Peringatan hari guru tanggal 25 November lalu menjadi momentum bagi kita untuk mengenang sekaligus belajar bagaimana peran seorang guru. Peran guru dalam lingkup pendidikan formal sangatlah fundamental, tidak hanya tranformasi ilmu kepada anak didik namun juga tranformasi akhlak dan karakter yang baik. Oleh karena itu, seorang guru dituntut menjadi teladan yang baik bagi anak didikanya.
Abu Bakar Ash-Sidiq pernah menyampaikan bahwa ilmu adalah kehidupan bagi pikiran. Pepatah jawa mengatakan bahwa guru itu digugu dan ditiru, artinya diperhatikan dan ditiru. Pernyataan tersebut selaras dengan motivasi seorang guru dalam mendidik, menjadikan pikiran dan perilaku anak didik menjadi hidup dan berkemajuan.
Sosok guru merupakan bagian mendasar dalam ruang pendidikan. Sosok guru dapat kita ibaratakan layaknya akar dalam tanaman. Tugas akar adalah mensuplai bahan makanan dan juga nutrisi untuk tumbuh kembang tanaman tersebut. Tidak hanya itu, akar juga memiliki tugas untuk menjaga kekokohan tanaman dari terpaan angin. Betapa penting dan luar biasanya peran akar bagi tanaman. Tanpa akar, tanaman tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Begitu juga dengan guru, semangatnya dalam mendidik dan dedikasinya dapat menjadi pemantik tumbuh dan kembangnya anak didik. Namun, motivasi dan dedikasinya yang tulus itu sering kali tidak diperhatikan. Kesejahteraan dan fasilitas yang sangat minim mereka dapatkan, terkhusus guru honorer di pelosok negeri; menjadi catatan HGN (Hari Guru Nasional) setiap tahunnya.
Air yang Menyegarkan
Air bagi tanaman adalah kebutuhan utama yang harus dipenuhi. Keberadaan air akan mempengaruhi kerja akar. Akar akan selalu tumbuh mencari sumber air untuk untuk menyuplai kebutuhan tanaman, bahkan akar tanaman dapat tumbuh ratusan meter. Tentu akan sangat berat bagi akar bila tidak ada air di sekitar tanaman. Keberadaan air di sini merupakan simbol kesejahteraan bagi tanaman. Perjuangan akar dalam mencari air ini sepadan dengan perjuangan guru dalam mengajar. Akses jalan yang tidak mudah dan juga waktu yang korbankan sudah menjadi alasan riil. Sedangkan, keberadaan guru honorer ini dibutuhkan untuk mengisi bangku kosong tenaga pendidik.
Perjuangan yang begitu berat dan membutuhkan nafas panjang itu perlu kita beri perhatian lebih, agar tidak padam. Pengorbanan mereka dalam mendidik sudah sepatutnya mendapatkan kesejahteraan yang layak. Namun, fakta bicara berbeda tentang kesejahteraan guru honorer. Media mainstream Republika menuliskan, bahwa guru berstatus non PNS atau honorer sebanyak 48 persen. Artinya, masih banyak guru yang yang belum mendapatkan kesejahteraan yang layak. Layaknya akar tanaman yang mendapatkan suplai air yang baik akan menjadikan tanaman itu baik. Oleh karena itu, peningkatan kesejahteraan guru menjadi kunci penting dalam menjaga akar pendidikan.
Tanah yang Menyediakan
Tanah merupakan media tanaman untuk tumbuh dan juga penyedia unsur hara. Media tanam yang baik adalah tanah yang kandungan unsur haranya dapat mencukupi kebutuhan tanaman. Tanaman akan tumbuh subur dan menghasilkan buah yang segar bila berada di dalam media yang cukup unsur haranya. Begitu juga sebaliknya, tanaman tidak akan tumbuh subur dan menghasilkan buah yang segar bila mana medianya tidak memenuhi kebutuhan tanaman. Tanah yang subur memudahkan akar dalam menyuplai unsur hara. Tugas guru dalam mendidik tentu membutuhkan sebuah media dan juga fasilitas pendukung. Seringkali guru kurang maksimal dalam mendidik karena fasilitas yang tidak memadai.
Fasilitas di sini tidak hanya berupa barang atau materi semata, fasilitas untuk meng-upgrade softskill termasuk di dalamnya. Sudah dua tahun berjalan Indonesia mengalami pandemi Covid-19, sehingga kegiatan pendidikan musti dilakukan secara daring atau tanpa tatap muka secara langsung.
Kondisi ini menjadi masalah baru dalam dunia pendidikan, sosok guru yang seharusnya dapat mengajar secara efektif di sekolah tergantikan oleh platform berbasis online. Tentu saja pergantian itu membutuhkan langkah baru untuk guru dalam mendidik anak didiknya. Langkah yang dilakukan hingga hari ini masih dirasa belum efektif, sehingga perlu solusi yang tepat.
Guru Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Guru sebagai akar pendidikan hari ini perlu fasilitas yang memadai untuk menunjang kegiatan mengajar secara online, seperti pelatihan tentang penggunakan teknologi IT. Penyediaan perangkat mengajar yang sesuai dan penyusunan materi yang tetap interaktif dengan peserta didik sekalipun daring. Solusi yang demikian dirasa mampu membantu guru untuk menyediakan pengajaran yang efektif.
Guru merupakan aset bangsa yang sangat penting untuk masa depan bangsa tersebut. Tentu keberlangsungan hidup dan fasilitas guru harus bersama-sama kita jaga dan dukung untuk mencerdasakan kehidupan bangsa. Pentingnya guru dalam ruang pendidikan bagaikan akar pada tanaman, tumbuh kembangnya tanaman akan bergantung pada bagaimana kinerja akar dalam menyuplai air dan unsur hara yang tanaman butuhkan; begitu juga guru yang berpengaruh nyata dalam menyuplai ilmu dan akhlak pada anak didiknya untuk terus bertumbuh dan berkembang. Guru dan anak adalah tiang suatu bangsa, kehilangan sesosok guru maka hilang pula generasi emas yang kita cita-citakan.
Hal yang dapat kita berikan untuk menjaga dan mendukung seorang guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa yaitu dengan menjamin kesejahteraan dan mencukupi fasilitas yang guru butuhkan. Seperti halnyav kita menjaga tanaman untuk tetap hidup dan tumbuh dengan menyediakan kebutuhan utama yaitu air dan unsur hara. Menyiraminya dan memberinya pupuk agar akar tanaman mudah dalam menyupali kebutuhan tanaman. Semoga perjuangan guru dalam mencerdaskan bangsa tidak meredup kemudian padam, tetapi terus berkobar layaknya api yang menyala-nyala.
Trainer P2KK Univesitas Muhammadiyah Malang
