f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
mengasuh anak

Menjadi Orang Tua Asyik dalam Mengasuh Anak

Seiring perkembangan zaman, karakteristik anak berbeda. Dari mulai hal kecil seperti; permainan sampai dengan pola asuh yang di implementasikan. Mari kita ingat; jenis permainan anak 90an tentu sangat tradisional, berbeda dengan anak lahiran tahun 2005 ke atas. Jenis permainannya bertransformasi digital yakni gawai.

Tentu hal ini mempengaruhi pola pikir anak serta perilaku anak. Tatkala perilaku anak saat ini, cenderung lebih mudah membantah pembicaraan orang tua, berani melawan orang tua. Hal ini sebenarnya sudah sering terjadi, namun di era digital tantangan yang di rasakan lebih besar tentunya. Tantangannya, terkadang orang tua dalam mendidik anak acap kali pola asuh yang penerapannya berkaca dengan pengalamannya, serta otoritas tanpa melibatkan anaknya.

Lantas bagaimana menjadi orang tua yang asik untuk anaknya?

Pengaruh Pola Pikir

Sebagai seorang anak yang saat ini sudah menginjak fase dewasa awal, tentu sudah bisa menilai orang tuanya dalam hal mendidik serta pola asuh. Terkadang rasa tidak nyaman di rumah itu ada, karena melihat otoritas pola asuh orang tua terhadap anaknya. Padahal setiap anak tentunya ingin didengar, dihargai, diakui, dll.

Hal itu terjawab dalam pola asuh orang tua yaitu pola asuh jenis demokratis. Pola asuh demokratis menurut sudut pandang penulis salah satu pola asuh yang menjawab harapan anak untuk menjadi orang tua yang asik dan terbuka dengan anaknya.

Menurut Dariyo (2004) pola asuh demokratis adalah kedudukan anak dan orang tua sejajar, keputusan dapat kita ambil bersama dengan mempertimbangkan kedua belah pihak, memberi kebebasan pada anak yang betanggung jawab artinya apa yang anak lakukan tetap di bawah pengawasan orang tua dan dapat di pertanggung jawabkan secara moral, orang tua dan anak tidak dapat berbuat semana-mena,memberi anak kepercayaan dan melatih untuk bertanggung jawab atas segala tindakannya.

Baca Juga  Seni Memantaskan Diri Menuju Pernikahan
Pola Pengasuhan yang Baik

Berbeda dengan realitas, fenomena yang terjadi ialah otoritas orang tua terhadap anak, seperti; keharusan mengikuti keinginan orang tua di bidang pendidikan. Hal ini terjadi dan memiliki dampak yang kurang baik terhadap anaknya, anak tidak bisa mengembangkan potensi yang ia punya. Anak jadi tidak memiliki prinsip yang teguh terhadap dirinya, serta tidak bisa memecahkan masalah (problem solving) yang ia miliki.

Sedangkan menurut Hurlock (2004) pola pengasuhan demokratis memiliki tanda dengan ciri-ciri bahwa memberi anak-anak kesempatan untuk mandiri dan mengembangkan kontrol internalnya, mengakui keberadaan anak oleh orang tua, yang melibatkan anak dalam pengambilan keputusan. Penggunaan metode ini untuk membantu anak agar mengerti mengapa perilaku tertentu adalah sebuah harapan. Metode ini lebih menekankan aspek edukatif dari disiplin diri dari pada aspek hukumannya.

Kenali 5 hal dalam mendidik anak  

Selain itu, hal lain kebutuhan dalam mendidik anak ialah bahasa kasih. Bahasa kasih ialah cara mengutarakan cinta yang dimengerti oleh orang lain. Terdapat lima dasar bahasa kasih;

(1) Pujian, terdapat kata-kata pendukung untuk anak. Misal; setiap hari anak sekolah, semangat tentu naik turun maka peran orang tua lewat lisan sangat berpengaruh untuk anaknya.

(2) Waktu yang mengesankan, hal ini menjadi kebutuhan dari setiap keluarga. Komunikasi antara istri-suami serta orang tua-anak. Hal yang dapat dilakukan ialah ngobrol bersama, makan bersama, dll.

(3) Sentuhan Fisik, dari setiap orang tua terkadang gengsi untuk melakukan ini terhadap anaknya dampaknya anakpun tidak bersikap romantis kepada orang tuanya. Hal sederhana yang bermakna dalam sentuhan fisik seperti; memeluk, menggandeng, dll.

4) Pelayanan, dengan contoh orang tua membantu anak ketika sedang mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR). Dengan begitu, anak mendapat support system dari orang tuanya.

Baca Juga  Sistem Akut Patrimonial: Budaya “Look Down” terhadap Perempuan

5) Hadiah atau apresiasi, hal ini tentu menjadi poin penting untuk orang tua ketika sang anak mendapat juara, berhasil melakukan sesuatu dengan tepat waktu atau hal lainnya.

Pengaruh Bahasa

Bahasa kasih tentu sebagai battery dalam keluarga, maka dari itu harus terus di isi supaya tidak kehilangan motivasi untuk sang anak ataupun orang tuanya. Dari mulai hal kecil tentu anak akan melihat apa yang orang tua nya beri, karena ada pepatah yang berbunyi “apa yang kita tanam-itulah yang kita tua”. Ketika sebagai orang tua dapat mentreatment pola asuh terhadap anak dengan baik, maka pola perkembangan anak akan terpengaruh. Seperti menjadi orang tua yang terbuka adalah impian anak di era saat ini. Fenomena yang sering terjadi pula, anak lebih terbuka terhadap teman sebayanya dibanding dengan orang tuanya. Ini menjadi tantangan untuk para orang tua dalam melakukan pendekatan emosional terhadap anak.   

Dalam hal ini, sebagai orang tua harus tetap belajar supaya lebih memahami karakteristik anak sesuai dengan zamannya. Supaya tidak salah dalam memberikan treatment terhadap anak, dan anak tumbuh kembang dengan baik sesuai potensinya. Kenali kepribadian sang anak, serta ikuti perkembangannya. Dan tentunya tidak memandingkan dengan orang lain sekalipun itu saudara kandungnya sendiri. Karena setiap anak memiliki ciri khas masing-masing dalam perkembangannya.

Editor: Kholifatul Husna

Penulis: Debi Susanti

Bagikan
Post a Comment