Kiat Pengasuhan Orang Tua Milenial Serta Strategi Problema Keluarga di Era 4.0
Memiliki buah hati merupakan hal yang didamba para pasangan setelah melangsungkan pernikahan. Kehadirannya sangatlah dinanti dan diharapkan. Menjaga kelangsungan hidup seorang anak merupakan sebuah tanggung jawab yang besar bagi orang tua , bukan hanya sekedar memberi makan tetapi juga menjaga, melindungi, mendidik dan memastikan tumbuh kembangnya. Mendidik seorang anak merupakan tantangan tersendiri bagi para orang tua. Terutama para orang tua milenial yang hidup di era revolusi industri. Belum lagi adanya masalah rumah tangga yang mengakibatkan pola asuh tidak maksimal bahkan terkesan gagal.
Generasi milenial atau biasa disebut gen Y merupakan generasi yang tumbuh di saat teknologi mulai maju. Di mana generasi ini memiliki karakteristik yang membuat banyak orang kagum akan keoptimisan, intelegensi, ambisi, dan komitmen mereka untuk membuat dunia menjadi lebih baik. Orang tua milenial percaya pola asuh yang ia berikan akan lebih baik dari generasi sebelumnya. Hal ini disebabkan pengetahuan yang tersedia lebih mudah didapat dengan menggunakan teknologi yang ada. Banyak tayangan-tayangan visual yang menarik dan sangat mudah diakses. Berbeda dengan generasi sebelumnya di mana pengetahuan masih minim dan cenderung masih bergantung pada pengetahuan-pengetahuan kuno yang terkadang menyesatkan.
Tips Parenting Orang Tua Milenial di Era Revolusi Industri 4.0
Melihat perkembangan industri semakin maju. Pola asuh yang diberikan oleh orang tua ke anak pastinya akan berbeda dari generasi ke generasi. Yang dulunya pengetahuan pola asuh anak hanya berlandas warisan turun temurun sekarang bisa didapat melalui berbagai platform yang lebih luas seperti halnya platform digital. Di mana banyak informasi seputar pengasuhan dapat didapatkan dengan mudah. semakin berkembangnya industri semakin banyak juga tantangan yang harus dihadapi orang tua milenial.
1. Memilah informasi yang didapat dari platform digital.
Di era sekarang ini menggali berbagai informasi sudah tidak sulit lagi dilakukan. Tersedianya internet dan berbagai media sangat membantu. Dalam hal ini diperlukannya filterisasi guna memilih informasi mana yang memang harus diterapkan dan mana yang tidak perlu. Pesatnya perkembangan teknologi juga berpengaruh dalam mudahnya penyebaran informasi tanpa batas. Perlunya memperluas sumber informasi, maknanya tidak hanya berpatokan pada satu sumber melainkan melakukan perbandingan dengan berbagai sumber yang ada. Lalu mendalami sumber yang didapat dengan dilakukannya pembuktian secara ilmiah.
2. Membatasi penggunaan smartphone pada anak.
Tidak heran lagi jika pada era sekarang anak-anak usia dini sudah diberikan smartphone oleh orang tuanya. Entah karena alasan kasihan, orang tua yang sibuk, atau memang mengikuti arus lingkungan dan perkembangan zaman. Dalam hal ini tanggung jawab akan pemberian smartphone pada anak begitu besar. Kesiapan menanggung konsekuensi yang diperoleh akibat hal tersebut juga perlu dipertimbangkan. Maka dari itu sebagai orang tua, perlu melakukan pembatasan seperti perihal tontonan yang ditonton dan kurun waktu penggunaan smartphone.
3. Mengenal karakter anak.
Setiap orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya termasuk bentuk pola asuh yang diberikan. keinginan kesempurnaan dalam pengasuhan menjadikan para orang tua kebingungan memilih mana bentuk pengasuhan yang harus diterapkan. Agar tidak salah asuh , maka perlu mengenal karakter anak dengan baik. tentunya para orangtua milenial tidak begitu kesulitan mendalami karakter buah hatinya. Mengingat banyaknya informasi yang tersedia seputar perkembangan psikologis anak dapat membantu orang tua mengenal karakter anaknya lebih jauh.
Strategi Menangani Problema Keluarga di Era Revolusi Industri 4.0
Dalam mengasuh anak tentunya diperlukan kerjasama yang sehat antara suami dan istri. Kerjasama yang baik dapat terlaksana secara maksimal ketika keluarga terhindar dari masalah-masalah yang biasa menghantui rumah tangga. Apalagi di era digital seperti ini orangtua milenial perlu memiliki ilmu guna mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan. Maka dari itu akan dibagikan tips atau strategi mencegah dan menangani masalah-masalah yang sering terjadi dalam bahtera rumah tangga di era saat ini.
1. Emosional
Bagi pasangan milenial, penting sekali mengelola emosi demi menjaga hubungan tetap harmonis. Jika terdapat keduanya memiliki karakter yang sama, maka keadaannya akan terus memanas lalu berujung dengan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
2. Perselingkuhan akibat sosial media
Tak jarang kasus perselingkuhan terjadi akibat penggunaan sosial media. Berawal dari iseng kenalan dan berujung nyaman. Perselingkuhan terjadi bukan selalu akibat kekurangan dari pasangan namun memang hasrat keinginan selingkuh muncul begitu saja. Solusinya perkuat iman dengan beribadah, selalu mengingat dan memohon pengampunan Allah Swt., cari kesibukan yang dapat menghindari diri dari hasrat selingkuh.
3. Iri dengan pasangan lain
Media sosial merupakan hal yang paling berpengaruh dalam kehidupan saat ini. Keinginan setiap keluarga mengunggah kenangan-kenangan lucu dan membahagiakan menjadi kegiatan wajib untuk kepuasan diri atau ditunjukkan kepada orang lain. Namun tidak semua keluarga adalah keluarga yang beruntung dan mudah mendapatkan apa yang dibutuhkan atau diinginkan. Terkadang terlalu sering melihat kebahagiaan keluarga lain menjadikan diri sering membanding-bandingkan dan berujung inferior. Seperti pada QS. An-Nisa Ayat 32 “Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. Maka dari itu, bersosmed-lah dengan bijak, seperlunya dan sebisanya menghindari rasa iri karena dapat merugikan diri sendiri.
4. Manajemen stres
Mengelola stres sangatlah penting dalam berumah tangga. Kelelahan bekerja dan terlalu banyak pikiran menjadi faktor utama yang dapat menjadikan seseorang stres dengan mudah. cara mengelola stres yang benar yaitu cari tahu penyebab stres itu sendiri, saling mendengarkan dan menghargai pasangan, dan menyelesaikan masalah sesegera mungkin.
Dalam membangun bahtera rumah tangga tentunya kita pun berharap dan mendambakan rumah tangga yang harmonis. Namun dalam pelaksanaannya ternyata tidaklah mudah, kita harus banyak bersiap menghadapi setiap kerikil yang datang. Tak jarang banyak sekali umur pernikahan yang tak sampai seusia jagung, terlebih di era saat ini begitu banyak fenomena mengenai pernikahan, mulai dari pilihan menikah diusia muda sampai pemicu konflik yang menyebabkan perceraian. Serta masalah pengasuhan anak yang masih sering memicu pro dan kontra, membingungkan mana yang benar dan salah. Setiap orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Apapun keputusan yang diambil pastilah bertanggung jawab dan bersiap diri akan konsekuensi yang terjadi di kemudian hari.
