f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
musyrifah

Turning Point : Menjadi Musyrifah, Menemukan Rumah di Dalam Diri

Menjadi seorang musyrifah di pondok modern bagi saya adalah sesuatu yang tidak terbayangkan sebelumnya. Saya dulunya seorang santriwati di pondok tersebut. Sehingga tidak asing bagi saya untuk tinggal berasrama namun dengan peran yang berbeda. Saat saya mendaftar, umur saya berada di penghujung batas persyaratan usia yang diminta.

Mendaftarkan diri menjadi musyrifah adalah murni keinginan sendiri. Sebelum benar-benar memutuskan menjadi seorang musyrifah saya berdoa agar mendapatkan tempat seperti rumah dan bisa memperbaiki diri dan kembali fokus meningkatkan ibadah. Selain itu, saya berniat untuk menjadi seorang yang bisa membimbing dan mengarahkan anak-anak menjadi pribadi yang berkarakter sesuai dengan kemampuan mereka.

Pada saat menjadi santriwati saya berpikir bahwa tugas musyrifah itu mudah. Tidak banyak tugas atau tuntutan dan sambil berkuliah mendampingi anak-anak di asrama. Pada kenyataannya tidak semudah mengecek kehadiran santri saat sholat dan mendampingi saat pembelajaran asrama. Dulu saya tidak benar-benar merasakan kebermaknaan seorang musyrifah. Tapi dari masalalu itu saya belajar menjadi sosok yang lebih baik dari yang sebelumnya.

Di balik itu semua saya ragu jika saya bisa menjadi seorang musyrifah sambil bekerja, walaupun pekerjaan saya dekat dari area pondok. Musyrifah sambil bekerja? Sepertinya bisa. Saat mendaftarkan diri saya saya punya perasaan rindu. Rindu akan situasi di dalam asrama, rindu teman-teman di dalamnya. Hal yang terpenting lainnya adalah lingkungan yang membuat pribadi semakin dekat dengan Allah.

Alhamdulillah, saya diterima dengan pertimbangan tempat kerja dekat dengan asrama. Bulan pertama terasa sangat menegangkan dan masih perlu banyak belajar supaya menjadi musyrifah yang pantas. Saya harus beradaptasi dengan rutinitas seperti bangun sebelum subuh, membina anak untuk beribadah wajib dan sunnah, menghadapi berbagai drama dan berbagai kejadian ataupun kasus yang terjadi pada anak asrama.  Rasanya seru sekali.

Baca Juga  Siti Raham dan Besarnya Nama Buya Hamka
Saat Nyaman Mereka Bercerita

Saat seseorang nyaman ia akan percaya dan terbuka. Seringkali santriwati bercerita tentang apa yang membuat mereka gelisah, ada yang datang berkelompok sambil mengadu, ada yang curhat tentang masalah pribadi, ada yang ceritanya horror habis ngobrol dengan hantu, danbahkan baru duduk sudah menangis.

Ada juga pengalaman santriwati bercerita hampir satu jam sambil sumringah karena falling in love. Mendengarkan dan membantu mencarikan solusi adalah hal biasa dilakukan saat menjadi musyrifah. Tidak sedikit santriwati yang masih memerlukan arahan agar menjadi pribadi yang ajeg.

Merawat dan Mengenal Batas Kemampuan

Menjalani amanah sebagai musyrifah selama tiga tahun bukanlah perjalanan yang mudah. Berbagai tantangan yang hadir tidak pernah membuat saya menyerah atau berhenti di tengah jalan. Justru dari proses tersebut saya belajar arti bertahan dalam situasi yang sulit, menjaga ketenangan di tengah tekanan, serta mengendalikan diri ketika berbagai keadaan memicu emosi.

Di balik proses itu, stres merupakan hal biasa sampai diingatkan oleh dokter akan pentingnya menjaga kesehatan melalui pola hidup yang seimbang, seperti rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, dan memenuhi kebutuhan vitamin meskipun memiliki kesibukan.

Pengalaman tersebut menjadi momen muhasabah yang sangat berharga. Saya menyadari bahwa tubuh ini memiliki alarm untuk mengingatkan diri kita jika sedang tidak baik-baik saja. Menjalankan tanggung jawab memang penting, tetapi merawat kesehatan fisik dan mental adalah amanah yang tidak dapat diwakilkan. Tanggung jawab dapat didelegasikan kepada orang lain, tetapi kesehatan diri merupakan bentuk tanggung jawab pada diri sendiri.

Ketulusan Membawa Berkah

Berkah datang tidak hanya pada diri sendiri, melainkan orang lain juga merasakan kebaikan yang kamu berikan untuk orang lain. Kemudahan di setiap urusan, Bersama kesulitan akan ada kemudahan yang Allah berikan. Ketika kamu meminta bantuan dan ikhtiar kepadaNya. Allah Maha Pemurah dan Maha Pengasih. Jadi sangat mudah baginya untuk memberikan segalanya. Tentunya Allah menyukai hamba yang selalu berharap padaNya. Jika kamu berlari kepada Allah maka urusanmu sangatlah mudah dikabulkan olehNya. Jangan takut.

Baca Juga  Salma Salsabil; Tidak Ada Kata Menyerah untuk Prestasi

Menemukan Titik Balik

Sebelum menjadi musyrifah, saya pernah menjadi seorang santri. Hal itu membuat saya belajar bahwa setiap musyrifah memiliki karakter dan cara mendidik yang berbeda. Mengambil nilai-nilai baik dari mereka, lalu jadikan itu bekal untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.

Menjadi seorang musyrifah memang tidak mudah. Ada lelah yang tidak selalu terlihat, ada pengorbanan yang sering kali tidak diketahui orang lain. Namun, di balik semua itu tersimpan tujuan yang mulia, yaitu membimbing, meneladani, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.

Allah berfirman dalam QS. Al-Insyirah ayat 5-8, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan dan hanya kepada-Nyalah tempat kita berharap. Karena itu, jangan pernah takut menghadapi ujian dan menggantungkan harapan kepada-Nya. Teruslah berikhtiar, berdoa, dan bertawakal kepada Allah.

Untuk para santriwati, semoga masa belajar di asrama menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih baik. Hargailah setiap nasihat, bersyukurlah kepada orang-orang yang telah membimbingmu menjadi pribadi yang lebih baik, dan jangan ragu meminta bimbingan ketika menghadapi kesulitan.

Janganlah menilai seorang musyrifah hanya dari apa yang tampak. Lihatlah ketulusan hatinya, kesabarannya, dan ikhtiarnya dalam mengajak kepada kebaikan. Setiap kebaikan yang dilakukan, insyaAllah akan menjadi jalan datangnya keberkahan. Keberkahan tidak hanya dirasakan oleh diri sendiri, tetapi juga oleh orang-orang di sekitar melalui setiap kebaikan yang dilakukannya.

Teman akan menguatkan langkahmu, sementara ustadz, ustadzah di madrasah dan asrama akan membantu membentuk akhlak dan karaktermu. Semoga setiap proses yang dijalani menjadi jalan menuju keberkahan dan keridaan Allah. Barakallahu fiikum.

Bagikan
Post a Comment