Mengapa Allah Menciptakan Manusia Berbeda-beda?
Di antara sifat-sifat mulia Allah adalah Maha Kuasa, yang artinya Allah Swt. berkuasa untuk memaksakan kehendak-Nya kepada makhluk-makluknya yang ada di seluruh alam ini. Salah satu contoh nyata dari sifat Allah Maha Kuasa adalah menciptakan manusia dalam keberagaman. Keberagaman tersebut melahirkan konsep penerimaan dan penghormatan atas perbedaan yang ada. Dalam dialektika perbedaan dengan sifat Allah Yang Maha Kuasa memunculkan sebuah pertanyaan, kenapa Allah menciptakan manusia berbeda-beda? Kenapa Allah tidak menciptakannya sama saja?
Dalam konteks tersebut sebenarnya Allah mampu-mampu saja mengkehendaki manusia dalam kesamaan tanpa harus adanya perbedaan. Tetapi Allah tidak mengkehendaki seperti itu terjadi. Melainkan pada konteks ini Allah ingin menunjukan hal lain, yang tidak mampu makhluknya lakukan, yaitu keagungan dan kebesaran-Nya.
Sejak Dulu Sejarah Penciptaan Manusia Memang dari Perbedaan
Jika melihat sejarah penciptaan Nabi Adam A.s. sebagai manusia pertama yang Allah ciptakan dalam bentuk wujud yang nyata, kita dapat melihat perbedaan itu sudah ada. Perbedaan itu muncul dari apa dan bagaimana penciptaan Nabi Adam. Tentu kita sudah tahu bahwa Nabi Adam diciptakan dari tanah yang berbeda-beda, kemudian Allah menyatukannya dalam bentuk kesatuan yang saling melengkapi sehingga terbentuklah satu badan yang bisa ditempati oleh ruh.
Segala rangkaian penciptaan dari tanah yang berbeda-beda memberikan isyarat bahwa manusia memang dari sejak dulu Allah Swt. ciptakan dengan perbedaan. Adapun penyatuan menjadi satu kesatuan, isyarat bahwa perbedaan dapat disatukan sehingga dapat dihidupi oleh manusia dengan ketentraman, kenyamanan, dan kedamaian.
Keterangan mengenai penciptaan Nabi Adam A.s. terdapat dalam kitab Daqaiqul Akhbar karangan Imam Abdurrahim bin Ahmad Al-Qadhi bahwa Ibnu Abbas R.a. berkata:
“Allah Swt. menciptakan Nabi Adam a.s. dari tanah yang berasal dari beberapa daerah di dunia. Kepalanya dari tanah ka’bah, dadanya diambil dari beberapa tempat di bumi, punggung dan perutnya diambil dari tanah india, tangannya dari bumi bagian timur dan kakinya dari bumi bagian barat.”
Wahab bin Munabbih berkata:
“Allah Swt. menciptakan Adam dari tanah tujuh bumi. Kepalanya dari tanah bumi yang pertama, lehernya dari bumi kedua, dadanya dari bumi ketiga, kedua tangan punggung dan perutnya dari bumi kelima, paha dan patatnya dari bumi keenam, dan kedua betisnya dari bumi ketujuh.”
Sementara dalam riwayat lain, Ibnu Abbas berkata:
“Allah Swt. menciptakan Adam A.s. yang kepalanya diciptakan dari tanah Baitul Maqdis, wajahnya dari tanah surga, kedua tangannya dari tanah Thursina, dahinya dari tanah Iraq, giginya dari telaga Al-Kautsar, tangan kanan dan jari-jarinya dari tanah ka’bah, tangan kirinya dari tanah Persia, kedua kakinya dari tanah India, tulang belakangnya dari tanah gunung, auratnya dari tanah Babilon, punggungnya dari tanah Iraq, perutya dari tanah Kurasan, hatinya dari tanah firdaus, lisannya dari tanah Thaif, dan kedua matanya dari tanah telaga Al-Haudh.”
Tujuan Allah Menciptakan Perbedaan
Berdasarkan ayat dalam Al-Qur’an setidaknya ada dua tujuan besar mengapa Allah menciptakan manusia berbeda-beda.
