f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
perempuan

PMS; Si Syndrome yang Dibenci Perempuan


Perempuan nyatanya harus melalui sebuah tahap ujian bernama Pre Menstrual Syndrome atau kita lebih mengenalnya dengan sebutan PMS. Sebelum hari H menstruasi tiba, hadirlah si PMS ini. Tak Cuma sakit yang cukup mengganggu aktivitas dan mengurangi jam tidur, namun juga menyebabkan emosi yang mendadak berantakan. Si Syndrom ini biasanya muncul satu atau dua minggu sebelum masa haid datang, tidak ada periode khusus karena setiap perempuan berbeda. Efek dan dampak PMS yang perempuan rasakan pun tak sama; ada yang santuy karena ga ada sakit yang ia rasakan, tapi juga ga sedikit perempuan yang seketika berubah menjadi singa kelaparan merasakan sakit yang luar biasa hingga mood nya hancur berantakkan.

***


Syukur alhamdulillahnya, saya termasuk perempuan yang sering merasakan “kenikmatan” si PMS ini dan mungkin karena saking seringnya saya mengeluh akan sakit di masa-masa PMS ini. Akhirnya beberapa teman laki-laki yang jelas tak mengerti akan hal itu pun bertanya, “Memangnya, sesakit apa, sih, PMS itu? Kenapa kamu kalau PMS, mukanya udah kayak habis ikut kelas olahraga tiga jam berturut-turut? Antara pengen ketawa tapi juga kesal mendengar pertanyaan polosnya itu, boro-boro bisa jawab bener tuhya, di masa-masa PMS itu mendengar orang lain berucap satu dua kata
saja, rasanya pengen nyumpelin isolasi di mulutnya. hihi

Setelah searching dan sharring dengan temen-temen perempuanku, yang mungkin bisa jadi penjelasan simple untuk mas-mas sekalian. Dalam masa PMS; lapisan uterus dalam tubuh perempuan akan mengalami peluruhan. Konon, proses inilah yang nantinya akan menghasilkan darah mens. Namun, proses ini terjadi tidak dengan mudahnya, ia justru menimbulkan rasa sakit luar biasa, berupa rasa nyeri dan kram. Beberapa perempuan menggambarkan rasa sakit yang muncul di tubuhnya dengan “seperti baru saja dipukul di seluruh bagian” saking pegalnya. Jangan dianggap lebay ya, karena emang sesakit itu, cuy!

Baca Juga  Pentingnya Keterwakilan Perempuan di Ruang Publik


Belum lagi di masa-masa PMS ini, perubahan suasana hati seorang perempuan bisa berubah sewaktu-waktu. Mengapa itu bisa terjadi, ya? Nyatanya, proses peluruhan uterus juga memengaruhi ketidakmenentuan emosi perempuan. Tak jarang, keadaan ini memicu sensitivitas perempuan hingga berkali-kali lipat. Stres, perasaan takut, masalah pribadi, hingga depresi, bakal makin memperparah tingkat PMS seseorang.

***


Motif menceritakan hal ini bukan karena ingin dimaklumi dan diistimewakan sih, ya. Tapi jujur, seringkali saya juga sampai mengutuk masa-masa mood swing karena PMS ini. Ya coba bayangkan saja, saya bisa menangis tersedu-sedu di dalam kedai kopi karena sedang kecewa dengan seseorang dan entah dapat hidayah darimana lima menit kemudian. Seketika saya sudah bisa merasa senang sekali karena merasa mempunyai teman yang perhatian. Dua perasaan yang bertolak belakang dapat saya rasakan di satu waktu, gimana ngga mashaallah tabarakallah kalau kata selebgramselebgram wkwk.


Nah, salah satu cara men-siasati agar seenggaknya kita bisa mengontrol mood kita saat PMS sedang berlangsung, tidak lain dan tidak bukan mulai dari mendownload aplikasi untuk melacak periode menstruasi. Dengan usaha tersebut, biasanya kalian akan tahu kapan periode PMS, menstruasi, bahkan masa subur kalian. Ya meskipun ngga selalu tepat waktu (karena bisa mundur dan maju), tapi patut mencoba nih, biar kita bisa lebih prepare menyiapkan hati agar tidak emosional saat PMS melanda.


Di masa-masa PMS, kebanyakkan perempuan malah sibuk untuk fokus akan emosinya, padahal mereka seharusnya perbanyak istirahat (walaupun ini juga cukup sulit saat merasakan sakit) dan minum air putih, karena perempuan mengalami perubahan kadar estrogen dan progesteron sehingga memengaruhi jumlah air dalam tubuh. Kekurangan air, tentu mengakibatkan tubuh jadi lemas dan bias berujung dehidrasi sampai anemia loh karena kekurangan darah. Akhir kata, gejala PMS memang wajar dirasakan oleh perempuan manapun di dunia.

Baca Juga  Menstruasi Datang Lebih Awal pada Anak: Apa yang Harus Orang Tua Siapkan?

Meski terdengar sepele, rasa sakit yang timbul memang nyata adanya, termasuk soal ketidakmenentuan emosi yang mendadak. Jangankan masalah besar, lah wong masalah-masalah kecil dan sepele saja rasanya bisa sangat mengganggu mood para perempuan yang sedang PMS ini, kok! Tapi di sini aku ingin mengajak kepada para perempuan, yuk sama-sama berusaha sedemikian rupa agar masa-masa PMS dan menstruasi menjadi hal yang menyenangkan dan tidak harus merepotkan orang di sekitar kita.

Editor: Lailatul Qoderia

Bagikan
Post a Comment