Soal-soal Pilihan yang Boleh Kau Pilih Semua
a. Manakah yang kau maksud sepi racuni hening pertemuan dalam malam munajat membaca syair-syair Jalaluddin Rumi di bawah reruntuhan cahaya bulan saat malaikat maut meretakkan sayap kegelapan dengan sekali remas menghentak pintu langit yang tampak bergetar dan pohon-pohon surga terbakar meraung memanggil namamu?
b. Ceritakanlah dengan bahasa cinta riwayat seorang lelaki saleh di Kota Kufah menemukan kekasih surga lewat buah apel yang jatuh dan ia gigit sedikit dengan meninggalkan sesal lalu sepanjang waktu menyusur sungai mencari pemilik kebun dan menebusnya dengan keridaan!
c. Bagaimana kau mencambuk diri untuk memuji cinta dengan syair Burdah ketika malam-malammu adalah perjumpaan terindah dengan sang Nabi berkasidah fakih dan sufi menabuh hadrah mengucap kalimat tauhid dan selawat lalu berderai air mata takbir yang mengalir sepanjang sajadah dan karpet hijau dengan gambar kubah masjid demi bersumpah atas nama waktu di kaki langit hingga fajar dan subuh membasuh wajah dan membuatku tersungkur?
d. Sebutkan sebanyak jari-jarimu di tangan atau biji-biji jenitri yang dironce menjadi manik-manik tasbih sejumlah rindu yang kau zikirkan dalam madah; ibadah; dan ziarah hati lalu biarkanlah syair Al I’tiraf Abu Nawas mendedah sadar kita untuk menjadi pengaku dosa dan mencari pengampun!
e. Mengapa ragu mengutuki jalan pencari kebenaran seperti rindu dendam dalam cawan dan berhari-hari mabuk kasmaran melihat Tuhan lalu bersyairlah seperti Al Hallaj berittihad di ruang asing kebingungan dan kekafiran?
Indramayu, 2019
Lahir dan berdikari d(ar)i Indramayu, Jawa Barat, Indonesia. Bergiat di Komite Sastra, Dewan Kesenian Indramayu (DKI) dan Lembaga Kebudayaan Indramayu (LKI). Namanya masuk buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia” Yayasan Hari Puisi. Pada “World Poetry Day March 21” menuntaskan 1 Jam Baca Puisi Dunia di Gedung Kesenian Mama Soegra Dewan Kesenian Indramayu (2021). Puisinya mendapat Hadiah Penghargaan dalam Sayembara Menulis Puisi Islam ASEAN Sempena Mahrajan Persuratan dan Kesenian Islam Nusantara ke-9 Tahun 2020 di Membakut, Sabah, Malaysia, Juara 1 Lomba Cipta Puisi Anugerah RD. Dewi Sartika dan mendapat Piala bergilir Anugerah RD. Dewi Sartika, Bandung (2019), mendapatkan juga Anugerah “Puisi Umum Terbaik” Disparbud DKI 2019 dalam Perayaan 7 Tahun Hari Puisi Indonesia Yayasan Hari Puisi, dan pernah Juara 1 Lomba Cipta Puisi Kategori Umum Tingkat Asia Tenggara Pekan Bahasa dan Sastra 2018 Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Tersiar pula puisi-puisinya di surat kabar Indonesia dan Malaysia. Buku puisi keduanya “Dari Lubuk Cimanuk ke Muara Kerinduan ke Laut Impian” penerbit Rumah Pustaka (2018). Email ffarisalffaisal@gmail.com, Facebook www.facebook.com/faris.alfaisal.3, Twitter @lfaisal_faris, IG @ffarisalffaisal.