Pertama, untuk menunjukkan kekuasaan Allah dan kebesaran-Nya. Penunjukkan ini dengan menciptakan manusia berbeda-beda. Mulai dari struktur tubuhnya seperti DNA, sidik jari, bentuk tubuh, warna kulit hingga perbedaan bahasa, suku, budaya, dan lainnya. Dalam hal ini, Allah hendak menunjukkan bahwa penciptaannya bukanlah sebuah kebetulan. Karena jika hal tersebut adalah sebuah kebetulan, maka sangat kecil sekali terjadinya perbedaan antara satu individu dengan individu lainnya. Setiap individu yang memiliki perbedaan dan keunikannya masing-masing, ini tidak mungkin terjadi kecuali karena kekuasaan dan kebesaran-Nya.
Jika saja seseorang mau merenungkan hal ini secara mendalam, maka orang tersebut akan menemukan kekuasaan dan kebesaran Allah di dalamnya. Dan orang itu akan tunduk dan patuh seraya berkata “bahwa ini tidaklah terjadi secara kebetulan dan sia-sia”. Hal ini sebagaimana yang Allah Swt. firmankan dalam surah Ali Imran ayat 191, yaitu:
“(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.”
Kedua, Allah menciptakan manusia berbeda-beda tujuannya untuk mengenal satu sama lain. Dengan perbedaan dan keunikan yang masing-masing miliki, seharusnya bisa menjadikan manusia untuk saling mengenali dan menghargai perbedaan tersebut. Oleh karena itu, perbedaan dalam apapun tidak boleh menjadikan manusia saling bermusuhan. Sebaliknya, perbedaan tersebut harusnya menjadikan manusia saling erat-mengeratkan, saling kenal dan juga saling menghargai. Sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Hujurat ayat 13, yang artinya:
“Wahai manusia! Sungguh, kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.”
Manfaat dari Adanya Perbedaan yang Tercipta
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Allah tidak menciptakan sesuatu, kecuali di dalamnya terdapat kebermanfaatan dan kemaslahatan bagi makhluknya. Salah satunya perbedaan yang ada saat ini. Setidaknya ada dua manfaat dari adanya perbedaan yang tercipta, berikut rangkumannya.
Pertama, menciptakan keindahan
Manfaat pertama dari adanya perbedaan adalah terciptanya keindahan. Keindahan yang dimaksud adalah perbedaan yang dimiliki manusia. Dengan adanya perbedaan tersebut manusia memiliki keunikan dan keistimewaan masing-masing. Misalnya dari segi bahasa, budaya, dan lainnya. Analogi yang sering kita jumpai tentang keindahan dalam perbedaan adalah warna-warni pelangi. Tentu jika ditanya lebih indah mana antara pelangi yang memiliki berbagai macam warna dengan pelangi yang hanya memiliki satu warna. Dengan ini kita yakin bahwa orang-orang akan memilih pelangi dengan berbagai macam warna karena terlihat indah. Oleh sebab itu, perbedaan dapat menciptakan keindahan.
Kedua, menciptakan harmonisasi
Manfaat kedua dari adanya perbedaan adalah terciptanya harmonisasi. Harmonisasi di sini adalah upaya penyesuaian atas sifat-sifat manusia dan kondisi sosialnya. Misalnya, Allah menciptakan orang kaya dan orang miskin tujuannya untuk melahirkan rasa peduli, atau Allah menciptakan watak lembut dan keras untuk menjaga keseimbangan dalam bertindak. Hal semacam ini sering dianalogikan seperti tangga nada. Di mana dalam iramanya perlu nada tinggi dan nada rendah agar aransemennya bisa sesuai dan enak kita dengar. Oleh sebab itu, perbedaan dapat menciptakan harmonisasi.
Pada dasarnya perbedaan yang Allah kehendaki adalah salah satu cara Allah menunjukkan kekuasaan dan kebesaran-Nya, namun di samping itu, Allah ingin mengkehendaki manusia untuk saling mengenal dan menghormati sesamanya. Oleh karena itu, perbedaan yang ada patut kita syukuri. Sebab, jika perbedaan itu tidak ada maka kita tidak dapat mengetahui dan merasakan rasanya mengenal dan menghormati.
Wallahu a’lam bishawab
Asal Majalengka. Instagram & Twitter : @lukyatalalaric.
