Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan negara maritim dengan jumlah pulau mencapai kurang lebih 17.504, laut yang begitu luas mencapai 2/3 luas dari wilayah negara Indonesia; garis panjang pantai terbesar yang ke-2 didunia yang mencapai perkiraan 95.181 km; ditambah dengan letaknya yang sangat strategis yang berada di antara dua benua dan dua samudera.
Dilansir dari situs Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan; dari total luas wilayah, luas laut Indonesia mencapai 3,25 juta km2 dan 2,55 juta km2 adalah Zona Ekonomi Eksklusif. Dengan luasnya wilayah laut yang ada, Indonesia memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar. Pasalnya laut di wilayah Indonesia merupakan rumah bagi ribuan spesies laut.
Bangsa kita yang dianugrahi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dengan sumber daya alam yang sangat berlimpah, baik sumber daya terbaharukan (renewable resource) seperti perikanan, terumbu karang, dan mangrove.
Ada juga sumber daya alam yang tak terbaharukan (non-renewable) seperti minyak bumi, gas, mineral dan bahan tambang lainnya. Selain itu juga, aktivitas ekonomi Indonesia yang menggunakan media laut seperti pariwisata dan begitu juga memanfaatkan perhubungan laut masih sangat terbuka untuk kita kembangkan
Maritim dan Perekonomian Indonesia
Tidak berlebihan apabila lembaga studi ternama Mc Kinsey Global Institute, dalam laporannya “The Archipelago Economy: Unleashing Indonesia’s Potential” menyebutkan bahwa sektor kelautan merupakan salah satu sektor utama dan penting (disamping sektor pertanian, jasa dan lain sebagainya); yang mampu untuk menghantarkan bangsa Indonesia sebagai negara yang maju perekonomiannya pada tahun 2030.
Pada tahun tersebut, ekonomi Indonesia akan menempati posisi ke-7 dunia, mengalahkan Jerman dan Inggris. Itu baru kita lihat dari pemanfaatan sektor kelautan saja, belum sektor lainnya yang apabila kita manfaatkan secara maksimal; maka dengan sikap optimis kita akan bisa mencapai kemajuan perekonomian terbaik dunia.
Namun sayangnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019, kontribusi maritim terhadap perekonomian Indonesia masih kecil; yaitu sampai saat ini hanya sekitar 13,32%, padahal sebagian besar wilayah Indonesia merupakan laut.
Kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang kita miliki terkhusus pada sektor kelautan dan perikanan merupakan hal yang penting untuk progresi ekonomi bangsa Indonesia. Dan itu semua masih belum terkelola dengan baik apabila SDM kita masih memakai pola pikir yang tradisional.
Seperti masyarakat nelayan yang tinggal di daerah pesisir; di mana kebanyakan penduduknya tergolong miskin. Bahkan sebagian masyarakat memiliki kebiasaan menghabiskan keuntungan hasil tangkapan secara cepat; beranggapan bahwa masih banyak ikan yang bisa mereka tangkap di laut.
Padahal kenyataannya, persedian ikan di laut itu juga terbatas. Begitu juga dengan konsekuensi masalah lainnya; seperti asimetris informasi (asymmetries information) yang merupakan masalah dalam dunia nelayan, sehingga menyebabkan perilaku oportunis untuk keuntungan fraksi.
Solusi Peningkatan Kualitas SDM Maritim Indonesia
Rendahnya Human Development Index (HDI) ini menunjukkan bahwa pengembangan SDM masyarakat selama ini cenderung terkesampingkan. Karena era sekarang lebih berorientasi pada pengembangan infrastruktur besar-besaran.
Penulis bermaksud mengajak dan mengingatkan kepada semua kompenen baik dari masyarakat maupun pemerintah; bahwa kita harus memecahkan masalah demi masalah dan menemukan solusi demi solusi untuk bagaimana meningkatkan SDM ke depannya. Terutama dalam pemanfaatan sektor laut/perikanan.
Masyarakat terutama pemerintah harus bertindak lebih kritis dan peka terhadap lingkungan kita; dan tidak merusak tatanan alam bangsa kita demi keberlangsungnya kelestarian kekayaan alam.
Pemerintah memiliki peran urgent yang tidak hanya berorientasi kepada infrastruktur yang kebanyakan hanya melahirkan stagnasi untuk masyarakat golongan bawah; namun juga meningkatkan kualitas SDM kita. Karena “kuantitas infrastruktur tidak akan berguna jikalau kualitas SDM kita tidak mengalami kemajuan”.
Meningkatkan perbaikan pada SDM terutama di sektor kelautan dan perikanan berarti juga meningkatkan porsi pendidikan terutama dalam bidang ini. Jika memang memungkinkan dibuat Instansi-instansi pendidikan berdekatan dengan wilayah pesisir guna meningkatkan kepekaan terhadap suatu objek lingkungan SDA yaitu sektor kelautan dan meningkatkan praktik lapangan.
Selain itu, pemerintah dapat menghadirkan pelatihan strategi dan rehabilitasi biota langka untuk mempertahankan keanekaragaman hayati laut dan peningkatan pendapatan bangsa Indonesia; begitu juga dengan masyarakat pesisir.
Sehingga, di masa mendatang, dengan meningkatkan Kualitas SDM dan memanfaatkan Kuantitas SDA bangsa kita; Indonesia tidak mengandalkan para pekerja asing lagi. Kita akan semakin optimis untuk menjadi bangsa yang maju.
Mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an Tafsir Mahasiswa UIN JAKARTA
