f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
peranan ayah

Peranan Ayah dalam Keluarga Perspektif Pemikir Muslim Kontemporer

Pada hakikatnya,  persamaan manusia bukan terletak pada sifat mereka, yang sudah barang tentu berbeda satu dengan yang lainnya, melainkan bahwa bagi semua orang selalu tersedia kemungkinan untuk menyadari sifat merek yang  teomorfis dan memenuhi tujuan eksistensi mereka. Termasuk kesadaran akan peran seorang laki-laki atau ayah dalam keluarga.

Keluarga pada umumnya dipahami sebagai sebuah institusi terkecil di dalam masyarakat  yang berfungsi sebagai wahana untuk mewujudkan kehidupan yang tentram, aman, damai dan sejahtera dalam suasana cinta dan kasih sayang di antara anggotanya (Mufidah CH, 2014: 33).

Peran produktif diambil oleh laki-laki (ayah) karena dia dianggap lebih kuat, struktur dan kekuatan fisiknya mendukung memiliki kelebihan emosional maupun mental dibanding perempuan sebagaimana yang tercantum dalam QS. An-Nisa: 34. Intinya dalam ayat tersebut menyebutkan bahwa laklaki adalah pemimpin atas perempuan.

Syed Hossein Nasr memandang peranan ayah dalam sebuah keluarga secara menarik sekali. Reputasi Syed Hossein Nasr sebagai salah satu filosof Muslim yang memiliki keahlian dalam  kajian Islam. Termasuk dalam memandang syari’ah sebagai Hukum Tuhan, dalam pengertian ia adalah pelembagaan kehendak-Nya, dengan mana manusia harus hidup baik secara individu maupun bermasyarakat.

Dipandang dari perspektif struktur masyarakat, ajaran syari’ah menekankan peranan keluarga sebagai unit masyarakat. Tentu keluarga dalam pengertian luas, bukan dalam bentuk modern yang sempit.

Sejarah pernah mencatat bahwa perubahan sosial yang penting Nabi Muhammad Saw lakukan di Madinah ialah meruntuhkan ikatan kesukuan dan menggantinya dengan ikatan keagamaan yang di satu pihak berhubungan dengan totalitas masyarakat Muslim dan di lain pihak dengan keluarga. Oleh karenanya, keluarga muslim adalah miniatur masyarakat dan menjadi dasarnya.

Peranan Ayah dalam Keluarga

Setidaknya ada tiga peranan yang dijalankan oleh seorang ayah dalam keluarga perspektif Syed Hossein Nasr (Syed Hossein Nasr, 2015: 90). Pertama, dalam sebuah keluarga, ayah berfungsi sebagai imam (pemimpin). Hal  ini juga sesuai dengan sistem Islam yang patriarkhat. Artinya kewajiban keagamaan terletak di bahunya. Kedua, dalam pengertian tertentu, Syed Hossein Nasr menyebut peranan ayah seperti pendeta. Karena ia melakukan ritus yang di dalam agama lain diserahkan kepada pendeta.

Baca Juga  Nak, Kamu Paling Sayang pada Siapa?

Ketiga, di dalam keluarga, sang ayah menegakkan ajaran agama dan otoritasnya melambangkan otoritas Tuhan di bumi. Sang ayah dihormati dalam keluarga karena fungsi keimanan yang ia jalankan. Di rumah, seorang wanita memerintah sebagai ratu, dan dalam pengertian ini seorang pria muslim menjadi tamu istrinya di rumah.

Syariah memberi pria kelebihan otoritas politik dan sosial serta mobilitas untuk mana ia harus membayar dengan memikul tanggung jawab yang berat, dengan melindungi keluarganya dari berbagai tekanan masyarakat, ekonomi dan lain-lain. Meskipun secara umum pria yang menjadi kepala rumah tangga dan menjadi imam dalam kelauarganya, pria juga bertindak di rumahnya sebagai orang yang mengakui kekuasaan istrinya dan menghormatinya.

Dengan saling memberi pengertian dan kesadaran tentang tanggung jawab yang diletakkan Tuhan di bahu masing-masing pria dan wanita muslim akan dapat menjalani kehidupan pribadi mereka dan menciptakan keluarga yang kokoh, yang menjadi struktur dasar bagi masyarakat Muslim.

Dalam pandangan Islam, soal persamaan hak antara  pria dan wanita tidaklah begitu  berarti. Itu serupa dengan mempersamakan bunga mawar dan bunga yasmin. Masing-masing memiliki wangi, warna, bentuk dan keindahan tersendiri. Wanita tidak sejajar dengan pria. Begitu pua pria tidak sejajar dengan wanita. Islam memandang peranan mereka bukan sebagai sesuatu yang bersaingan melainkan berfungsi komplementer. Sebab, masing-masing mempunyai tugas dan fungsi tersendiri sesuai dengan sifat dan pembawaanyang berbeda-beda (Syed Hossein Nase, 2015: 92).

Tantangan Menjadi Pemimpin dalam Keluarga

Dalam beberapa kasus, pemberontakan wanita muslimah di beberapa bagian masyarakat Islam  menurut Syed Hossein Nasr timbul karena kaum pria tidak lagi mampu menjalankan fungsi keagamaan dan kehilangan sifat kelaki-lakian dan watak patriarkhat mereka. Dengan begitu mereka menimbulkan reaksi pemberontakan di antara para wanita yang tidak lagi  merasakan otoritas keagamaan  atas diri mereka sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya.

Baca Juga  Pentingnya Ilmu tentang Meng- ASI -hi

Seperti yang pernah ditulis oleh Jalaluddin Rahmat (Jalaluddin Rahmat, 2004: 195) bahwa kita sekarang berada pada masyarakat industri. Di mana kehadiran wanita di pasaran kerja, kegiatan mereka di pabrik-pabrik, perlombaan mereka mengejar karir agaknya cukup mengacaukan peran wanita.

Kegelisahan wanita hari ini terjadi karena kekacauan peran (role confusion). Citra wanita yang menjadi rujukan (frame of reference) tumpang-tindih. Di mana ibunya mengajarkan ia untuk mendampingi suami dan berkhidmat kepadanya. Sementara keadaan  seperti adanya tekanan ekonomi menuntutnya untuk bekerja di samping laki-laki yang bukan keluarganya.

Kendati banyak tantangan yang dihadapi, saya kira, Islam selalu memiliki jawaban atas kemelut kepemimpian seorang laki-laki dalam sebuah keluarga. Terutama ketika kita merujuk kepada Nabi Muhammad Saw sebagi seorang pemimpin yang ditaati karena cinta. Kendati demikian bukan berarti Nabi tidak berwibawa. Justru Nabi sangat berwibawa. Bukan  karena menggunakan kekerasan, kekuasaan atau kekayaan. Nabi berwibawa karena dicintai oleh umatnya.

Referensi:

Ch, Mufidah. Psikologi Keluarga Islam: Berwawasan Gender (Malang: UIN-Malik Press, 2014).
Nasr, Syed Hossein. Islam dalam Cita dan Fakta (Yogyakarta: Gading Publishimg, 2015).
Rakhmat, Jalaluddin. Islam Aktual: Refleksi Sosial Seorang Cendekiawan Muslim  (Bandung: Mizan Pustaka, 2004).

Bagikan
Post a Comment