f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
menderita

Melihat Semar dalam Diri Gus Dur

Semar dan Gus Dur adalah satu kesatuan. Setiap melihat tokoh pewayangan Semar, kita akan melihat Gus Dur. Dan setiap melihat Semar kita akan melihat Gus Dur.

17 Agustus

Bulan Agustus merupakan bulan yang istimewa bagi bangsa Indonesia. Pasalnya di bulan tersebut kemerdekaan Indonesia dikumandangkan oleh pahlawan kebangsaan Presiden Ir. Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945.

Perayaan Hari Kemerdekaan RI biasanya digelar dengan meriah, baik di kota maupun di desa-desa. Di desa saya sendiri, menjelang pertengahan bulan Agustus semua orang berbondong-bondong melakukan kerja bakti membersihkan desa.

Selepas desa kami bersih warga desa biasanya akan mengecat jalanan, pagar-pagar, memasang bendera merah putih, umbul-umbul aneka warna, dan atribut kemerdekaan lainnya di rumah-rumah atau pinggir-pinggir jalan. Semua berantusias dengan gembira dan senang.

Euforia Kemerdekaan Indonesia

Ada banyak sekali kegiatan menyambut kemerdekaan. Mulai dari malam tirakatan menjelang 17 Agustus dilanjutkan upacara bendera di pagi harinya, dan juga lomba-lomba.

Tapi bagi saya yang paling menarik adalah malam tirakatan. Karena di malam tirakatan desa saya akan menggelar pagelaran pewayangan. Dan itu adalah hiburan pesta rakyat yang luar biasa. Bahkan melebihi pesta demokrasi. Ya, karena pesta itu dari rakyat dan untuk rakyat.

Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, orang tua akan berbondong-bondong ke kelurahan untuk menonton partunjukan wayang. Pertunjukan wayang kulit biasanya dimainkan oleh dalang dan seringkali dipentaskan semalam suntuk.

Lakon yang dimainkan pun juga bermacam-macam. Umumnya mengangkat kisah Mahabharata dan Ramayana. Dan ada satu tokoh dalam pewayangan yang sangat saya kagumi. Yakni Semar. Semar merupakan nama tokoh punakawan atau abdi paling utama dalam pewayangan. Semar mempunyai bentuk fisik tubuh yang bulat dan dikenal jenaka.

Baca Juga  Para Sahabiyyah yang Bekerja di Luar Rumah
Gus Dur dan Semar

Setiap melihat tokoh pewayangan Semar yang bertubuh bulat, saya selalu teringat pada seorang tokoh perdamaian dunia, yakni Gus Dur. Tak hanya itu entah kebetulan atau tidak, sifat-sifat yang dimiliki Semar ada dalam Gus Dur.

Seperi halnya Semar yang sering membuat punokawan dan tokoh pewayangan lainnya tertawa, Gus Dur pun begitu. Bahkan Gus Dur tak hanya membuat kawannya tertawa, tapi semua orang bisa tertawa karena saking jenakanya Gus Dur.

Bayangkan, tokoh pemimpin dunia seperti Bill Clinton dari negeri kapitalis utama dan Fidel Castro dari negeri komunis kawakan telah berhasil dibuatnya terpingkal.

Bagi Gus Dur, humor merupakan senjata. Senjata untuk menghibur diri, membuat keakraban, mengkritik, dan senjata menjaga perdamaian.

Selain memiliki sifat jenaka, Semar juga memiliki jiwa yang bijaksana mencakup sifat tidak mementingkan egonya. Lagi-lagi jiwa ini terdapat dalam diri Gus Dur.

Tudahan Korupsi

23 Juli 2001 Gus Dur dilengserkan secara politis oleh parlemen melalui Sidang Istimewa (SI) MPR RI. Gus Dur dilengserkan karena dituduh korupsi Buloggate dan Brunaigatte yang belum terbukti hingga saat ini.

Kala itu, 300.000 relawan berani mati siap berangkat ke Jakarta untuk membela Gus Dur dari upaya pelengseran oleh parlemen. Namun, Gus Dur lebih memilih menurunkan egonya dan menahan relawan tersebut. Beliau tidak mau ada kerusuhan dan pertumpahan sesama anak bangsa. Beliau lebih memilih keluar istana dengan celana pendek dan kaos oblong dari pada harus ada pertumpahan darah.

Selain bersifat jenaka dan bijaksana, dalam pewayangan Semar diketahui meiliki kecerdasan dan pengetahuan yang tinggi. Hal ini senada dengan dengan K.H Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Baca Juga  Makna Yang Tertimbun Sepi
Pengetahuan Seluas Samudera

Sekretaris Kabinet Indonesia pada masa Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Marsilam Simanjuntak menegaskan bahwa Gus Dur merupakan pribadi yang cerdas dan memiliki pengetahuan yang luas. Kecerdasan itu terlihat dari cara berpikir, daya ingat yang kuat dan banyaknya buku yang beliau baca.

Buku-buku tentang sejarah riwayat hidup, kesusastraan dunia, filsafat, fiksi, olahraga, film, dan agama beliau baca. Dan dengan segala potensi yang dipunyainya berkembang menghasilkan pribadi intelektual yang diakui sampai dunia internasional.

Semar juga terkenal sebagai tokoh yang mengajarkan toleransi. Dalam versi islam kata Semar berasal dari kata ismar yang berarti paku. Suatu simbol perekat dan pemersatu.

Toleransi dan Persatuan

Toleransi dan persatuan itulah yang diperjuangkan Gus Dur sehingga dalam perjalanan hidupnya Gus Dur dikenal tokoh kemanusiaan dan ikon toleransi Indonesia. Hal itu sangat terlihat jelas ketika Gus Dur berjuang membela kaum minoritas Khonghuchu dan rela dimusuhi oleh umatnya sendiri.

Kurang lebih 32 tahun, agama Khonghuchu mengalami diskriminasi karena adanya Instruksi Presiden Soeharto yang melarang dan membatasi kegiatan keturunan cina. Sebagai pemimpin yang mempunyai jiwa toleransi yang tinggi, Gus Dur dengan keberaniannya mencabut peraturan itu. Dan beliau harus rela dihina dan dimusuhi oleh kaum agamanya sendiri. Tapi Gus Dur tetap tak goyah memperjuangkannya.

Karena bagi Gus Dur, semua golongan, etnis, suku di Indonesia memiliki harkat dan martabat yang sama. Kata Gus Dur begini. Memuliakan manusia berarti memuliakan penciptanya. Merendahkan dan menistakan manusia berarti merendahkan dan menistakan penciptanya.

Gus Dur adalah Semar

Dari sekian  sifat-sifat semar yang ada dalam diri Gus Dur, saya yakin sekali bahwa jiwa Semar ada dalam diri Gus Dur. Dan Gus Dur ada di dalam tokoh pewayangan itu. Atau jangan-jangan Gus Dur adalah Semar itu sendiri?

Entahlah, yang jelas kami sangat merindukan manusia yang memanusiakan manusia sepertimu, Gus.




Bagikan
Comments
  • Muhlisin

    The Brillliant article

    Agustus 21, 2020
Post a Comment