f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
korea-an

Suka Korea-an, Apa Dampaknya?

Rahmania tahu Korea-an? Pasti tahu, dong! Kan sekarang masih viral, salah satu yang masih viral sampai sekarang adalah lagu “I Can’t Stop Me” yang dinyanyikan oleh Twice. Yups, benar! Korea-an adalah sesuatu hal yang berbau dari negara Korea baik dari film dramanya, lagunya, teknologinya, makanannya dan hal-hal lainnya. Namun, di sini saya akan bahas yang paling banyak dicintai oleh manusia zaman sekarang, baik itu muda maupun tua yaitu film drama (drakor) dan lagunya (K-pop).

Di Indonesia, ada yang hanya menyukai drakor, ada juga yang hanya suka menyukai lagu K-pop, ataupun keduanya. Saya pun termasuk yang menyukai keduanya namun secara bertahap. Dulu sejak awal saya sekolah di tingkat SMP, tidak ada ketertarikan atau tidak ada minat sama sekali hal-hal yang berbau Korea-an. Bahkan Korea-an termasuk salah satu hal yang paling saya benci.

Suka Korea-an

Awal mula saya mengenal Korea-an, muncul seorang teman di kelas 2 SMP atau kelas 8. Saya belum terlalu akrab dengannya bahkan mendekatinya pun canggung karena dia masih anak baru di kelas saya. Hari demi hari saya pun mulai mengenalnya, hingga akhirnya saya mengetahui bahwa dia menyukai drakor dan K-pop, yups benar Korea-an.

Saya pun mulai mengenal Korea-an hanya sekilas dari dia. Yang ada di dalam hati saya, “Ah, apaan sih! nonton begituan, joget-jogetan ga jelas, cowok-cowoknya kayak banci, namanya ribet banget pake park segala udah kayak taman, bahasanya juga kayak bahasa alien belakangnya serba huruf O”. Hinaan yang ada di dalam hati seperti ini tidak selalu saya utarakan kepadanya. Tindakan rasa ketidaksukaan saya yaitu saya hanya menjauhi apa yang ditontonnya.

Baca Juga  Menimbang Kembali Menjadi “Bucin” Artis Idola

Tentu yang menghina seperti ini tidak hanya saya, saudara saya pun juga ada yang mengutarakan rasa ketidaksukaannya kepada saya hingga sekarang ini; mereka banyak yang bertanya dengan nada seperti mengejek, “Lu kenapa sih na suka Korea?” atau “Korea itu kayak banci” atau “Bukan Korea kali, KORENGAN!” dan bla bla masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan. Hinaan seperti ini sama seperti hinaan saya kepada teman saya pada waktu lalu. Rasanya seperti ada yang membelit hati saya tapi bukan ular dan otak yang tiba-tiba memanas.

Memang benar, kata orang-orang, karma itu pasti ada walaupun dibalas dengan orang yang berbeda dengan orang pada waktu lalu. Saya agak kecewa dengan hinaan yang saya hadapi karena saya sudah mulai menyukai hal Korea-an.

Benci yang Jadi Suka

Bagaimana bisa dulunya benci jadi suka? Ini bukanlah hal yang sama seperti halnya film FTV Indonesia yang lazimnya saling benci lalu jadi saling menyukai yang lama-lama menjadi saling mencintai dan ujungnya pacaran. Dulu saya bisa menyukainya karena pada awalnya saya mengerjakan tugas kelompok di rumah teman saya, dan setelah selesai kita menonton drakor.

Film drakor pertama yang saya sukai adalah Kill Me Heal Me pada tahun 2015. Film ini memang bergenre romantsc tapi tidak selalu mengusung tema percintaan. Drama korea yang satu ini sangat unik karena diwarnai oleh tokoh yang memiliki kepribadian yang unik; yaitu memiliki kepribadian yang terpecah menjadi tujuh identitas berbeda. Berdasarkan film ini, hal ini terjadi disebabkan pengalaman traumatis yang pernah dialaminya pada masa kecil.

