f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
ratu balqis

Memetik Inspirasi Kisah Ratu Balqis untuk Perempuan Masa Kini

Kisah Ratu Balqis binti al-Basyrih, ada yang mengatakan bahwa nama lengkapnya adalah Syarahil bin Dzi Jaddan bin al-Basyrikh bin al-harits bin Qahthan, serta terkenal sebagai Ratu Sheba, merupakan salah satu kisah paling inspiratif dalam sejarah. Ratu legendaris ini dikenal karena kecantikan, kebijaksanaan, dan keberaniannya dalam menghadapi tantangan yang kompleks. Kisahnya menginspirasi, terutama bagi para wanita, tentang karakter kepemimpinan luar biasa yang melekat padany.

Ratu Balqis dalam sejarahnya tercatat dalam firman Allah Swt.,

إِنِّى وَجَدتُّ ٱمْرَأَةً تَمْلِكُهُمْ وَأُوتِيَتْ مِن كُلِّ شَىْءٍ وَلَهَا عَرْشٌ عَظِيمٌ

“Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.” (Qs. An-Naml: 23)

As-Sa’di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa maksudnya, seseorang yang memimpin suku Saba’ dan dia merupakan seorang perempuan. “Dan dia dikaruniai segala sesuatu”, yang berarti dia diberi kekuasaan dalam bentuk harta benda, senjata, tentara, benteng dan pagar yang kokoh, dll. “dan dia mempunyai tahta yang besar” berarti bahwa kursi kerajaan yang didudukinya adalah takhta yang sangat besar. Besarnya singgasana membuktikan kebesaran kerajaan, kekuatan kekuasaan dan jumlah anggota dewan musyawarah.

Berita kehadiran Balqis sebagai pemimpin suatu kaum dan merupakan pemuja matahari bersama dengan kaumnya, akhirnya terdengar sampai  ke telinga Nabi Sulaiman melalui perantara burung Hud Hud. Kemudian, Nabi Sulaiman mengirimkan surat ajakan agar bertaubat kepada Allah Swt., taat kepada Rasulullah Saw., dan masuk ke dalam Islam. Berkatalah Nabi Sulaiman,

أَلَّا تَعْلُوا۟ عَلَىَّ وَأْتُونِى مُسْلِمِينَ

“Janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.” (Qs. An-Naml: 31)

Kedatangan surat itu membuat Balqis segera mengumpulkan semua pejabat kerajaan (para menteri dan pembesar negara) untuk bermusyawarah sebagaimana di dalam firman Allah,

Baca Juga  Kartini, Perempuan dan Spirit Perubahan

Berkata ia (Balqis): “Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia. Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”. (Qs. An-Naml: 29-31)

Ratu Balqis meminta saran kepada mereka atas apa yang sedang ia hadapi dengan sopan, sebagaimana di dalam firman Allah,

“Berkata dia (Balqis): “Hai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini) aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelis(ku)”. (Qs. An-Naml: 32)

Dari ayat ini diketahui bahwa Balqis sebelum memutuskan perkara yang berhubungan dengan kerajaannya, terlebih dahulu meminta saran kepada orang-orang di sekelilingnya. Sangat memperhatikan etika berbicara, dan mengedepankan musyawarah. Atas dasar kesepakatan dan ketaatan pejabat-pejabat istana, mereka menyerahkan kepada Balqis untuk memutuskan.

Balqis memiliki pandangan yang lebih jeli dan menyadari bahwa pengirim surat tersebut adalah orang yang tidak terkalahkan, tak bisa dicegah maupun dikelabuhi. Sebagaimana firman Allah,

“Dia berkata: ‘Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.” (Qs. An-Naml: 34)

Salah satu riwayat dalam tafsir Ibnu Katsir, Ibnu Abbas berkata bahwa ketika raja-raja itu memasuki suatu negeri dengan cara paksa, maka dia akan membuat kerusakan. Dalam hal ini merusak negara tersebut serta menyerang pemimpin dan prajurit yang ada di negeri tersebut, lalu merendahkan orang-orang yang berada di dalam negeri itu dengan menawan maupun membunuhnya.

