f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
depresi

Selalu Merasa Depresi: Normalkah?

Gangguan mental seperti depresi bukanlah suatu hal yang terjadi baru-baru ini, melainkan sudah lama dan banyak menggandrungi kehidupan manusia. Maka tidak heran bahwa bahkan ada suatu profesi khusus dalam menanggulangi rasa depresi yang berlebihan seperti ahli psikis. Namun normalkah seseorang selalu merasa depresi? dan bagaimana ciri-ciri orang yang depresi?

Depresi merupakan penyakit mental yang nyata. Baik itu depresi, kecemasan, panik itu disebut sebagai mental illness atau sebuah penyakit mental. Kita seharusnya tidak mendiskriminasi sakit secara mental dengan secara fisik. Namun, dalam faktanya penggabungan kata “sakit” dengan “mental” terdengar lebih menyeramkan. Pikiran anda pasti akan terbayang ke pasien-pasien di RSJ atau orang-orang yang tidak waras di pasar.

Namun, perlu untuk kita ketahui bahwa, maksud dari sakit mental di sini adalah ketika pikiran kita tidak bisa berfungsi secara optimal sebagai manusia, baik itu karena rasa badmood, sedih berkelebihan atau bahkan mengalami depresi klinis. Sama seperti ketika demam, hidung mengeluarkan lendir, kerongkongan serak, mata berkunang-kunang. Dokter kemudian akan mengatakan bahwa kita sedang demam sehingga fisik tidak berfungsi secara optimal.

Apakah Depresi Suatu Kenormalan?

Mungkin bagi kamu yang membaca tulisan ini, sedang dilanda depresi, merasa hidup tidak berarti. Hari-harinya diisi dengan perasaan sedih, pikiran dipenuhi rasa bersalah, tidak bisa tidur, kehilangan nafsu makan, keinginan untuk menyerah dan mengakhiri semuanya pun muncul.

Kurang lebih itulah yang seseorang alami ketika dilanda depresi. Berbeda dengan rasa sedih yang bersifat temporer dan dapat orang lain ketahui. Namun bagi mereka yang mengalami mereka begitu lihai memakai topeng, seolah-olah kondisinya baik-baik aja. Mereka bisa tersenyum, telihat produktif bekerja padahal di balik itu semua ia sedang memikirkan betapa tidak berharganya diri mereka.

Baca Juga  Kesehatan Mental dalam Film Stutz

Mereka bisa saja berdiri di podium sebagai nomor satu, menerima mendali dengan senyuman, meskipun semalam ia tidak bisa tidur dan menangis. Juga, mereka bisa saja tertawa lepas, nongkrong bersama teman-teman, walaupun satu jam sebelumnya ia memikirkan rencana untuk bunuh diri.

Pada faktanya, depresi bukanlah penyakit yang hanya datang sekali kemudian pergi. Ia menetap dan bersembunyi dalam jiwa, dan menghancurkan kewarasan secara perlahan. Istilah dari depresi yang selalu menghantui setiap hari itu dapat disebut sebagai episode depresi mayor. Disebut “episode” karena memang setidaknya mengalaminya dua minggu hingga dua tahun.

Biasanya mereka yang mulai terkena depresi ini diawali beberapa faktor, seperti mengalami trauma, kekerasan emosional atau bullying, pelecehan seksual, riwayat keluarga dan lingkungan yang sangat jelek dan lain-lain.

Gejala Depresi

Dalam dunia psikoloi, ada “kitab suci” yang berisi panduan penegakan diagnosisi, yaitu diagnostic and statiscal manual of mental disoreder, berikut merupakan gejala depresi sesuai isi buku tersebut.

  1. Depressed mood. Mengalami suasana hati yang depresif hampir setiap hari. Mood ini dapat dinilai secara subjektif seperti merasakan kesedihan, kekosongan, dan kehilangan harapan.
  2. Kehilangan minat dan kesenangan dalam semua atau hampir semua kegiatan setiap hari
  3. penurunan atau kenaikkan berat badan yang signifikan (perubahan sekitar 5% bahkan lebih dari berat badan dalam sebulan).
  4. Insomnia (sulit tidur) atau hipersomnia (tidur berlebihan) hampir setiap hari. Jadi ada kemungkinan nih, kalo temen kalian selalu di rumah sendirian dan rebahan, barangkali dia sedang depresi hehe.
  5. Psikomotor lamban (Berbicara lebih lamban, volume suara mengecil, gerakan menjadi lamban begitu juga dalam berfikir atau justru menunjukkan kegelisahan.
  6. Pikiran dipenuhi rasa bersalah, merasa tidak berharga, memikirkan tentang kematian, ide bunuh diri yang berulang, bahkan ada rencana spesifik untuk melakukan bunuh diri.
Baca Juga  Cara Menjaga Kesehatan Mental pada Anak

Itulah beberapa gejala-gejala yang menunjukkan bahwa Rahmania depresi, namun diantara semua gejala tersebut, ada gejala yang utama dalam menandai depresi, yakni depressed mood (merasakan suasana hati yang sangat tertekan) serta kehilangan minat dan tidak menunjukkan rasa senang sama sekal. Yang jelas bahwa merasa depresi terus menerus bukanlah suatu hal yang normal, Jika salah satu atau kedua gejala ini muncul disertai gejala lain selama dua minggu kurang lebih, lebih baik disarankan untuk mengunjungi psikolog atau psikiater.

Bagikan
Post a Comment