f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
pola hidup

Pola Hidup Sehat: Relevansi antara Hadis dan Sains

Kesehatan adalah salah satu bentuk dari nikmat luar biasa yang Allah Swt berikan kepada mahluknya, harta yang tidak ternilai harganya. Setiap mahluk hidup pasti menginginkan hidup yang sehat, jika tidak memperhatikan kesehatan terasa menjalani hidup yang kurang berfaedah, penuh kekhawatiran dan kesedihan.

Sehat Jasmani dan Rohani

Kebahagiaan akan muncul ketika jasmani dan rohani dalam keadaan sehat. Orang yang terlihat sehat jasmani belum tentu sehat rohani. Sisik mengatakan sehat, tetapi bathin yang penuh dengan banyak berpikir (overthinking) akan mengakibatkan rohani sakit, stress.

Fenomena ini sangat akrab dengan trend zaman sekarang. Hal ini juga karena pengaruh dalam mengonsumsi makanan. Ketika seseorang mengonsumsi makanan, perlu memperhatikan kandungan gizi dan kehalalannya. Dan dalam mengonsumsi makanan harus memperhatikan tata cara tuntunan Rasulullah Saw. Sehinga dari makanan yang tubuh kita konsumsi akan memberikan pengaruh positif terhadap jasmani dan rohani.

Tuntunan kehidupan sehat tidak hanya berpedoman pada agama. UU No. 23 Tahun 1992 juga menetapkan sehat sebagai keadaan sejahtera; baik secara jasmani (badan), rohani (jiwa) dan sosial yang memungkinkan setiap individu hidup bahagia dan produktif secara sosial dan ekonimis.

Maksudnya, jika manusia menginginkan kehidupan yang harmonis, kaya sosial, dan ekonomis maka kuncinya adalah memiliki tubuh yang sehat.

Menurut data WHO, 70% orang mengalami kematian dini karena berbagai penyakit; seperti jantung, kanker, stroke, dan diabetes. Sedangkan 30% lainnya karena pola makan yang buruk. Fakta juga mengatakan bahwa orang-orang zaman dahulu berbeda dengan orang-orang zaman modern ini. Kesehatan mayoritas orang zaman dahulu relatif lebih lama daripada manusia modern yang rentan terkena penyakit.

Memperhatikan Kesehatan itu Bentuk Syukur

Dalam menjalankan pola hidup sehat, kebersihan makan dan lingkungan adalah kunci utamanya. Kebersihan menurut Islam mempunyai aspek ibadah dan aspek moral dengan jargon “Thaharah” yang memiliki arti bersuci (dari najis, kotoran) baik badan, pakaian, dan lingkungan.

Baca Juga  Peran Orang Tua dalam Antisipasi Kekerasan Seksual pada Anak

Menurut Soenarjo R.J (2002) pola hidup sehat merupakan suatu upaya menerapkan kebiasaan yang baik untuk menciptakan hidup yang sehat serta menghindari kebiasaan buruk yang dapat menganggu kesehatan. Ahli gizi UGM, Dr. Tono Sudarjo mengatakan bahwa makanan yang sehat sangat penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar terhindar dari serangan virus dan alergi. Terkait makanan, menurutnya setidaknya tubuh membutuhkan 2.150 kalori setiap hari.

Jika dalam sehari mengonsumsi makanan tiga kali maka perlu minimal 700 kalori dalam setiap kali makan. Beliau menganjurkan untuk mengonsumsi makanan di pagi hari, sebab stamina di pagi hari, tubuh mengalami penurunan karena menurunnya kadar gula, sehingga harus ada makan pagi atau setidaknya ada makanan yang terkonsumsi.

Rasulullah Saw menganjurkan umat muslim ketika pagi hari afdholnya mengonsumsi buah kurma, khususnya kurma Azma. Tujuannya agar terhindar dari sihir. Islam sangat memperhatikan persoalan kesehatan umat manusia, tuntunan Islam menganjurkan untuk selalu menjaga dan mempertahankan kesehatan yang merupakan nikmat Allah Swt.

