Muhammadiyah setidaknya memiliki tiga klinik kesehatan di Nusa Tenggata Timur (NTT), ada Klinik ‘Aisyiyah di Kupang dan Klinik Utama Muhammadiyah di Ende. Satu lagi yang sebenarnya masih menunggu turunnya ijin operasional adalah klinik Rawat Inap Unimof (Univ Muhammadiyah Maumere).
Klinik Utama Muhammadiyah Ende menjadi Fasyankes Muhammadiyah yang sangat berperan dalam operasi tanggap darurat dan pemulihan gempa bumi Flores 2026, khususnya untuk pusat koordinasi mobilisasi sumberdaya Muhammadiyah.
Setelah memastikan tidak ada dampak serius pada klinik utama Muhammadiyah Ende, direkturnya langsung menimpin tim kesehatan ke lokasi – lokasi terdampak dengan layanan mobile sekaligus asesment kebutuhan layanan. Menyisir area Ende, kemudian area Nagakeo, dan kemudian sampai Manggarai Timur.
Di Manggarai Timur ke Pota dimana ada Pos Pengungsian di SMK Muhammadiyah yang didampingi Mahasiswa KKN dari UM Yogyakarta dan UM Kupang. Di Dampek kemudian membantu dokter Melinda di Puskesmas Dampek yang sempat viral karena harus melayani ratusan pasien sementara Puskesmasnya rubuh.
Nakes (calon) Klinik Rawat Inap Unimof yang sedang magang di Klinik Utama Muh Ende diturunkan, bantuan tenaga perawat dari Klinik ‘Aisyiyah Kupang juga diturunkan. Ini mencerminkan sangat bersemangatnya para pimpinan dan nakes Amal Usaha Muhammadiyah di NTT untuk ikut membantu warga terdampak bencana, walaupun dengan sumber daya sangat terbatas bila dibandingkan dengan di Pulau Jawa, apalagi di DIY, Jateng atau Jatim.
Belum lagi kesiapan relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) di Flores yang ternyata cukup mendapatkan pembelajaran saat ikut menangani erupsi gunung Lewotobi Laki – laki yang dilanjutkan dengan program pelatihan manajemen bencana tahun 2024 yang lalu. Relawan di Sikka menggelar layanan psikososial, Relawan di Manggarai Timur mengelola pengungsian, Relawan di Manggarai Barat membuka Pos Koordinasi di Labuan Bajo sebagai hub lalulintas orang dan barang dari luar Flores melalui Laut dan Udara.
Semangat, inisiatif dan kesiapan para first responder di garis depan inilah yang memudahkan gelombang bantuan berikutnya turun. Emergency Medical Team (EMT)Mobile dari RS PKU Muhammadiyah Bima menjadi tim pertama dari luar NTT yang masuk ke Flores via Labuan Bajo. Tim ini dikembangkan Muhammadiyah dalam program Rumah SakitAman Bencana sekitar tahun 2015 .
EMT mobile yang kedua dikirim dari RS Muhammadiyah Lamongan melaui udara Surabaya – Labuan Bajo sebagai tim kedua, dilanjut EMT Universitas Muhammadiyah Makassar sebagai tim ketiga dari luar NTT. Pilihan Surabaya dan Makassar karena ketersediaan angkutan udara yang bisa langsung Flores. Tim Lamongan adalah buah dari Program RS Aman Bencana periode awal tahun 2009 dan Tim Makassar ini juga terpengaruh dari inisiasi program RSAB tahun 2014 dan pengembangan Program Spesialis Emergency selain memang tersedianya kader kader kesehatan bencana yang militan.
Dukungan kesehatan di atas dilanjut dengan dukungan Family Kit dan Makanan Siap Saji (Rendangmu) yang dikirim dari Surabaya melalui angkutan Kapal Laut.
Akhirnya setelah kajian mendalam, permintaan resmi dari kemenkes kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dilanjutkan dengan perintah dari PP Muhammadiyah kepada MDMC dan Lazismu, bergeraklah EMT Internasional Type 1 Fixed ke Flores, tepatnya ke Dampek Manggarai Timur. Tim bertugas 30 hari dengan peralatan lengkap dan mandiri, serta dijadwalkan menggerakkan personil sebanyak 70 orang yang dibagi dalam dua gelombang. Setiap 15 hari ditugaskan 35 orang.
Bergeraknya EMT Internasional ini tentu didukung RS Muhammadiyah / ‘Aisyiyah dalam koordinasi MPKU dan Fakultas Kedokteran / Kesehatan Perguruan Tinggi Muhammadiyah /’Aisyiyah yang mendukung mobilisasi tenaga.
MDMC terus memperkuat Pos Koordinasi Wilayah NTT yang dipusatkan di Klinik Utama Muhammadiyah Ende, dan memastikan kemampuan manajerial Pos Koordinasi Daerah di 6 kabupaten terdampak. Memastikan bahwa tidak saja operasi tanggap darurat, namun hingga pemulihan nanti.
Inilah mimpi awal yang kami sebut : “Resiliensi Bencana Berkemajuan” . Investasi program mitigasi dan kesiapsiagaan bencana yang sudah diupayakan selama ini kali ini diuji, dan digerakkan nyata di lapangan.
Direktur Pelaksana Pusat Syiar Digital Muhammadiyah (PSDM) 2019-2023, Sekretaris Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah 2010-2027, Sekretaris Muhammadiyah Covid-19 Command Center , Fasilitator Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB)
