Pada era globalisasi ini, bannyak bermunculan beragam teknologi informasi baru dan sangat digandrungi oleh kaum milenial terutama masalah cinta perjodohan. Munculnya gadget, dan penggunaanya dalam kehidupan sehari-hari sudah seperti kebutuhan pokok saja. Apalagi sejak merebaknya virus korona di seluruh penjuru dunia, semua kegiatan seakan menjadi virtual semua.
Termasuk kegiatan yang sangat vital bagi kehidupan yaitu pendidikan. Yang menjadi kasus di sini adalah masalah kecanggihan teknologi internet yang berdampak pada diri kaum muda. Banyak yang mengesampingkan materi pelajaran dan malah fokus ke media sosial, sebagai ajang pencitraan atau mencari pasangan.
Jodoh Tidak Akan Tertukar
Banyak bemunculan pasangan-pasangan online, dan miris mereka itu berasal dari kalangan pelajar yang notabene nya adalah remaja. Namun tak dapat dipungkiri dari kalangan dewasa pun juga tak mau kalah. Pro dan kontra pun bermunculan mengenai praktik hubungan ini. Banyak yang setuju bahwa media sosial dapat menggabungkan dua insan untuk besatu dalam mahligai keluarga yang SAMARABA.
Namun juga banyak yang tidak setuju, mereka beranggapan di dunia maya itu cinta nya adalah cinta semu, cinta monyet, dan hanya untuk bermain main atau memuaskan hasrat bercinta semata. Dan masalah itu lah yang meresahkan orang tua.
Dari dulu hingga sekarang memang banyak isu-isu mengenai masalah cinta. Cinta yang semi kemudian berlalu atau juga cinta abadi jodoh sehidup semati. Dalam Islam di kenal istilah Rukun Iman, yang pada point ke enam tercatat bahwa umat Islam wajib iman kepada Qadha dan Qadar Allah Swt.
Pada pembahasan qadha dan qadar Allah, salah satunya mengenai qadar atau taqdir Allah yang meliputi tadir mubram dan taqdir muallaq. Dan jika kita membahas mengenai jodoh maka kita langsung tertuju pada takdir Allah. Kita yakin dan percaya bahwa Allah sudah menyiapkan kita jodoh yang sebaik-baiknya dan tidak akan tertukar.
Bukan Hanya Kesenangan namun juga Beribadah
Keyakinan tersebut sangat mudah tertanam pada diri kita, itu sikap yang benar dan sesuai dengan tuntunan agama. Namun kita juga perlu berusaha karena Allah memberikan dunia seisinya untuk dikelola oleh manusia. Manusia sebagai khalifah di bumi harus bersungguh-sungguh dalam menemukan dan menentukan arah perjalanan hidupnya. Manusia juga harus mengerti apa sebenarnya tugas mereka hidup di dunia ini.
Bukan untuk kesenangan manusia semata namun juga beribadah dan mengabdi kepada Allah sang pencipta. Untuk berhasil melewati ujian dunia kita diuji dengan berbagai macam ujian yang itu merupakan tugas setan laknatullah. Yang sudah diberi izin oleh Allah Swt untuk mengganggu manusia di dunia, tujuannya agar manusia ingkar dan keluar dari jalan kebenaran menuju kesesatan dan kekufuran. Tentunya dengan berbagai cara, salah satunya melalui hubungan yang sangat sakral yaitu keluarga dan pernikahan.
Persoalan ini di mulai dari kehidupan awal yaitu mencari jodoh, banyak anggapan mencari jodoh itu sulit, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Memang ketika saat awal mencari pasangan, saat kita pertama bertemu mungkin masih terasa mudah. Mudah menemukan rasa cinta, merasakan kenyamanan dan kebahagiaan. Seakan-akan mabuk dalam perasaan yang terbayang hanya pasangan.
Berawal dari Pandangan Pertama
Wajah, sikap dan perkataanya dan benar saja jatuh cinta itu berjuta rasanya. Tapi mungkinkah kita sadar dan ingat bahwa jatuh cinta pada pandangan pertama itu indah?. Namun jika kita pandang dari tuntunan agama islam ada pepatah yang mengungkapkan, “Pandangan pertama itu adalah nikmat kemudian pandangan kedua adalah kiamat”. Dari kata kata tersebut dapat kita ketahui bahwa sah sah saja kita jatuh cinta pada pandangan pertama, menyukai lawan jenis adalah sikap yang manusiawi dan normal.
Yang membuat bahaya adalah ketika sudah masuk fase ketergantungan akan perasaan berupa pacaran, dan selanjutnya melakukan kontak fisik yang melampaui batas kewajaran. Dan sampai pada tingkatan perzinaan. Zina di sini ada berbagai macam dan semua harus kita hindari karena itu merupakan perbuatan terlarang dan dosa.
Bersegeralah Jangan Menunda-nunda
Ungakapan “Cinta yang sejati menghantarkan surga’’ semua orang merasa menginginkan cinta dan jodoh dunia akhirat. Bukan hanya pacaran saja yang hanya sementara. Keinginan untuk membina hubungan yang berkelanjutan ke jenjang yang lebih serius adalah sesuatu yang sangat di idam idamkan oleh pria atau pun wanita. Sering muncul rasa bimbang antara menerima dan meneruskan hubungan yang sejak awal sudah dibina dan dipertahankan.
Jika sejak awal sudah berlangsung hubungan yang direncanakan akan bermuara pada pernikahan. Maka bersegeralah jangan menunda-nunda, tunggu apa lagi yakin bahwa ia adalah jodoh yang terbaik yang dikirimkan dan sudah ditakdirkan oleh Alloh kepada kita. Dan jika jodoh atau pasangan kita datang melalui prroses perjodohan.
Kita juga harus berbesar hati mungkin ada sedikit rasa keterpaksaan dalam diri, tapi yakinlah dengan ta’aruf beberapa waktu hati akan menerima cinta tulus dengan ikhlas hasil perjodohan tersebut. Perjodohan, pernikahan adalah hal yang sangat sakral, sunnah Rasullullah yang sangat besar, bersegeralah dan yakinlah dia adalah jodohmu.
Editor : Amanat Solikah