Selain meningkatkan rasa syukur, setiap umat manusia wajib menjaga nikmat sehat yang luar biasa tersebut. Anjuran menjaga kesehatan dapat dilakukan secara preventif (tindakan), dan represif (pengobatan).

Islam memberikan perhatian terhadap kesehatan umat manusia dengan menganjurkan menjaga kebersihan, sebagaimana dalam hadis nabi Muhammad Saw, “banyak manusia merugi sebab dua nikmat, yakni kesehatan dan waktu luang” (HR Bukhari).

Dari hadis ini kita dapat mengambil mau’idhah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan dengan senantiasa menjaga kesehatan, agar kita dapat menjalankan perintah dan larangan Allah dengan fisik dan bathin yang mendukung.

Pola Hidup Sehat

Membiasakan diri dengan pola hidup yang sehat sesuai dengan tuntunan Islam ternyata memiliki relevansi yang erat dengan dunia kesehatan. Rasulullah Saw menganjurkan umat muslim untuk memperhatikan adab ketika makan, hal ini dapat dibuktikan dengan data-data berikut.

Baca Juga  Kemajuan Teknologi Membuat Orang Tua Ibarat Kebo Nusu Gudel

Adapun adab makan dan minum yang dianjurkan Rasulullah Saw adalah pertama, membaca doa sebelum makan. Kedua, mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Ketiga, makan dan minum menggunakan tangan kanan. Keempat, duduk lurus. Kelima, tidak meniup makanan dan minuman. Keenam, larangan makan dan minum sambil berdiri.

Anjuran-anjuran yang diberikan Rasulullah Saw ini memiliki manfaat, seperti ketika Rasulullah menganjurkan untuk membaca doa sebelum makan sebagaimana Rasulullah bersabda “Jika seseorang diantara kalian makan, maka hendaknya kalian menyebut nama Allah” memiliki relevansi dengan kesehatan.

Para ahli kesehatan menemukan bahwa berdoa erat kaitannya dengan spiritualitas seseorang. Jika sebelum makan berdoa, maka jiwanya dan keadaan tenang dan peredaran darah akan bekerja secara normal.

***

Adab Kedua sebagaimana telah disebutkan, mencuci tangan sebelum makan,  Rasulullah Saw bersabda bahwa “berkah makanan dengan wudhu sebelum dan sesudahnya”. Nah, jika dikaitkan dengan ilmu kesehatan, mencuci tangan sebelu makan dapat menurunkan angka terjadinya diare sebesar 4% dan IPSA 30% serta meminimalisir infeksi lain yang mengancam kesehatan tubuh.

Anjuran nabi selanjutnya adalah mengonsumsi makanan dengan duduk, Rasulullah bersabda “Saya tidak bersandar ketika makan”. Ilmu kesehatan mengatakan bahwa makan dengan tidak bersandar dapat mencegah terjadinya GERDS (Gastroesophagial Reflux Deases) yakni naiknya cairan asam lambung yang menyebabkan rasa terbakar di daerah esophagus atau kerongkongan.

Kemudian Nabi juga tidak meniup minuman dan makanannya, beliau tidak bernafas dalam bejana. Ketika seseorang meniup makanan dan minumannya ditiup otomatis akan membentuk asam karbohidrat yang menyebabkan kenaikan kadar asam darah yang apabila terakumukasi dapat menyebabkan asidosisykni, yakni meningkatnya kadar asam dalam darah melebihi batas normal.

   Di era gempuran maraknya Covid-19 ini semoga kita semua dapat menciptakan sekaligus mempertahankan pola hidup sehat dengan senantiasa menjaga kesehat, memprioritaskan adab dalam makan dan minum sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad Saw. Sebagai umat nabi Saw hendaknya menguatkan rasa cinta dengan mengikuti apa yang nabi contohkan agar kesehatan jasmani dan rohaninya terjaga.

Bagikan
Comments
  • Husna

    Mantap Belaaaaa 💗

    April 2, 2022
Post a Comment