Pada waktu itu, saya benar-benar tidak mengetahui ada penyakit yang seperti itu di dunia ini. Melihat dari situs web halodoc.com nama penyakit tersebut adalah kepribadian ganda. Menurut alodokter.com, kepribadian ganda adalah kondisi di mana seseorang  yang memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda, atau bisa juga disebut gangguan identitas disosiatif atau dissosiative identity disorder (DID).

Dampak Positif Korea-an

Nah sekarang sudah terlihat kan kenapa saya menyukai drakor yang ini? Tidak hanya mengetahui adanya penyakit kepribadian ganda, tapi saya juga mendapatkan pengetahuan bagaimana cara mencegah munculnya penyakit ini; karena hal ini bahaya sekali jika terdapat kepribadian yang sifatnya killer dan berakibat membunuh dirinya sendiri. Apakah di Indonesia ada penyakit seperti ini? Mungkin saja ada kan buat jaga-jaga.

Baca Juga  Kisah Seorang Ahli Ibadah yang Berzina

Tidak hanya drama korea Kill Me Heal Me, ada drama korea yang paling saya sukai diantara drakor-drakor yang pernah saya tonton yaitu berjudul I Am Not Robot pada tahun 2017. Temanya sama seperti Kill Me Heal Me yaitu percintaan, lebih tepatnya lagi cinta segitiga antara sang mantan dengan calonnya. Hal unik dari film ini adalah memakai teknologinya yang sudah sangat canggih.

Di dalam ceritanya, ada seorang laki-laki yang akan menjadi calonnya mempunyai suatu penyakit yaitu alergi terhadap sentuhan manusia. Oleh karena itu, professor membuat robot yang sangat mirip dengan seorang perempuan, sang mantan kekasihnya. Tiba-tiba robot yang telah dibuatnya rusak karena terkena tumpahan air kopi, dan langsung digantikan oleh perempuan yang sangat mirip dengan robotnya. Alhasil perempuan yang dikirim ke rumah laki-laki yang mempunyai penyakit tersebut berpura-pura menjadi robot.

Perempuan ini sangat kreatif sekali dapat berakting menjadi robot di hadapannya walaupun dalam kondisi yang hampir saja akan ketahuan bahwa dia bukan robot melainkan manusia.

Idol Korea

Tidak hanya drama Korea, ada lagu K-pop pertama yang saya sukai yaitu How You Like That yang dinyanyikan oleh Blackpink pada tahun 2020. Blackpink adalah girl band yang berasal dari Korea yang lagunya sedang trending saat ini di media sosial, baik itu di youtube, instagram, maupun tik-tok. Mereka saat ini sukses mencapai rekor lagu K-pop terbaik.

Tidak hanya lagu How You Like That, tetapi juga ada lagu Ice Cream bersama Selena Gomez, Lovesick Girls, Pretty Savage, dan masih banyak lagi lagu yang telah dikeluarkannya pada tahun ini. Tidak hanya lagu, mereka merayakan kesuksesannya dengan membuat film yang berjudul “Light Up The Sky”. Film ini adalah perjuangan mereka dari awal mereka dalam proses penyeleksian hingga seperti sekarang ini. Dengan ini, saya menjadi termotivasi ingin menjadi orang yang terhebat yang bermula dari Blackpink ini.

Baca Juga  Seorang Kakek, Para Astronot dan Perbaikan Ekologi

Dengan demikian, Korea-an itu sebenarnya tidak buruk untuk disukai. Terkadang kita hanya melihat suatu kesalahan kecil menjadi besar oleh kita sehingga tidak tampak sesuatu hal yang baik dan bagus darinya. Marilah kita mengambil sisi positifnya, singkirlah dan buanglah jika kita mendapat dampak negatifnya yang membuat kita selangkah mundur ke belakang untuk dunia dan akhirat kita nanti. Ingat! Tidak hanya Anda tetapi juga saya pribadi.              

Bagikan
Comments
  • ningrum

    waah….. semangat terus author untuk menulis setiap karyanya >-<

    November 10, 2020
  • Imelia

    Thank you.. Afifah. Pasti… Kamu juga semangat yaw 😘

    November 10, 2020
Post a Comment