Membuat Anak Selalu Merasa Nyaman di Rumah
Memiliki anak-anak yang baik dan sesuai harapan tentu menjadi keinginan para orang tua. Jelas sebuah kebahagiaan jika hal itu terpenuhi pada kenyataannya. Secara ideal, sebagai orang tua memang sangat berharap semua itu terpenuhi secara sempurna. Tetapi dengan kebaikan yang kecil saja, itu pun sudah memberi kebahagiaan yang terkira nilainya.
Saat ini, kita tak bisa menyangkal bahwa tidak sedikit ada anak-anak yang justru lebih senang di luar rumah ketimbang diam di dalam rumah. Sepertinya bukan anak yang broken home akibat kedua orang tuanya sering bertengkar saja; namun juga hal itu bisa terjadi akibat anak tersebut mengalami konflik dengan orang tuanya, sehingga membuatnya tak betah di rumah. Tentu ini terjadi karena ada perbedaan pandangan di antara keduanya yang tak bisa didiamkan begitu saja, karena semakin lama justru akan menimbulkan konflik yang berkepanjangan.
Ketika kondisi ini terjadi maka peran orang tua begitu penting dalam hal ini. Menurut Psikolog, Agus Basuki dari Universitas Negeri Yogyakarta, orangtua perlu memahami apa yang terjadi pada anak dan tak bisa sekadar memarahinya, tetapi perlu berkomunikasi sehingga akan mengetahui masalah dan bisa mencari jalan keluarnya.(https:www.bandung.bisnis.com).
***
Maka, beruntunglah para orang tua yang memiliki anak tidak “bermasalah”, terlebih anak-anak mereka betah untuk selalu diam di rumah. Mereka hanya sibuk di luar ketika melakukan aktivitas positif yang banyak memberi manfaat pada mereka dalam segala hal. Tentu saja bukan kita menyebut mereka anak-anak rumahan yang tak bergaul. Tetapi titik tekan dalam hal ini, mereka adalah anak-anak yang tak keluyuran ketika tidak ada kegiatan yang mereka lakukan. Mereka juga dipastikan bisa bergaul, tetapi anak-anak seperti ini biasanya senang di rumah karena merasa nyaman serta mereka berpikir ngapain di luar rumah selama di rumah itu benar-benar menyenangkan.
Hal ini sesungguhnya bisa diciptakan dan semua berawal dari orang tua juga. Ya, sebagai orang tua dalam hal ini ada baiknya untuk mampu menjalin komunkasi yang baik dengan anak. Ada baiknya pula kita selalu memberi contoh yang baik kepada mereka. Di sini, orang tua mesti mampu memperlihatkan kebersamaan. Orang tua pun perlu berupaya meminimalisir pertengkaran dalam rumah tangga, agar tidak terlihat anak-anak kalau memang ada suatu masalah. Intinya, bukan membuat sandiwara selalu baik di hadapan anak. Tetapi kalaupun ada masalah yang tengah orang tua hadapi, sebaiknya tak perlu mereka perlihatkan, cukup menjadi privasi orang tua saja. Jadikan anak-anak itu nyaman, sehingga suasana di dalam rumah menjadi menyenangkan. Dengan kedua orang tua yang hidup rukun, tentu saja itu menjadi contoh bagi mereka agar bisa rukun pula dengan saudaranya yang lain, meskipun tentu saja yang namanya pertengkaran kecil tak dapat terelakkan oleh mereka dan itu pasti terjadi setiap saat.
***
Yang juga tak kalah pentingn adalah bagaimana kita sebagai orang tua, mampu melayani dan mengayomi anak. Walau pada kenyataannya, tentu saja akan berbeda karena anak laki-laki dan anak perempuan akan berbeda kebutuhannya. Begitupun kebutuhan anak sulung, anak tengah atau anak bungsu jelas takkan sama. Tetapi, di sini para orang tua harus mampu mengelola semuanya dengan baik, sehingga tidak ada gap di antara mereka. Bukan itu saja, tetapi juga jauhi membanding-bandingkan semuanya; karena anak-anak kita memiliki bakat, rezeki dan takdir masing-masing. Jadi, semuanya mesti diciptakan secara baik; agar semuanya paham jika orang tua mereka tetap menyanyangi dan memperhatikan semuanya dan tidak membeda-bedakan mereka.
Setelah itu bisa terlaksana secara baik, yang tak boleh kita lupakan pula adalah bagaimana kita mampu memberikan fasilitas dan kebutuhan mereka secara baik. Memang tidak semua orang memiliki penghasilan yang sama. Tetapi intinya, semua itu memang harus kita usahakan. Jika memang belum bisa tercipta secara ideal; maka bagaimana kita bisa mengkomunikasikan semua itu secara baik dengan anak-anak kita. Kita sebagai orang tua memang mesti jujur, jika ada katakan ada, jika tak ada katakanlah tak ada. Dengan tak perlu menutup-nutupi. Bukan saja kebutuhan, tetapi keinginan mereka pun perlu kita perhatikan. Satu hal yang ringan di mana mereka terkadang meminta menu masakan sesuai selera mereka. Ini tugas para orang tua sesuai budget yang mereka miliki, tetapi orang tua yang pandai akan bisa memenuhinya dengan kiat-kiat yang mereka miliki, sebagai bentuk ksaih sayang kepada anak-anaknya.
***
Juga perlu kita perhatikan pula yaitu membuka ruang diskusi bagi anak-anak kita untuk menyampaikan aspirasi atau keluhan-keluhan yang mereka miliki. Untuk kita tampung dan kita carikan jalan keluarnya. Jika aspirasi dan keluhan yang ada bisa diatasi secara baik, maka akan membuat anak-anak merasa benar-benar diperhatikan dan itulah yang sebenarnya salah satu segmen yang membuat mereka betah di rumah. Semua itu terjadi karena anak-anak bukan saja memiliki orang tua yang perhatian, tetapi mereka pun menganggap orang tuanya juga sebagai teman yang bisa diajak curhat, serta asyik ketika memberi solusinya. Hal inilah yang patut para orangtua ciptakan, sehingga anak-anak kita akan merasa betah untuk selalu di rumah. Karena apa yang dibutuhkan dan dinginkannya tersedia tanpa ia harus keluar rumah.
Memang untuk membuat anak-anak betah di rumah terdapat sebuah proses yang perlu orang tua lakukan. Maka beruntunglah para orangtua yang anak-anaknya selalu betah di rumah karena secara keamanan akan cenderung lebih terlihat serta mereka selalu dekat dengan kita. Karenanya usahakan anak-anak kita untuk betah di rumah karena sebaik-baiknya tempat pulang. Jadikanlah anak-anak kita ke manapun dia pergi akan kangen untuk pulang ke rumah dan tentunya mereka akan selalu rindu bertemu orang tuanya.
Penulis adalah bapak dari tiga orang anak yang terbiasa menulis segala hal dan dengan segala nikmat yang ada merasa betah tinggal di Kota Bandung
