Be Yourself On Socmed, Worth It Kah?
Semakin hari banyak orang yang semakin menggandrungi socmed terutama di masa pandemi ini. Gerakan #DirumahAja membuat beberapa orang atau justru hampir semua orang aktif mengunggah konten yang menarik agar mendapatkan perhatian dari warganet di dunia maya. Entah untuk sebagai hiburan atau kontroversi. Tidak sedikit dari mereka yang menginginkan ketenaran hanya melalui socmed karena mudah dan menawarakan benefit yang melimpah.
Sebagian orang menganggap bahwa mencari ketenaran di socmed itu mudah. Hanya dengan mengambil gambar diri lalu mengunggahnya di salah satu platform berbagi gambar, dia bisa mendapatkan puluhan ribu likes bahkan komentar dari sekali mengunggah foto selfienya. Namun bagi sebagian orang lainnya, mendapatkan ratusan likes di socmed mereka rasanya sangat sulit. Walaupun pada kenyataannya, sesuatu yang mereka unggah lebih bermanfaat dari sebuah foto selfie yang kita bicarakan tadi.
Apa yang salah di sini? Pada kenyataaannya mayoritas pandangan masyarakat kita masih berfokus pada sesuatu yang menurut mereka menarik walaupun tidak bermanfaat. Semenarik apa foto selfie yang mendapat puluhan ribu likes itu? Tentu paras dari si pengunggah selfie itu yang sangat diagung-agungkan oleh para warganet di dunia maya. Lalu mengapa mereka tidak tertarik dengan unggahan lain, yang justru bisa sangat bermanfaat bagi mereka? Mereka tidak tertarik karena postingan tersebut hanya sebuah informasi mengenai pasa pandemi ini.
***
Perbedaan tersebut sangat timpang sebelah. Namun begitulah kenyataannya, orang justru berlomba-lomba mengunggah gambar diri terbaik mereka. Bukan hanya itu, di salah satu platform berbagi video singkat. Banyak orang yang mengesampingkan etika dan kemanusiaan hanya untuk mendapat perhatian dari warganet. Miris. Namun, beginilah keadaannya. Dari sinilah beberapa orang yang pernah mengunggah hal yang sejujurnya bermanfaat bagi banyak orang, memutuskan untuk banting stir menjadi seperti orang lain agar mendapatkan banyak likes.
Saya pernah melihat beberapa influencer yang justru tertekan dengan kondisinya yang memiliki ratusan ribu bahkan jutaan followers di salah satu platform berbagi gambar. Kenapa mereka tertekan? Semakin banyak angka-angka yang menghiasi akun socmed mereka, tidak sedikit orang yang hanya berniat mengusik kehidupan mereka. Mereka dituntut untuk jadi panutan dan harus selalu tampil sempurna di dunia maya. Tidak peduli mereka sedang menjalani hari yang buruk atau sedang terpuruk. Dan pada akhirnya, hal itu memaksa mereka untuk tidak menjadi diri mereka sendiri. Bahkan kita tidak pernah tahu, apakah selama ini wajah-wajah yang mereka tampilkan di media itu benar mereka atau justru sisi kepalsuan yang mereka buat agar selalu tampil sempurna.
Tidak mudah menjadi seorang influencer yang hidupnya selalu berdasarkan pada netizen. Namun, beberapa orang justru menginginkan posisi tersebut bahkan sampai membuat kontroversi yang membuat saya tak habis pikir. Mereka rela merendahkan harga diri mereka hanya untuk sebuah likes dan trending. Faktanya, mereka tidak pernah sadar bahwa ketenaran yang mereka cari lewat kontroversi tersebut hanya akan membawa nama mereka ke atas sebentar, lalu tergantikan oleh kontroversi lain. Tentu saja, hal itu membuat mereka mau tidak mau membuat kontroversi lain yang cepat atau lambat membuat mereka tersiksa akan hal itu.
***
Lain halnya dengan seseorang yang terkenal atau banyak disegani warganet karena prestasinya. Hal tersebut tidak akan mudah luntur, karena yang mereka cari bukanlah sebuah ketenaran tapi sebuah ajakan untuk terus semangat dalam menjalani kehidupan yang positif. Seperti contoh, Jerome Polin, seorang mahasiswa Jepang asal Indonesia yang sangat handal dalam dunia matematika. Dan ada Tsana atau yang lebih sering kita kenal sebagai Rintik Sedu, seorang penulis yang telah mengeluarkan beberapa karya apik yang salah satu karyanya telah diangkat ke layar lebar.
Mereka mendapat banyak followers atau banyak menarik perhatian warganet karena pretasi yang mereka cetak dan tentu karena mereka jujur pada diri sendiri. Melakukan apa yang mereka suka dan apa yang membuat mereka nyaman. Mereka tidak peduli dengan angka-angka yang tercetak di akun socmed mereka. Karena pada kenyataannya dunia mengikuti mereka karena hal-hal luar biasa yang mereka ciptakan. Tidak peduli sebagian dunia yang lain menganggap mereka sebelah mata, karena mereka hanya ingin menjadi bintang di dunia mereka sendiri.
Menjadi seperti orang lain tidak tentu membawa kalian memiliki ketenaran seperti orang yang kalian tiru. Itu akan membuat kalian semakin basi dan cepat ditinggalkan oleh followers yang susah payah kalian dapatkan. Semua itu akan sia-sia pada akhirnya, dan pada akhirnya bukan angka-angka itu yang kalian cari, namun ketenangan diri dan jiwa akan lebih penting kehadirannya jika kalian menyadarinya.
***
Banyak jalan untuk menarik perhatian banyak orang selain membuat kontroversi yang konyol. Tidak perlu menjadi orang lain untuk mendapat ketenaran semata dan tidak perlu menjatuhkan harga diri hanya untuk mendapat sebuah trending. Be Yourself, setiap diri manusia memiliki keunikannya masing-masing. Tuhan menganugrahkan masing-masing dari kita kemampuan yang berbeda. Buktikan dan tunjukkan bahwa dengan berbeda kalian bisa menjadi lebih menarik, jangan berpatok pada apa yang sedang trending di dunia maya karena kehadiran mereka sangatlah fana.
Manfaatkan socmed yang kalian punya dengan baik. Sebar kebaikan yang kalian punya hari ini. Tidak sedikit orang yang masih membutuhkan kebaikan-kebaikan yang mulai hilang terkikis standar ketenaran. Cari sesuatu yang membuat kalian nyaman ketika melakukannya dan ajak orang-orang untuk terus membuat hal baik di dunia maya. Kita tidak pernah kekurangan orang terkenal, namun kita membutuhkan orang-orang yang membawa dampak baik dalam kehidupan kita. Be yourself on socmed sangatlah worth it, karena dengan menjadi diri sendiri kalian akan mendapatkan sesuatu yang selama ini kalian cari.
Halo, nama saya Alra Salsabilla. Saya seorang pelajar berusia 16 tahun yang kebetulan suka menulis, membaca, dan kebetulan suka menuangkan opini-opini saya kesebuah tulisan. Saya tergabung dalam beberapa organisasi yang memberikan wadah untuk saya menuangkann pikiran dan kecintaan saya terhadap menulis ini. Kurang lebih itu perkenalan saya, terima kasih telah membaca.

-
Aku suka kalimat terakhirnya “Be yourself on socmed sangatlah worth it, karena dengan menjadi diri sendiri kalian akan mendapatkan sesuatu yang selama ini kalian cari.”