Strict parents adalah sebutan untuk orangtua yang menerapkan pola asuh otoriter. Orangtua seperti ini biasanya selalu menuntut, tetapi tidak responsif pada anak dan dapat membawa dampak bagi tumbuh kembang anak. Orangtua yang tergolong strict parents memiliki harapan yang sangat tinggi terhadap anak-anaknya, namun memberikan sangat sedikit umpan balik dan pengasuhan. Setiap kesalahan cenderung memberikan hukuman dengan keras dan ketika ada umpan balik seringkali memaknainya dengan negatif.
Apa Itu Strict Parents ?
Strict parents itu memiliki arti sebagai orangtua yang menempatkan standar tinggi dan suka menuntut anaknya. Mungkin sebagian orangtua percaya bahwa dalam cara pengasuhan yang sangat ketat itu bisa membuat anaknya lebih hebat, tapi dari cara pengasuhan tersebut justru bisa memberikan dampak buruk pada sang anak. Dalam ilmu psikologi, mengutip dari parentingforbrain, orangtua yang ketat yaitu orangtua yang menempatkan standar dan tuntutan yang tinggi kepada anak-anaknya.
Kita semua tahu bahwa setiap orangtua pasti ada perbedaan dalam mengasuh anak-anaknya. Strict parents biasanya berfokus pada kepatuhan terhadap otoritas. Alih-alih menghargai pengendalian diri dan mengajarkan anak untuk mengelola perilaku mereka sendiri. Pola asuh ini biasanya mengatur hampir semua aspek kehidupan dan perilaku anak-anak mereka, baik di rumah atau di depan umum. Selain itu, mereka juga memiliki banyak aturan tidak tertulis yang diharapkan dipatuhi oleh anak-anak.
Strict parents biasanya tidak akan ragu untuk memberi hukuman pada anak, termasuk hukuman fisik. Ini akan orang tua lakukan setiap anak melanggar aturan yang sudah mereka buat. Strict parents tidak akan memberi anak pilihan. Mereka akan menetapkan aturan dan memaksa anak mengikuti cara yang dia pilih. Hanya ada sedikit ruang untuk negosiasi. Mereka juga jarang membiarkan anak-anak mereka membuat pilihan sendiri. Dalam aspek apapun, strict parents yang akan membuat keputusan untuk anak.
Pola asuh ini juga cenderung tidak mempercayai anak-anak mereka untuk membuat pilihan yang baik. Orangtua dengan gaya pengasuhan ini tidak memberikan banyak kebebasan kepada anak-anaknya. Daripada membiarkan anak-anak membuat keputusan sendiri dan menghadapi konsekuensi alami atas pilihan tersebut. Strict parents akan memilih untuk mengarahkan anak-anak mereka untuk memastikan bahwa mereka tidak membuat kesalahan.
Faktor Adanya Pola Pengasuhan Strict Parents
Ada beberapa faktor yang dapat memicu para orangtua menerapkan gaya pengasuhan seperti itu. Sebuah studi di jurnal Child Maltreatment tahun 2012 telah menemukan hal menarik mengenai pemicu seseorang menjadi strict parents. Peneliti menemukan bahwa orangtua yang pada masa kecilnya terpapar pola asuh otoriter, cenderung menjadi strict parents di kemudian hari. Mereka merasa lebih suka membesarkan anak-anak mereka sendiri dengan pola dan sikap yang sama seperti yang diterima oleh mereka pada masa kecilnya.
Selain itu Orang yang memiliki kepribadian kurang menyenangkan cenderung kurang berempati dan lebih sering berpikir negatif, sehingga lebih mungkin menjadi strict parents. Mereka juga memiliki hubungan yang lebih sulit secara umum, termasuk dengan anak-anak mereka sendiri. Setiap orang memiliki kepribadian masing-masing. Ada orang yang memiliki kepribadian ramah dan menyenangkan, serta ada pula yang kebalikannya.
Pada dasarnya orangtua yang termasuk golongan strict parents tentu sangat menyayangi anaknya. Mereka pasti ingin sekali anaknya menjadi yang terbaik dan mendapatkan hal terbaik dalam hidupnya. Pola asuh orangtua memegang peran penting dalam pembentukan karakter, kepribadian, dan kemampuan anak menghadapi dunia. Namun, sikap seperti ini juga menjadi boomerang bagi berbagai aspek hidup anak.
Pola pengasuhan Strict parents memiliki dampak buruk terhadap anak secara tidak sadar. Beberapa dampaknya, seorang anak akan merasa takut atau terlalu malu saat di sekitar orang lain, mengaitkan kepatuhan dan kesuksesan dengan cinta, mudah menyesuaikan diri, tapi juga mengalami depresi dan gangguan kecemasan. Mereka juga memiliki perilaku yang lebih agresif terhadap orang lain, memiliki perilaku prososial lebih sedikit, dan dapat mengalami kesulitan dalam situasi sosial karena kurangnya kompetensi sosial.
Bagaimana Mengatasinya?
Menghadapi orangtua yang strict parents tentu tidaklah mudah. Seorang anak akan kesulitan untuk bebas berpendapat dan terkadang dapat membuat frustasi.
Cara menghadapinya, pertama adalah dengan memberikan penjelasan secara perlahan. Anak dapat memberikan pendapat serta memberitahu mereka bahwa pilihannya juga tidaklah buruk agar mereka dapat lebih memahami. Dengan begitu, mereka berpeluang untuk berpikir dan kesempatan menentukan pilihan hidup.
Cara kedua yaitu dengan memanfaatkan kepercayaan. Jika orangtua memberi kesempatan untuk hidup atau menentukan pilihanmu sendiri, maka manfaatkan kepercayaan yang mereka berikan sebaik mungkin karena jika kepercayaan sudah dirusak, mereka akan sulit untuk percaya lagi kepada anaknya.
Mengambil hati strict parents terkadang cukup sulit untuk dilakukan. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meluluhan hati mereka adalah dengan lebih mendekatkan diri. Terbukalah pada apapun masalah yang terjadi. Ceritakan hal-hal yang menarik tentang dirimu dan keinginan-keinginan yang ingin kamu capai. Dengan pendekatan yang lembut, maka bisa saja membuka pemikiran strict parents bahwa anak juga memiliki cita-citanya sendiri.
Memiliki orangtua yang strict terkadang membuat langkah terbatas. Namun kita harus ingat meskipun orangtua kamu termasuk strict parents tetapi mereka tetap orangtua yang harus kamu sayangi dan hormati.
Editor : Siti Robikah
Mahasiswa Administrasi Pembangunan Negara Politeknik STIA LAN Bandung, Ketua PW IPM Jawa Barat Bidang Advokasi.
