f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
dirawat

Yang Harus Dirawat Jika Pandemi Telah Lewat

Tidak ada yang tahu pasti pandemi ini kapan akan berakhir. Namun yang saat ini terjadi, ada banyak penyesuaian yang harus kita lakukan untuk menjalani hari demi hari. Sebuah adaptasi yang kemudian dikenal sebagai protokol AKB atau Adaptasi Kebiasaan Baru. Hal tersebut telah membuktikan bahwa manusia adalah makhluk yang resilient dan tahan banting.

Kelak jika pandemi telah lewat, warisan-warisan baik yang hadir berkat pandemi harus kita rawat. Sebagai emak rumahan, ada beberapa hal baik yang sangat saya rasakan manfaatnya.  Hal tersebut muncul dan terakselerasi akibat Covid-19.

Peninggalan itu, antara lain; meningkatnya kedekatan antar anggota keluarga, berhasil bercocok tanam di lahan sempit, dan belanja tanpa over budget di toko-toko dekat rumah.

***

Mesranya hubungan antar anggota keluarga yang ada saat ini adalah akibat dari penerapan bekerja dan belajar dari rumah. Nantinya, kedekatan itu harus diupayakan melalui berbagai cara. Yang utama, menyadari bahwa kedua orang tua adalah sosok penting yang harus hadir dalam pengasuhan. Walaupun sebelumnya, ayah saya hanya punya sedikit waktu untuk rumah, alasannya untuk mencari nafkah. Nah hari ini, hal tersebut tidak dapat menjadi alasan untuk menghindar dari peran serta mendidik anak.

Kedua orang tua harus pandai memanfaatkan waktu yang hanya sebentar saja di rumah. Seperti kalimat: yang penting kualitas bukan kuantitas. Demikian ungkapan yang sering kita dengar dari para orang tua yang harus beraktivitas di luar rumah. Namun seringnya hal tersebut hanyalah dalih atas ketidakmampuan kita untuk mengambil porsi yang lebih banyak guna mendidik anak dari rumah.

Ada beragam strategi untuk meningkatkan bonding antar anggota keluarga. Salah satunya adalah dengan makan bersama, terutama makan malam. Malam hari adalah waktu yang pas untuk saling bertukar cerita antar anggota keluarga.

Baca Juga  Mendidik Anak untuk Menjadi Pembenci

Selain itu, beberapa kegiatan kecil lainnya seperti membaca buku, bersih-bersih rumah, membantu anak menyelesaikan pekerjaan rumah, hingga memasak juga dapat meningkatkan keakraban. Namun ada catatan penting agar orang tua hadir secara utuh. Yaitu dengan membatasi penggunaan atau bahkan tidak menyentuh gadget/HP sama sekali.

Hal lainnya yang mungkin muncul adalah tantangan untuk lembur. Begitu juga dengan hangout bersama teman, ketimbang meluangkan waktu bersama keluarga. Menjalin keakraban bersama teman dan kolega kantor memang diperlukan. Namun agar keluarga tidak terlupakan, perlu menjadwalkan waktu piknik bersama seluruh anggota keluarga. Misalnya satu atau dua kali sebulan.

***

Keranjingan berkebun atau plantdemic adalah salah satu hobi yang populer selama pandemi. Banyak alasannya. Berkebun menjadi sarana relaksasi untuk mengurangi stress akibat pandemi. Dengan berkebun juga dapat menyediakan pangan, minimal dalam skala rumah tangga. Ada juga yang sepakat bahwa hobi ini telah mengajak masyarakat lebih mencintai lingkungan. Walaupun kita tahu banyak juga yang menanam hanya karena mengikuti trend semata, daripada bosan rebahan.

Plantdemic ini bukan hanya isu nasional. Melainkan sudah menjadi trend global. Kalau tidak percaya, bisa google-ing sendiri. Dengan kata kunci: plantdemic, gardening, pandemic,ataupun house plant. Beragam berita dari berbagai belahan dunia berisi tentang informasi tumbuhan yang menarik hingga tata cara merawatnya. Belum lagi hasil pencarian dari google scholar, yang berisi hasil penelitian dan tinjauan akademis tentang manfaat berkebun.

Nah, nantinya bagaimana nasib kebun-kebun di rumah jika ditinggal bekerja? Tanaman di rumah dapat diatur sedemikian rupa agar tidak kering dan mati. Misalnya menggunakan teknik infus atau tali basah yang disambungkan dari ember ke tanaman. Dengan demikian, koleksi tanaman akan tetap segar dan dapat menghibur si pemilik dengan usaha yang minim.

Baca Juga  Perilaku "Hidup Gaya" Menjadi "Gaya Hidup"

Selanjutnya perbincangan tentang isu kedaulatan pangan kembali muncul dengan adanya beragam pembatasan. Sayangnya isu seperti ini jarang ditanggapi dengan serius. Padahal jika mau, banyak lahan pemerintah ataupun lahan bersama yang dapat digarap dengan skema community garden. Skema ini tidak hanya menawarkan jalan keluar untuk penyediaan pangan saja, namun juga dapat meningkatkan interaksi sosial antar warga. Sebuah interaksi yang selama pandemi hampir tidak ada sama sekali.

Lalu sekolah dapat melakukan pengenalan tanaman penghasil pangan. Nah, kelak anak-anak sekolah dapat dilibatkan untuk menjaga dan merawat kebun. Selain untuk mengenalkan tanaman pangan, juga mengkonkretkan rasa cinta terhadap alam dan lingkungan yang sering berhenti pada tataran teori belaka.

***

Hal yang harus kita rawat selanjutnya adalah belanja di toko sebelah selama pandemi adalah kebiasaan yang terjadi akibat kecilnya hati kita untuk mengunjungi supermarket dan mall. Namun demikian, kegiatan yang berawal dari terpaksa ini justru menyelamatkan dompet dari keimpulsifan belanja. Satu hal yang kadang kita lupa, belanja di toko dan warung sebelah rumah ternyata membawa berkah. Yakni, adanya perputaran uang di sekeliling kita. Uang tidak lagi terkonsentrasi di tempat belanja mewah.

Bagaimana kelak jika pandemi telah usai. Bisa jadi kita akan kembali menyesaki mall-mall. Berawal dari cuci mata, berlanjut nongkrong sebentar, dan diakhiri dengan belanja barang-barang diskonan yang seringnya tak diperlukan.

Toko sebelah rumah mau tidak mau harus berubah. Salah satu caranya adalah dengan menawarkan jasa pesan antar online. Dengan demikian pelanggan tidak perlu kerepotan meluangkan waktuu untuk mampir. Mungkin memang tidak dapat sepenuhnya membendung keinginan untuk menyambangi pusat belanja modern. Namun setidaknya dengan adanya tawaran layanan tersebut, pelanggan menjadi lebih nyaman dan betah.

Bagikan
Comments
  • Widyawati

    Alhamdulillah, suka baca tulisan mba..
    Semakin menginspirasi…

    Mei 3, 2021
Post a Comment