Kompetensi dan Ruang Lingkup Perempuan
Kompetensi secara epistemologi berarti kemampuan yang diperlukan untuk melakukan atau melaksanakan pekerjaan yang dilandasi oleh pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja. Sementara itu, ruang lingkup dapat didefinisikan sebagai batasan sebuah subjek dalam bergerak. Mengutip pernyataan R.A Kartini “Perempuan hebat pasti bertindak dengan tepat, perempuan hebat selalu punya tempat”. Ungkapan ini selaras dengan judul dalam tulisan ini.
Dalam tatanan masyarakat Indonesia, kita sering kali mendengar lontaran kalimat yang membatasi ruang gerak perempuan dalam belajar dan meningkatkan kompetensinya. Budaya patriarki yang masih mengakar kuat dalam tatanan sosial menjadi salah satu momok menakutkan untuk perempuan di era saat ini. Pandangan yang mengatakan bahwa perempuan hanya disiapkan untuk berada di dapur, kasur dan sumur masih seringkali kita dengarkan.
Hal inilah yang menyebabkan perempuan menjadi sasaran kekejaman dari tatanan masyarakat yang memegang paham tersebut. Sehingga membuat perempuan menutup diri dalam meningkatkan kompetensinya. Pentingnya perempuan untuk memiliki kompetensi sudah seharusnya bisa terwujud secara nyata dalam lingkungan dan kehidupan sehari-hari.
Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan harus dinikmati oleh perempuan juga sebagai upaya untuk terlibat aktif dalam meningkatkan kompetensinya di berbagai sektor. Perwujudan tersebut bisa dilihat dari banyak sektor seperti dalam dunia pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik, dan olahraga dan sebagainya.
Dalam sektor pendidikan, perempuan juga berhak berpendidikan tinggi. Di era modern ini perempuan mempunyai hak yang setara dengan laki-laki dalam sektor pendidikan. Namun, di beberapa daerah yang masih tertinggal, perempuan yang diberikan kesempatan untuk berpendidikan tinggi kadang kala hanya disiapkan untuk memperbaiki ekonomi keluarga. Terlepas dari persoalan tersebut, kita bisa menjumpai perempuan-perempuan hebat yang mengutamakan pendidikan sebagai sarana mereka meningkatkan kompetensinya.
Sebagai contoh, Maudy Ayunda yang tetap mengutamakan pendidikan sebagai sarana untuk berkontribusi pada bangsa dan negara. Ia mencintai belajar sebagai pengembangan aktualisasi dan potensi dalam dirinya. Ada juga Dian Sastrowardoyo yang sekarang menjadi tenaga pengajar di Universitas Indonesia. Perlu diingat bahwa perempuan berpendidikan tinggi bukan untuk menyaingi laki-laki, tetapi untuk memperbaiki generasi.
Dalam sektor politik, berdasarkan Undang-Undang No.2 2 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilu mengatur agar komposisi penyelenggara Pemilu memperhatikan keterwakilan perempuan minimal 30%. Tentu dalam hal ini, negara mendukung perempuan untuk bisa unggul di sektor politik. Perempuan harus mengambil peran dalam pengambilan keputusan bersama dan memperjuangkan hak-hak perempuan.
Keterlibatan perempuan dalam politik bisa dilihat seperti, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Di era modern ini, rendahnya partisipasi perempuan di bidang politik karena pengaruh kultural dan persepsi-persepsi yang bias gender sudah perlahan-lahan diupayakan untuk dihilangkan dari sistem perpolitikan Indonesia.
Dalam sektor ekonomi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memaparkan partisipasi perempuan dalam perekonomian di Indonesia telah meningkat secara signifikan. Di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), perempuan Indonesia berkontribusi terhadap perekonomian sebesar 61%. Dan hampir setengahnya dimiliki serta dikelola oleh perempuan. Hal tersebut menggambarkan potensi perempuan dalam bekerja dan berinvestasi sangat krusial, tidak hanya bagi kehidupan sehari-hari dan ketahanan keluarga, tapi juga kepada negara.
Berdasarkan fakta di atas, dapat kita pahami bahwa perempuan memiliki andil yang dapat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Sehingga perlulah ke depannya perempuan dapat lebih dilibatkan dalam aktivitas perekonomian.
Pada sektor lain, seperti olahraga. Perempuan yang kerap kali dianggap lemah sebab memiliki kemampuan fisik yang dirasa kurang dibandingkan laki-laki, dapat berdampak negatif untuk memenjarakan kompetensi yang perempuan miliki pada sektor olahraga. Padahal pada sektor ini perempuan juga dapat berkontribusi. Sebagai contoh pada perhelatan Sea Games yang baru saja dilaksanakan, Timnas basket putri bisa meraih emas dan mengukir sejarah di ajang dua tahunan tersebut.
Pada kejuaraan lain Apriyani Rahayu dan Greysia Polii yang merupakan ganda putri bulu tangkis Indonesia juga sering menorehkan prestasi di kancah Internasional dengan meraih medali emas pada Olimpiade Tokyo 2022. Tentu masih banyak atlet-atlet perempuan Indonesia lainnya yang mempunyai banyak prestasi membanggakan.
Ada pula Sterotipe dan kontroversi bahwa hanya laki-laki yang bisa menjadi pemimpin dan melarang perempuan menjadi pemimpin merupakan hal yang masih sering kita jumpai di masyarakat. Walaupun pendapat ini tidak bisa dilihat dari satu aspek saja misal dari pandangan agama tetapi kita harus melihat luas dari aspek yang lain untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Apakah memang benar perempuan tidak diberikan kesempatan untuk bisa menjadi pemimpin?
Dari fakta yang telah disampaikan tersebut, pantaskah kita sebagai kaum laki-laki meremehkan dan menganggap perempuan sebagai mahluk yang lemah. Pantaskan kita membatasi ruang lingkup perempuan dalam mengembangkan kompetensinya. Pantaskah kita terus memegang budaya patriarki yang masih mengakar di tengah masyarakat. Perlu kita pikirkan lagi secara bersama, perempuan adalah makhluk mulia yang memiliki banyak keistimewaan untuk bisa berkembang dan menempatkan dirinya untuk unggul dalam sektor apa pun.
Implementasi kesetaraan gender ini bisa kita mulai dari diri sendiri. Perempuan harus berani untuk bersuara dan bertindak untuk bisa meminimalisir pandangan-pandangan patriarki di masyarakat. Terealisasinya kesamaan kondisi bagi perempuan dan laki-laki untuk memperoleh kesempatan serta hak-haknya sebagai manusia dan warga negara harus bisa digemakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan hal tersebut, apa yang menjadi harapan dan cita-cita bersama bisa diwujudkan.
Mahasiswa semester 2 jurusan Psikologi di Universitas Muhammadiyah Malang. Dapat dijumpai via Instagram @whyfahrurrijal_.
