Satu Abad Lebih Kehadiran Kepemimpinan ‘Aisyiyah yang Transformatif
‘Aisyiyah merupakan salah satu organisasi bagi perempuan Muhammadiyah yang bergerak dalam ranah sosial, pendidikan, kesehatan, dan keagamaan. Kehadiran ‘Aisyiyah selama satu abad dengan kepemimpinan yang baik dari masa ke masa telah memberi kontribusi besar.
Guna menjawab problem di masyarakat yang semakin kompleks, sebagai gerakan perempuan Muslim Berkemajuan. ‘Aisyiyah melalui kepemimpinan transformatif di harapkan mamenjadi wadah bagi terciptanya perubahan sosial ke arah yang lebih baik di masa depan.
Pemimpin yang transformatif adalah pemimpin tersebut harus mempunyai pandangan dan orientasi ke masa depan. Maksudnya memiliki pandangan Islam Berkemajuan, menggerakkan organisasi, membawa perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik tanpa terpenuhinya syarat tersebut, kecil kemungkinan strategi dan pendekatan yang di harapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) Diyah Puspitarini dalam MuktamarTalk bertajuk “Kepemimpinan Transformatif ‘Aisyiyah di Masa Depan”. Menyampaikan istilah di Muhammadiyah bukan pengurus tapi pemimpin, itu artinya pemimpin di atas level kader. Kader itu inti penggerak. Pemimpin yang mengelola, dia harus bisa memimpin diri sendiri dan organisasi.
Menurutnya, apabila seseorang ingin menjadi pemimpin harus sudah bisa menyelesaikan persoalan masalah diri nya sendiri sebelum memimpin sebuah organisasi.
Seorang Pemimpin adalah Teladan
Sebagai pemimpin yang teladan atau panutan, di ihat dari memimpin diri sendiri. Kemudian mampu mengelola kader, dan segala sumber daya manusia yang ada di organisasi termasuk Nasyiah. Melihat dari perspektif anak muda, bahwasanya ”Aisyiyah menjadi teladan bukan hanya memimpin diri sendiri akan tetapi bagaimana memimpin dan mengelola sumber daya yang ada dan bagaimana bisa progresif dengan berbagai kondisi yang ada tidak hanya lokal tapi juga internasional.
Menurut Diyah, kepemimpinan ‘Aisyiyah mendatang bisa berkolabiorasi dengan anak-anak muda. Kolaborasi senior dan kader muda yang inovatif, kreatif, memiliki banyak jaringan.
Berbagai kompetensi kemampuan potensi yang ada di organisasi ‘Aisyiyah. Salah satu indikator progresif transformatif itu yaitu pertama regenerasi, kedua solutif dan memberikan pemecahan masalah dalam kondisi apapun. Contohnya digitalisasi menjadi sebuah tantangan karena setiap manusia di dunia sudah mengarah ke global citizenship. Kemudian tentang perubahan iklim dan persoalan sosial mengenai perempuan saat ini di Indonesia masih menjadi tanggung jawab dan PR baik dari tataran secara kemampuan dan kualitas pendidikan.
‘Aisyiyah Sebagai Organisasi Muslim Perempuan Progresif
‘Aisyiyah hadir memberikan pendidikan kepada kaum perempuan karena menurut Nyai Walidah, pendiri ‘Aisyiyah, perempuan tidak semestinya hanya mengetahui tugasnya dalam rumah tangga saja. Perempuan juga memiliki tugas dalam bermasyarakat dan bernegara. Hingga saat ini, masih tetap konsisten berkontribusi dalam memajukan pendidikan Indonesia. Selain pendidikan, juga dalam mengupayakan pemberdayaan perempuan pun masuk ke dalam ranah yang lain yaitu : kesehatan, kesejahteraan sosial, dakwah advokasi, dan ekonomi mandiri.
Menurut Diyah, keberadaan ‘Aisyiyah yang memberikan kontribusi besar untuk bangsa ini. ‘Aisyiyah sebagai organisasi progresif bukan hanya di Indonesia tapi dunia, karena tidak ada organisasi muslim perempuan yang seprogresif gerakan ini. Dan juga menjadi perintis pendidikan usia dini dan pendidikan kaum perempuan. Buktinya mengelola rumah sakit dan memiliki kampus universitas.

Mahasiswa tingkat akhir Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
