f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
bapak rumah tangga

Menjadi Bapak Rumah Tangga yang Asyik

Saya bukan orang yang memperhatikan tanggal-tanggal yang katanya penting, karena menurut saya setiap hari adalah sama saja, selalu special dengan cerita-cerita yang berbeda. Jadi, saya tidak terlalu memperhatikan bahwa bulan ini ada Hari Ayah Nasional, tanggal 12 Nopember kemarin. Saya baru menyadarinya ketika Feren, si bungsu, mengajak saya mempersiapkan sesuatu untuk papanya.

“Ih, segitunya. Emang penting banget ya kasih sesuatu buat Papa?”, tanya saya penasaran.

“Iyalah, Papa itu keren. Semua hal bisa, jadi harus dapet penghargaan khusus”. Saya agak melongo mendengar jawabannya. Tak pernah menyangka bahwa ternyata selama ini anak bungsu saya merekam segala hal baik yang orang tuanya lakukan.

Saya jadi ingat beberapa waktu lalu, Nick, anak saya yang pertama, melakukan suatu hal yang membuat papanya agak jengkel. Nick mengatakan bahwa dia merasa malu tidak bisa menjadi orang seperti papa. Baginya, papa adalah sosok sempurna, yang selalu bisa mengatasi dan mengerti segala hal dengan sangat baik. Hampir tak pernah ada kesulitan yang tak teratasi jika papa sudah turun tangan.

Hal-hal baik yang direkam oleh pemikiran anak-anak saya tak lepas dari sikap dan teladan yang selalu diberikan oleh suami saya kepada anak-anaknya. Dia selalu memberikan contoh kepada anak-anaknya, yang kebetulan lelaki semua, bahwa lelaki harus siap menjadi tulang punggung. Untuk itu, seorang lelaki harus memiliki kapasitas, ketangguhan dan tanggung jawab yang mumpuni untuk memimpin keluarganya. Tak peduli bahwa lelaki itu terlahir sebagai anak sulung atau anak bungsu, tetap saja dia adalah lelaki yang suatu saat akan menjadi pemimpin dalam keluarganya sendiri, kelak.

Menurutnya, seorang pemimpin keluarga tak hanya bertanggung jawab dalam pemenuhan kebutuhan rumah, tetapi juga bertanggung jawab dengan kenyamanan, kebahagiaan, ketentraman dan kedamaian dalam rumah. Bagaimana mengkondisikan suasanan rumah agar tetap asyik, homy dan benar-benar menjadi tempat pulang ternyaman untuk kami semua, anggota keluarganya.

Baca Juga  Narkoba Penghancur Bangsa

Ah iya, saya jadi teringat dengan kejadian beberapa bulan yang lalu, ketika lampu rumah tiba-tiba byar pet, mati hidup dengan sendirinya. Untung saja, saya bukan penyuka film horor, jadi tak ada pemikiran aneh-aneh dengan kejadian tersebut. Hi hi. Semula berpikir  mungkin ada alat elektronik yang makan watt-nya terlalu banyak. Eh, tapi biasanya juga lancar-lancar saja meskipun lampu dan alat-alat elektronik lain dalam kondisi nyala semua.

Dengan tenang, pak suami berkata, “Udah, kamu duduk nyaman aja, jaga Feren. Aku dan Nick yang atasi”. Kemudian dia memeriksa kondisi tersebut sambil tak lupa memerintahkan si sulung menghidupkan lampu darurat sebagai penerangan sementara. Takutnya Feren nyelonong di jalur yang berbahaya, secara dia anak kecil yang suka ingin tahu banyak hal. Kemudian berdua dengan si sulung, suami saya mencari penyebab masalah byar pet tersebut.

Setelah ditelusuri, akhirnya ketemu penyakitnya. Ternyata ada stop kontak yang lembab. Akhirnya, selain karena sudah malam, keterbatasan peralatan serta kemampuan membuat suami saya mengambil jalan pintas. Memotong kabel-kabel dan saluran yang berpotensi bahaya. Penyelesaian sementara, dijumper aja beberapa saluran yang diperlukan. Yang penting ada yang bisa digunakan untuk melanjutkan hidup sampai esok hari menunggu ahli listrik membereskannya. Eh.

Satu hal yang saya dan anak-anak pelajari dari tindakan pemimpin keluarga kami ini adalah, meskipun tak memiliki kemampuan membereskan masalah, tetapi paling tidak harus mampu memberikan rasa aman serta nyaman kepada anak istrinya. Ya, memang permasalahan byar pet lampu belum sepenuhnya beres, tetapi paling tidak malam itu kami tidak perlu panik, tidak perlu kerepotan dengan lampu yang tidak jelas jluntrungnya.

Seorang pemimpin rumah tangga harus memahami situasi dan tahu apa yang harus ia lakukan saat terjadi sesuatu. Apa jadinya jika suami saya tak memiliki kecakapan menangani masalah. Mungkin malam itu kami hanya bisa pasrah, menunggu tukang listrik hingga esok hari. Tetapi yang suami saya perbuat, meskipun tidak memiliki kemampuan yang handal menangani listrik, paling tidak memiliki sedikit pengetahuan, memahami situasi dan tahu tindakan awal agar anak dan istrinya tidak gelap-gelapan malam itu.

Baca Juga  Enam Tahun Merawat RahmaID: Refleksi Tentang Cinta, Ketangguhan, dan Masa Depan

Tanpa sadar, beberapa hal kecil yang suami saya lakukan terhadap keluarganya telah memberikan teladan mengenai bagaimana harusnya bertindak sebagai kepala rumah tangga, saat terjadi masalah. Anak-anak melihat, merasakan dan terlibat sendiri secara langsung dalam peran bapaknya untuk melindungi dan memberikan rasa aman serta nyaman di dalam rumah.

Saya jadi teringat, suami saya pernah bercerita bahwa sejak SMP dia telah diajari dan dilatih untuk terlibat dalam penyelesaian masalah rumah. Seringkali diajak kakaknya untuk membongkar dan memperbaiki sepeda motor yang rusak. Seringkali pula diajak dan akhirnya disuruh berbelanja ke pasar. Pernah juga diminta untuk menjaga keponakannya yang masih kecil-kecil. Mungkin terlihat sepele, tetapi hal-hal remeh, dan sepertinya bukan sebuah keterampilan yang berarti, ternyata sangat berguna untuk menjadi bekal dalam perannya sebagai kepala rumah tangga sekarang.

Saya juga memiliki bapak yang tak pernah segan memegang sapu, turun ke dapur untuk masak, bahkan membantu ibu mencuci baju. Saya ingat sekali, dulu ketika masih kecil (kalau gak salah sekitar kelas 2 atau 3 SD) setiap Jumat (bapak libur kerja pada hari Jumat), bapak dan ibu bekerja sama menyelesaikan segunung seterikaan. Bapak yang bertugas mengatur arang agar tetap panas (waktu itu masih menggunakan seterika arang), ibu yang bertugas menyeterika pakaian. Kerja sama yang manis kan?

Saya juga ingat banget bagaimana ibu sering ngomel saat bumbu-bumbu dapurnya berkurang dengan sangat cepat ketika bapak dengan senang hati masak nasi goreng favorit kami. Yes, nasi goreng buatan bapak sangat nikmat, karena selalu menggunakan bumbu yang lengkap dan buanyak. Ha ha.

Bagikan
Post a Comment