(Lupa) Bahwa Menjadi Manusia
Manusia Aku lupa bahwa aku manusia Sering melihat tindak keadilan menang di dunia Aku lupa bahwa aku manusia Terkadang merasa sakit karena penderitaan Aku lupa bahwa aku manusia Banyak yang tega dan kejam menikam temannya Aku lupa bahwa aku manusia Banyak yang menjual agamanya hanya demi eksistensinya Aku lupa bahwa aku manusia Banyak ingin dilihat baik di depan muka tapi ketika sendiri jahat hatinya Aku lupa bahwa aku manusia Masih sering sakit dibohongi oleh kata- kata Aku lupa bahwa aku manusia Bahwa manusia sejatinya memang sering sesukanya Dan akan selalu lupa bahwa dirinya manusia Selalu berkata atas nama Tuhannya tapi dia lupa bahwa sejatinya dia adalah pelupa Tapi jangan sampai kita merasa tidak enakan pada setiap manusia Seringkali mereka berbuat semaunya Makna manusia seringkali dijadikan dalih atas setiap perbuatannya Mempertotonkan rasa jumawa Menjadi makhluk yang dikatakan sempurna Ternyata tak lebih hina pula Kemanusiaan yang katanya menjadi moto hidupnya Agama yang menjadi peta langkahnya Tindak tanduknya yang dia tampilkan Ternyata hanya bualan semata Manusia ? Apakah sesama manusia telah kembali melihat dirinya Ke dalam lebih dalam Bukan selalu memposisikan sebagai korban Tetapi lihatlah, berapa kali kau tersangka atas semua yang kau lakukan Teganya setiap kejadian yang tak kau suka Tuhan lantas kau jadikan tumbalnya Bahkan media jadikan senjata Untuk memuluskan langahku Lihatlah Bumimu, Negaramu, Saudaramu Atas semua tindakan dan ucapanmu Menjadi manusia ternyata tidak mudah seperti menjadi Sesosok Manusia Jangan lupa bahwa manusia sepantasnya memanusiakan yang manusiawi
Guru BK SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dan Alumni BK Universitas Ahmad Dahlan
