika dulunya ia menjadi pusat perhatian, kini dia tidak lagi mendapat perhatian.
Cara mengatasinya adalah dengan pengembangan diri. Pengembangannya dapat dalam bentuk karya, prestasi, dan membangun mindset bahwa setiap orang memiliki keistimewaan yang unik. Jika orang lain istimewa, maka ia juga berhak pula menjadi istimewa.
3. Mendidik Kita Memiliki Sikap Rendah Hati
Sadar bahwa di atas langit pasti ada langit akan menundukkan hati kita dari sikap jumawa. Perasaan insecure adalah trigger untuk melakukan banyak hal dalam upaya memperbaiki diri. Menyadari bahwa merasa puas akan menghentikan kita dari upaya memajukan diri dan menghentikan ikhtiar kita mencapai prestasi
4. Semakin Sering Insecure, Semakin Banyak Berbenah
Semakin kita sering insecure, semakin sering pula hal-hal yang perlu kita perbaiki. Seperti kualitas ibadah , kinerja, karya, prestasi, skill, bacaan, maupun wawasan yang harus kita kembangkan.
Berusaha sempurna memang tidak menjadikan manusia menjadi makhluk yang sempurna. Keniscayaan bahwa kita tidak bisa menjadi individu yang identik dengan orang lain, harus kita sadari. Pada akhirnya, mensyukuri atas apa yang kita miliki, dengan tetap melanggengkan ikhtiar selalu menjadi seseorang yang lebih baik dari waktu ke waktu.
Mengacu pada sabda Nabi Saw., “Hari esok harus lebih baik dari hari ini”.
Editor: Imam Basthomi
***
Pengajar Pendidikan Agama Islam di Mojokerto
