f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
guru

Guru, Ujung Tombak Suksesnya Pembelajaran di Masa Pandemi

­­

Akibat adanya pandemi Covid-19, proses belajar mengajar di sekolah dilakukan secara daring melalui berbagai Learning Management System (LMS) ; seperti Edmodo, Moodle, dan Google Classroom, video conference, maupun aplikasi chatting seperti WhatsApp. Beralihnya pembelajaran dari luring menjadi daring tersebut tentu memunculkan berbagai permasalahan baru yang menghambat jalannya proses belajar mengajar.

Kreatif di Masa Krisi

Secara umum, berbagai kendala tersebut di antaranya yaitu guru yang mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi secara elektronik, siswa malas dalam belajar karena seringkali guru hanya memberikan tumpukan tugas, koneksi internet yang tidak stabil di berbagai daerah terpencil, dan sebagainya. Berbagai keterbatasan tersebut pada akhirnya menjadikan guru sebagai satu-satunya ujung tombak suksesnya pembelajaran di masa yang serba sulit ini.

Guru sebagai pengelola atau manager dalam proses belajar mengajar mempunyai peranan yang sangat penting dalam upaya mengubah segala keterbatasan yang ada menjadi suatu kekuatan; yang menjadikan siswa tetap mampu memperoleh ilmu pengetahuan sebagaimana mestinya. Guru dapat mengelola pembelajaran dengan sedemikian rupa; sehingga segala kendala dalam pembelajaran daring dapat ditekan dan digantikan dengan pembelajaran alternatif yang paling memungkinkan.

Untuk menyukseskan tujuan tersebut, guru diharapkan mampu untuk kreatif dalam menghadapi kondisi dan keterbatasan yang ada serta mampu membaca segala potensi dan peluang di masing-masing daerah; yang tentu akan berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Tantangan Pendidik di Masa Pandemi

Misalnya jika guru berada di daerah yang terkendala dengan sinyal sehingga tidak bisa melakukan kelas secara virtual; maka guru dapat menerapkan pembelajaran berbasis Jelajah Alam Sekitar (JAS) dengan cara memanfaatkan alam sebagai sumber belajar. Akan tetapi, pendidik tetap memberikan arahan dan bimbingan tentang bagaimana siswa harus menemukan pengetahuannya; misalnya yaitu dengan bantuan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dikembangkan sendiri.

Baca Juga  Yang Harus Dirawat Jika Pandemi Telah Lewat

Sebaliknya, di daerah perkotaan yang kondisi sinyal stabil, terkadang siswa justru menjadi malas untuk belajar dan lebih tertarik dengan berbagai hiburan seperi game dan media sosial. Menghadapi situasi tersebut, guru misalnya dapat menggunakan strategi pembelajaran aktif, di mana keaktifan siswa menjadi komponen penting dalam penilaian. Dengan begitu, siswa akan bersemangat untuk menguasai materi yang diberikan guru serta berlomba-lomba untuk aktif di dalam kelas; misalnya dengan cara menjawab pertanyaan kuis yang diberikan di sela-sela pembelajaran virtual dengan video conference.

Adanya berbagai keadaan tersebut sebenarnya mengharuskan guru untuk terus beradaptasi. Guru harus selalu mengupgrade berbagai keterampilan yang mungkin belum pernah diketahui sebelumnya; demi mampu menyajikan pembelajaran yang tidak hanya efektif bagi siswa untuk menemukan pengetahuan, tetapi juga membuat siswa senang dalam belajar.

Berbagai hal tersebut merupakan salah satu tugas berat guru sebagai seorang pendidik yang berkewajiban untuk terus mencerdaskan kehidupan bangsa, walau bagaimanapun keadaannya. Dalam berbagai keterbatasan pun, tetapi jika pendidik mampu beradaptasi dengan melakukan berbagai inovasi dalam pembelajarannya; maka segala kendala dalam pembelajaran tersebut dapat teratasi dengan baik. Maka tak heran jika disebut sebagai ujung tombak suksesnya pembelajaran di masa pandemi ini.

Bangkitkan Semangat, Wujudkan Merdeka Belajar

Hingga diperingatinya Hari Guru Nasional pada 25 November 2020; guru setidaknya telah menunjukkan kerja kerasnya selama hampir satu semester dalam upaya memberikan pembelajaran daring di tengah pandemi Covid-19. Guru menunjukkan semangatnya untuk mempelajari berbagai LMS yang digunakan dalam pembelajaran daring; mengupayakan agar dapat tetap memberikan materi kepada siswa dengan membuat bahan ajar dalam bentuk elektronik sehingga dapat dikirimkan kepada siswa. Seorang guru menghadirkan virtual laboratory sebagai pengganti laboratorium di sekolah, terus memantau dan memberikan motivasi kepada siswa untuk belajar, dan berbagai peran lainnya. Bahkan, di berbagai daerah zona hijau, mereka rela untuk mendatangi siswa-siswanya dari rumah ke rumah untuk membimbing siswa dalam belajar.

Baca Juga  Risalah Insyaallah dalam Pandemi Covid-19

Terlebih, dengan semangat Hari Guru Nasional yang bertemakan “Bangkitkan Semangat, Wujudkan Merdeka Belajar” ini, guru diharapkan terus berupaya agar dapat meningkatkan semangat siswa dalam belajar meskipun dengan segala keterbatasan yang ada. Dan dengan segala keterbatasan tersebut, siswa justru dapat memulai untuk belajar secara merdeka sebagaimana kurikulum yang dicanangkan oleh pemerintah.

Maka dari itu, guru diharapkan tidak sekedar memberikan tugas kepada siswa; tetapi juga dapat membimbing siswa untuk melakukan berbagai kegiatan di mana siswa dapat belajar dengan segala sumber daya yang dimiliki di sekitar tempat tinggalnya sebagai sumber belajar. Guru dalam hal ini berperan sebagai fasilitator agar siswa benar-benar mengerti tentang tugas yang harus ia lakukan dalam proses menemukan pengetahuan; serta sebagai motivator yang memastikan bahwa siswa memiliki semangat dan motivasi yang tinggi dalam belajar.

Selamat Haru Guru Nasional bagi seluruh guru yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Semoga ujian pandemi ini semakin menguatkan pundak guru dalam usaha mendidik dan menghadirkan pembelajaran yang berkualitas bagi generasi penerus bangsa di masa mendatang, meski di tengah segala keterbatasan. Semoga dengan segala keterbatasan tersebut justru menjadikan siswa semakin mandiri dan merdeka dalam belajar. Bangkitkan Semangat, Wujudkan Merdeka Belajar.

Bagikan
Post a Comment