f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
istri-istri rasulullah

Mengenal Istri-Istri Rasulullah Setelah Khadijah dan Teladannya (1)

Rasulullah merupakan sebaik-baiknya suri teladan. Segala aspek dalam diri Rasulullah menjadi teladan bagi umatnya baik itu akhlak, kepribadian, kepemimpinan, maupun kehidupan rumah tangga beliau. Rumah tangga Rasulullah adalah rumah tangga yang paling ideal dibandingkan dengan kehidupan rumah tangga lainnya. Banyak hikmah yang akan kita peroleh dari kehidupan rumah tangga Rasulullah.

Sebagian besar istri beliau dinikahi dalam keadaan janda yang ditinggalkan suami mereka. Selain itu ada juga wanita yang beliau nikahi karena menjadi tawanan perang. Walaupun status dan latar belakang mereka berbeda tapi Rasulullah tidak pernah membedakan sikap di antara istri-istrinya. Khadijah dan Aisyah menjadi nama istri Rasulullah yang akrab di telinga kita, namun jarang yang mengetahui kisah istri-istri Rasulullah yang lain yang juga memiliki keistimewaan masing-masing. Berikut adalah istri-istri Rasulullah setelah Khadijah.

1. Saudah binti Zam’ah

Nama lengkap beliau adalah Saudah binti Zum’ah bin Abdi Syamsin bin Abdud dari suku Quraisy Amiriyah, nasabnya bertemu dengan Rasul pada Luay bin Ghalib. Saudah dan suaminya Syukran bin Amr termasuk orang yang ikut hijrah ke Habsy. Namun dalam perjalanan pulang suaminya meninggal karena kelaparan dan Saudah pulang dalam keadaan janda. Setelah kembali ke rumahnya, Khaulah mengabarkan bahwa Rasulullah meminangnya dan ia menjadi istri kedua Rasulullah setelah Khadijah.

Saudah binti Zam’ah adalah wanita yang memiliki kedudukan dan martabat yang tinggi di sisi Allah dan Rasulnya. Saudah termasuk wanita yang ikut hijrah pertama ke Madinah. Dia bukanlah wanita cantik dan kaya tetapi ia memiliki kecerdasan, iman yang kuat, riwayat hidupnya baik dan semangat jihad yang tinggi. Beliau adalah istri nabi yang diberi umur panjang, ia hidup hingga masa pemerintahan Umar bin Khathab dan wafat pada tahun ke-19 Hijriah.

Baca Juga  Manusia adalah Pembual yang Berpikir
2. Aisyah

Aisyah adalah putri dari Abdullah bin Quhafah bin Amir bin Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Tamim bin Marrah bin Ka’ab bin Luay yang lebih dikenal dengan nama Abu Bakr ash-Shiddiq r.a. Dua tahun setelah wafatnya Khadijah datang wahyu kepada Rasulullah yang memerintahkan untuk menikahi Aisyah. Rasulullah menikahi Aisyah dengan mahar lima ratus dirham.

Aisyah memiliki wawasan ilmu yang luas serta menguasai masalah-masalah keagamaan dan ilmu fikih. Al-Hakim dalam al-Mustadrok mangatakan bahwa sepertiga dari hukum-hukum syariat dinukil dari Aisyah. Aisyah menduduki peringkat ke-5 penghafal hadis setelah Ibnu Abbas, dan ia dikenal dengan perawi yang mengistinbathkan hukum sendiri ketika kejelasan hukumnya tidak ditemukan dalam Al-Qur’an dan hadis Lainnya.

3. Hafshah

Nama lengkap beliau adalah Hafshah binti Umar bin Khattab bin Naf’al bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurt bin Rajah bin Adi bin Luay dari suku Arab Adawiyah. Sebelum menikah dengan Rasulullah, Hafshah menikah dengan Khunais bin Hudzaifah as-Sahami. Hafshah ikut berhijrah dengan suaminya ke Madinah dan suaminya meninggal dalam Perang Badar. Dia mewarisi sifat ayahnya Umar bin Khattab, ia memiliki kepribadian yang kuat dan tegas dalam ucapannya, selain itu ia juga pandai membaca dan menulis yang mana pada saat itu jarang dimiliki oleh perempuan. Hafshah hidup hingga kekhalifahan Utsman, ia wafat pada tahun ke empat puluh tujuh pada masa pemerintahan Mu’awiyah bin Abu Sufyan dan dimakamkan di Baqi’ bersama istri-istri lainnya.

4. Zainab bin Khuzaimah

Nama lengkap Zainab adalah Zainab binti Khuzamah bin Haris bin Abdillah bin Amru bin Abdi Manaf bin Hilal bin Amir bin Sha’shaah al-Hilaliyah dan ibunya bernama Hindun binti Auf bin Harits bin Hamathah. Berdasarkan nasabnya tersebut, ia berasal dari keluarga yang dihormati dan disegani. Zainab dikenal dengan kebaikan, kedermawanan dan sifat santunnya terhadap orang miskin sehingga ia diberi gelar Ummul Masakin (ibu orang-orang miskin). Zainab termasuk kelompok awal yang masuk Islam dari golongan wanita, karena akal dan pikirannya yang baik, menolak syirik dan menyembah berhala serta selalu menjauhkan diri dari perilaku jahiliyah maka Zainab sangat mudah menerima Islam. Dan Zainab adalah istri kedua Rasul yang wafat setelah Khadijah, mayat Zainab diurus oleh Rasulullah sendiri sebagai rasa penghormatannya.

Baca Juga  Akhlak: Tolak Ukur Keislaman Kita
5. Safiyyah binti Huyay bin Akhtab

Nama lengkapnya adalah Shafiyyah binti Huyay bin Akhtab bin Sa’yah bin Amir bin Ubaid bin Kaab bin al- Khazraj bin Habib bin Nadhir bin Al-Kham bin Yakhum dari keturunan Harun bin Imran. Sejak kecil dia menyukai ilmu pengetahuan dan rajin mempelajari sejarah. Dari kitab suci Taurat dia membaca bahwa akan datang seorang nabi dari jazirah Arab yang akan menjadi penutup semua Nabi.

Safiyyah merupakan putri dari pemimpin Yahudi yang menjadi salah satu tawanan perang. Rasulullah SAW menikahi Shafiyyah dan kebebasannya menjadi mahar perkawinan dengannya. Shafiyyah mempunyai kedudukan dan peranan baik dalam kehidupan Rasulullah SAW secara pribadi maupun dalam perkembangan dakwah. Shafiyyah adalah orang yang jujur, cantik, pintar dan meriwayatkan banyak hadits Nabi. Dia wafat pada masa kekhalifahan Mu’awiyah bin Abi Sufyan. Marwan bin Hakam menshalatinya, kemudian menguburkannya di Baqi’ 36 Hijriyah.

Bagikan
Post a Comment