Kemudian, Balqis mendapatkan suatu ide perdamaian dengan mengirim hadiah kepada Nabi Sulaiman sebagaimana dalam firman Allah,

Baca Juga  Menunggui Ibu di Ruang Isolasi

“Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu“. (Qs. An-Naml: 35)

Balqis akan mengirimkan hadiah sebagai tanda perdamaian dan menunggu jawaban nabi Sulaiman hingga tergerak hatinya untuk berdamai dan menahan diri atau mewajibkan pajak kepada kaum Ratu Balqis setiap tahun agar Nabi Sulaiman tidak menyerang.

Dalam riwayat, Qatadah bahkan menyebut Ratu Balqis adalah seorang yang cerdas nan apik, baik dalam Islam maupun kemusyrikan. Sebab ia tahu kehadiran hadiah tersebut mampu memberi pengaruh. Atas kecerdasannya itu, Ibnu Abbas berkata bahwa Ratu Balqis berbicara kepada kaumnya, jika orang yang dikirimi hadiah itu menerima, maka dia adalah raja, maka perangilah. Namun jika dia menolak, maka dia adalah seorang nabi, maka ikutilah dia.

Ketika telah sampai hadiah yang dikirim Ratu Balqis, ternyata Nabi Sulaiman menolak hadiah tersebut dan berkata sebagaimana di dalam firman-Nya:

“Kembalilah kepada mereka! Sungguh, Kami pasti akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak mampu melawannya, dan akan kami usir mereka dari negeri itu (Saba’) secara terhina dan mereka akan menjadi (tawanan) yang hina dina.” (Qs. An-Naml: 37)

Mendengar jawaban tersebut, tidak ada pilihan lain selain tunduk. Ratu Balqis dan kaumnya memenuhi panggilan Nabi Sulaiman. Bersamaan dengan hal itu, Nabi Sulaiman dalam sekejap membawa singgasana Balqis di hadapannya ketika Balqis tiba di istana Nabi Sulaiman,

“Maka ketika dia (Balqis) datang, ditanyakanlah (kepadanya), ‘Serupa inikah singgasanamu?’ Dia (Balqis) menjawab, ‘Seakan-akan itulah dia.’ (Dan dia Balqis berkata), ‘Kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).’” (Qs. An-Naml: 42)

Baca Juga  DEBAT KUSIR

Dan tahap lebih lanjut pada ayat Qs. An-Naml ayat 44, Balqis telah menerima hidayah. Dengan mata yang tidak tertutup oleh kekuasaan, sikapnya yang tidak sombong, dan cerdas pemikirannya, namanya Abadi dalam daftar nama wanita-wanita beriman yang berserah diri kepada Allah Swt. Ats-Tsa’labi menuturkan bahwa pada akhirnya Nabi Sulaiman menikahi Ratu Balqis dan memerintahkan kepada pasukan Jin untuk membangun 3 istana di Yaman yaitu, Ghumdan, Salahin, dan Baituna.

Lalu, Apa Inspirasi yang Dapat Dipetik bagi Perempuan Masa Kini?

Paling tidak ada beberapa inspirasi yang terkandung dalam kisah Ratu Balqis atas cuplikan singkat atas kisahnya di atas. Pertama, kepintaran dan kecerdasan strategis. Wanita masa kini dapat mengambil teladan ini dengan mengutamakan pendidikan dan pengembangan diri. Sehingga mereka memiliki pengetahuan yang kuat dalam bidang-bidang yang relevan dengan tanggung jawab kepemimpinan mereka.

Kedua, berani dan percaya diri dengan menghadapi segala tantangan dan risiko. Ketiga, bersikap visioner. Wanita masa kini dapat belajar untuk memiliki visi strategis yang luas dan mampu merencanakan tindakan jangka panjang demi mencapai tujuan yang lebih besar.

Keempat, sebagai pemimpin, ia selalu mengedepankan musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan atas dasar kepentingan kerajaan dan rakyatnya, bukan malah sebaliknya, otoriter.

Kisah Balqis mengingatkan kita bahwa perempuan memiliki potensi tak terbatas untuk mengatasi rintangan dan mencapai prestasi luar biasa.

Wallahu a’lam.

Bagikan
Post a Comment