f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
Persiapan

Persiapan Menikah Bagi Muslimah

Menikah merupakan satu gerbang oleh setiap manusia yang akan melaluinya, laki-laki dan perempuan. Persiapan ini lah yang harus seorang muslimah pelajari. Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan, sehingga mereka dapat saling mencintai dan membentuk keluarga melalui gerbang pernikahan. Pernikahan merupakan ibadah, sama halnya seperti ibadah-ibadah lainnya yang menunjukkan bahwa hanya untuk Allah semata untuk meraih ridha dan jannah-Nya.

Jika untuk mengerjakan ibadah,Allah mewajibkan kita untuk terus memelajarinya, bahkan sejak kecil, maka begitu pula dengan menikah. Berumah tangga adalah salah satu ibadah terlama seumur hidup oleh suami istri.

Dear Muslimah, tahukah mengapa menikah dikatakan ibadah?

Persiapkan untuk berumah tangga

Yap! Mengatakan menikah sebagai ibadah sebab 1) menikah adalah perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan sunnah Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Salah satu ayat yang menggambarkan perintah menikah adalah al-Qur’an surah an-Nur ayat 32 yang artinya: “Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak menikah dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan, Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberianNya), Maha Mengetahui.

Dari ‘Aisyah radliyallahu ‘anha, ia berkata, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Menikah itu termasuk dari sunnahku, siapa yang tidak mengamalkan sunnahku, maka ia tidak mengikuti jalanku. Menikahlah, karena sungguh aku membanggakan kalian atas ummat-ummat lainnya, siapa yang mempunyai kekayaan, maka menikahlah, dan siapa yang tidak mampu maka hendaklah ia berpuasa. Karena sungguh, berpuasa itu tameng baginya.” HR. Ibnu Majjah. 2) menikah menyempurnakan separuh agama, “Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah kepada Allah pada separuh yang lainnya.” 3) menikah menjaga diri dari maksiat dan lebih menjaga pandangan, 4) menikah mendekatkan diri kepada Allah. Itulah di antara alasan mengapa menikah adalah sebagai ibadah.

Baca Juga  Azas Satu Menit untuk Pernikahan

Menikah merupakan ibadah terlama oleh setiap muslim dan muslimah. Bahkan suami dan istri yang melaksanakan dapat bernilai ibadah di mata Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kasus perceraian di Indonesia

Beberapa tahun terakhir, angka perceraian di Indonesia pun terus mengalami peningkatan di setiap tahunnya. Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal BPAMARI, angka perceraian di Indonesia dari tahun 2015 sampai 2018 mengalami peningkatan, yaitu dari angka 353.843 perceraian pada tahun 2015 menjadi 408.202 perceraian pada tahun 2018. Kasus perceraian tersebut meningkat 9% dari tahun 2017 yaitu 374.516 perceraian. Penyebab terbesar perceraian pada tahun 2018 adalah perselisihan dan pertengkaran yang terjadi terus menerus dengan 183.085 kasus dan faktor ekonomi sebanyak 110.909 kasus.  Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 152.575 perceraian yang penyebabnya karena perselisihan dan pertengkaran terus menerus. Realita tersebut membuat kita harus introspeksi diri, apakah ada yang kurang atau ada yang keliru pada kita dalam mempersiapkan pernikahan?

Muslimah, kini yang mengatakan “menikah itu perlu modal” bukan hanya laki-laki saja, sehingga menikahyang membuat wanita rela bekerja keras. Tidak salah memang, karena wanita juga berhak berkarir, dan turut membantu mempersiapkan untuk hari bahagianya itu. Namun kita perlu menyadari bahwa ada hal yang jauh lebih penting dari pada sekedar persiapan “materi”, yaitu persiapan ilmu.

Lalu, ilmu apa saja yang harus seorang muslimah pelajari dan alami sebelum menikah?

Ilmu yang harus kita ketahui dalam pra pernikahan

Yang pertama adalah ilmu agama. Sebagai muslimah, memperlajari ilmu agama adalah hal yang wajib dan harus melakukannya. Ilmu agama adalah bekal dan benteng bagi muslimah dalam menjalani hidupnya. Dengan fondasi al-Qur’an dan al-Hadist muslimah dapat berjalan di muka bumi ini sesuai dengan tuntunan yang ada dan susai ajarannya. Muslimah harus paham tentang tugas dan kewajibannya sebagai hamba Allah, sebagai istri, juga sebagai ibu dari anak-anaknya. Muslimah juga harus memahami batasan-batasan yang ada pada ajaran agama, apa yang boleh dan tidak boleh, apa yang halal dan haram, dan lainnya. Lantas, sejak kapan seharusnya seorang muslimah memelajari ilmu agama? Ya, sedini mungkin. Orangtua memang perlu mempersiapkan pendidikan agama untuk anaknya bahkan sejak orangtua menikah, mengandung, dan selama membesarkannya.

Baca Juga  Membangun Visi Misi Keluarga di Tengah Pandemi (1)

Di masa sekarang, kita sudah mendapat akses yang begitu mudah untuk mempelajari ilmu agama. Jika kita tidak bisa belajar langsung dengan guru, ustadz, atau kyai, kita bisa memanfaatkan fasilitas internet untuk belajar ilmu agama. Tentu saja harus seimbang dengan niat ikhlas lillahi ta’ala dan dengan filter yang sungguh-sungguh. Banyak sekali kajian-kajian baik pada media sosial lainnya yang dapat kita akses kapan pun dan dimana pun kita berada. Jadi, di masa sekarang sudah tidak ada lagi kata susah dalam belajar, mungkin yang ada hanyalah keengganan dan rasa malas dalam diri kita.

Yang kedua, di samping ilmu agama, dalam mempersiapkan pernikahan muslimah juga wajib mempelajari ilmu terkait pernikahan, yaitu belajar pranikah. Mengapa harus belajar pranikah? Sebab, pernikahan adalah menyatukan dua pribadi yang berbeda, di mana laki-laki memiliki karakter panjang logikanya dan pendek perasaannya. Sedangkan perempuan memiliki karakter panjang perasaannya dan pendek logikanya, yang mungkin akan sangat rentan goyah ketika penyatuan itu tidak berdasarkan dengan persiapan yang matang. Oleh sebab itu, muslimah harus paham betul bagaimana psikologi suami sebagai laki-laki, dan dirinya sebagai seorang istri.

Muslimah harus tau 

Muslimah juga wajib mempelajari tentang hak-hak suami, apa saja tanggungjawab muslimah sebagai istri, bagaimana muslimah menjaga dan mendidik anak-anaknya, dan lainnya. Itu semua sangat diperlukan sebagai bekal muslimah mengarungi pernikahan. Jika muslimah tidak tahu harus belajar ilmu pernikahan di mana, jawabannya sama dengan pertanyaan di mana kita bisa belajar ilmu agama, yaitu bisa dengan memanfaatkan youtube, instagram, dan media-media lainnya yang di masa sekarang bisa dengan mudah kita akses dengan smartphone kita. Bisa juga dengan membaca buku-buku pra-nikah yang banyak dijual di marketplace.

Muslimah di manapun berada, mempersiapkan diri menuju pernikahan sama halnya dengan mempersiapkan generasi unggul di masa mendatang. Sebab, generasi unggul lahir dari kleuarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, yang mana hal itu tergantung bagaimana persiapan dan kesiapan suami dan istri.

Baca Juga  Kualitas Ibadah: Cerminan Keluarga

Wallahu a’lam bisshawab

Editor: Kholifatul Husna

Bagikan
Post a Comment