f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
mengambil keputusan

Mengambil Keputusan Terbaik

Kemampuan mengambil keputusan, baik dari skala kecil maupun besar bukanlah kemampuan yang otomatis didapatkan saat lahir. Kemampuan ini bisa didapatkan dari sesuatu yang telah kita lakukan sehingga hal itu menjadi suatu kebiasaan; dimulai dari memutuskan hal yang sederhana hingga memutuskan perkara yang kompleks. Tidak sedikit dari manusia yang belum terbiasa akan sesuatu yang akhirnya salah langkah dalam mengambil keputusan dikarenakan analisisnya kurang tepat. Contohnya seperti salah dalam mengambil jurusan, pekerjaan, memilih pasangan, dll.

Mengambil Keputusan Berat dalam Hidup

Allah SWT menjelaskan di dalam al-Qur’an mengenai golongan-golongan manusia kelak di Padang Mahsyar. Allah SWT membagi manusia secara umum menjadi tiga golongan, yaitu kanan, kiri, dan depan. Disini penulis akan membahas mengenai perbedaan antara golongan kanan dan depan yang dimana keduanya termasuk golongan yang sama-sama baik. Golongan yamin (kanan) adalah orang-orang yang semasa hidupnya di dunia selalu istqomah dalam beribadah,  banyak menjalankan ibadah-ibadah sunnah, berdzikir, atau bisa dikatakan identik dengan melakukan kebaikan.

Kalau golongan sabiqun (depan) identik dengan berkorban; yaitu orang-orang yang melakukan sesuatu dengan pengorbanan dalam kebaikan, walaupun berat akan tetapi dia tetap melakukan dan menyegerakan suatu kebaikan. Ayat ini terdapat di dalam Q.S. Al-Waqi’ah ayat 7-14, kata sabiqun disitu diucapkan dua kali.

Menurut ulama tafsir kata sabiqun yang pertama adalah dunia dan yang kedua adalah akhirat. Maksudnya adalah ketika seseorang mengambil keputusan besar di dunia untuk kebaikan, maka Allah SWT juga akan mempersiapkannya suatu kebaikan besar di akhirat berupa surga atas keputusan yang telah diambil. Jadi golongan sabiqun adalah orang-orang yang telah melakukan kebaikan yang tingkatannya lebih tinggi daripada yamin. Semua ini tidak terlepas dari keputusan besar yang telah diambil yang di mana juga memiliki resiko.

Baca Juga  Siap Menikah? Periksa Dahulu 3 Hal Penting Ini Saat Taaruf
***

Dalam mengambil keputusan tentu ada resiko yang akan ditanggungnya; misalkan dalam pekerjaan yang penghasilannya besar, sehingga bisa membeli apa yang diinginkan, akan tetapi akhirnya kita tahu bahwasannya pekerjaan itu tidak berkah. Kemudian ketika ada konflik dalam suatu hubungan, tentunya harus ada keputusan-keputusan yang diambil untuk menyelesaikan konflik tersebut dan memilki resiko. Hal ini tentu tidak mudah untuk diputuskan yang dimana sebelumnya kita sudah mendapatkan segalanya namun harus meninggalkan semua itu demi kebaikan bersama.

Pilihan-pilihan ini tentunya sangat berat untuk diambil, karena memiliki resiko yang cukup berat juga, bisa saja seseorang akan kehilangan pekerjaannya dan memulai dari awal lagi untuk mencari atau memilih kriteria pekerjaan yang sesuai dengan tuntunan Islam. Pada hakikatnya segala sesuatu yang dilakukan itu akan menjadi mulia jika sesuatu itu diniatkan karena Allah SWT dengan usaha yang sungguh-sungguh.

Yakin dalam Memilih Keputusan

Sebagian orang pasti pernah merasa bingung akan dirinya setiap dihadapkan dengan banyak pilihan berat yang sifatnya life-changing. Misalkan memilih tempat kuliah, pekerjaan, pasangan, memilih bersama atau berpisah, dll. Untuk memilih itu semua sebaiknya perlu ditanyakan terlebih dahulu kepada diri sendiri. Mengapa kita harus mengambil keputusan itu dan apa alasannya? Apakah itu sudah sesuai dengan tujuan kita?. Hal ini menjadi poin terpenting dalam mengambil suatu keputusan dalam kata lain pertanyakan terlebih dahulu dengan kata why. “Star with why”, dengan mengetahui hal tersebut maka itu akan menjadi fondasi atas keputusan yang telah diambil.

Kemudian, dari fondasi yang didapatkan maka akan muncul pula tujuan dan alasan yang jelas. Sehingga hal-hal yang diputuskan sesuai dengan tujuan hidup, walaupun hasilnya nanti kita belum mengetahuinya secara pasti. Karena, pada hakikatnya setiap orang tidak bisa mengatur kondisi eksternalnya masing-masing, namun hal itu bisa saja diubah dengan perilaku masing-masing pribadi. Dengan tetap berusaha sebaik-baiknya, dan tetap ikhlas apapun hasilnya nanti, inilah yang disebut dengan mindset stoisicm.

Semua hal yang terjadi pasti ada alasannya, hal baik atau buruk pasti sudah diatur oleh satu kekuatan yang lebih besar dari segala yang ada di alam semesta. Kemudian dengan kebijaksanaan pun bisa membuat kebahagiaan dalam hidup; sehingga perspektif-kognitif yang telah terkait dengan proses pemikiran yang memungkinkan seseorang untuk bisa beradaptasi situasi kehidupan terutama mengahadapi kondisi yang tidak terduga (pasti) dan berbagai kondisi alam.

Baca Juga  Perempuan yang (Sulit) Sukses dalam Peran Publik

Oleh karena itu, jangan takut dalam mengambil sebuah keputusan. Jika seseorang tidak mengambil keputusan apapun dalam sebuah masalah maka masalah tersebut pun tidak akan tuntas dan akan stuck begitu saja. Berani dan optimis menjadi poin penting juga, apapun hasilnya nanti, baik ataupun buruk yang tejadi, hal yang tepenting adalah harus yakin dengan apa yang telah dipilih. Karena hal itu bisa menjadi pengalaman dalam hidup dan juga ada banyak hikmah yang dapat dipetik dalam kehidupan seseorang.

Wallahu a’lam bishshawaab.

Bagikan
Post a Comment