7 Tips Memperlancar ASI
Air susu ibu (ASI) adalah nutrisi pertama dan utama bagi kelangsungan hidup bayi dan sangat penting untuk perkembangan serta pertumbuhan anak yang optimal. Selain itu, berguna juga untuk kesehatan ibu pasca melahirkan. WHO menganjurkan ASI diberikan hingga usia 2 tahun. Pada usia 0-6 bulan, bayi cukup mendapatkan nutrisi dari ASI saja atau yang biasa kita sebut ASI eksklusif. Kemudian pada usia 6 bulan sampai 2 tahun diberi makanan tambahan pendamping ASI atau MPASI.
Nutrisi yang terkandung pada air susu ibu adalah yang paling cocok untuk kondisi bayi. Komposisi yang ada pada ASI berubah seiring dengan perkembangan bayi. ASI juga mengandung zat pertahanan tubuh atau antibodi yang tidak terdapat pada produk susu formula. Antibodi yang ada pada ASI ini akan melindungi bayi dari berbagai macam infeksi, misalnya diare, infeksi telinga, atau infeksi saluran pernapasan akut bagian bawah. Selain itu, ASI juga ekonomis, ibu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli susu formula bagi bayinya.
Namun, banyak ibu yang tidak bisa memberikan ASI kepada bayinya. Salah satu alasannya adalah produksi yang tidak lancar, sehingga ibu lebih memilih untuk memberikan susu formula pada buah hatinya. Padahal, terdapat banyak hal yang bisa ibu lakukan untuk memperlancar produksi ASI
Menurut buku “456 Fakta tentang ASI dan Menyusui” karya dr. Meta Haninditia Sp.A (K), terdapat beberapa tips yang bisa dilakukan untuk memperlancar produksi air susu ibu dan memudahkan proses mengASIhi:
1. Pastikan Posisi dan Perlekatan Bayi Benar Selama Menyusui
Posisi dan perlekatan yang benar sangat penting dalam proses menyusui. Dua hal ini akan menentukan apakah susu dapat mengalir dengan deras atau tidak serta dapat menghindari lecetnya payudara ibu saat menyusui.
Posisi menyusui adalah letak tubuh bayi saat menyusui di dekapan ibu. Posisi yang benar akan membuat perlekatan bayi saat menyusui benar pula. Perlekatan adalah letak mulut bayi pada payudara ibu saat sedang menyusui. Perlekatan yang benar adalah ketika mulut bayi terbuka lebar dan bibirnya memutar ke luar.
2. Susui Bayi Sesering Mungkin, Sebanyak yang Bayi Inginkan
Produksi ASI dipengaruhi oleh frekuensi pengosongan payudara. Semakin sering dan efektif payudara dikosongkan, semakin sering juga ASI diproduksi. Jika pada awal-awal proses menyusui, susu yang keluar hanya sedikit, tetap susui bayi sesering mungkin untuk semakin merangsang produksi.
Ketika bayi tidur, perah payudara setidaknya 2-3 jam sekali. Selain itu, sering menyusui bayi juga bisa mencegah terjadinya breast engorgment atau pembengkakan payudara.
3. Jangan Stress dan Pastikan Ibu Istirahat dengan Cukup
Stress pada ibu menyusui menyebabkan ASI tersimpan di payudara dan tidak bisa mengalir. Hal ini terjadi karena terhambatnya hormon oksitosin. Hormon oksitosin ini yang membuat aliran ASI menjadi deras.
Ibu harus percaya diri mampu memberikan ASI kepada bayinya. Keyakinan dan afirmasi positif pada ibu bisa membantu supaya tidak mudah stress. Selain itu, minta dukungan suami dan keluarga terdekat untuk memudahkan proses menyusui. Jika ibu lelah dan stress dengan rutinitas sebagai ibu baru, istirahat sejenak, lakukan hal-hal yang membuat ibu bahagia.
4. Hindari Penggunaan Empeng dan Dot
Penggunaan empeng akan mengganggu perlekatan bayi saat menyusui, sehingga susu yang keluar tidak lancar. Hal ini akan menyebabkan bayi tidak bisa mendapatkan air susu ibu yang cukup dan pengosongan payudara tidak efektif. Maka hindari penggunaannya terutama pada anak usia 6 minggu pertama.
5. Tetap Menyusui Bayi di Malam Hari
Hormon prolaktin adalah hormon yang merangsang produksi ASI. Hormon ini banyak diproduksi di malam hari. Jadi, manfaatkan waktu malam hari untuk menyusui agar susu yang keluar semakin banyak.
6. Lakukan Pijat Oksitosin
Pijat oksitosin adalah pijatan pada punggung yang dipercaya bisa memperlancar produksi ASI dan membuat ibu lebih rileks dan tenang. Pijatan ini bisa dilakukan dengan meminta bantuan kepada suami atau orang lain.
Cara melakukan pijatan oksitosin ini adalah dengan memposisikan ibu dalam keadaan duduk, bersandar ke depan, melipat kedua tangan di atas meja dan meletakkan kepala di atas lengan, tanggalkan pakaian dan bra. Lalu lakukan gosokan melingkar di kedua sisi tulang belakang dengan kedua ibu jari yang menghadap ke atas. Gosok ke arah bawah hingga tulang belikat segaris dengan payudara.
7. Konsumsi Makanan yang Meningkatkan Produksi ASI
Beberapa makanan yang bisa anda konsumsi untuk meningkatkan produksi ASI adalah daun katuk, bayam, pare, fenugreek, kacang kedelai, dan edamame.
Itulah 7 tips yang bisa membantu anda untuk meningkatkan produksi ASI. Jika setelah melakukan tips-tips tersebut, ASI anda masih belum lancar, anda bisa konsultasi ke konselor laktasi atau dokter spesialis anak terdekat. Semangat mengASIhi, memberikan nutrisi terbaik untuk buah hati.
Profesinya seorang dokter, usia 25 tahun.

arsy
artikel bagus sangat bermanfaat. saya juga ingin berbagi informasi yang lain, silahkan dikunjungin : http://lib.unair.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1218:tanaman-untuk-pelancar-asi-di-sekitar-kita&catid=70&Itemid=314&lang=en