Site icon Inspirasi Muslimah

Menikah Bukanlah Solusi Semua Masalah

menikah solusi

Memasuki usia seperempat abad, akan makin banyak kegalauan yang dihadapi. Soal pekerjaan, pasangan, lingkungan baru, rumah tangga, dan lain sebagainya. Salah satu topik yang sering menjadi obrolan saya dan teman-teman adalah seputar jodoh, bagi yang masih jomblo. Seringkali saya mendengar curhatan teman yang ingin segera menikah karena stress dan berbagai alasan lainnya.

Misalnya “mbak aku capek kerja mulu, pengen nikah aja deh”. “Mbak kok hidupku gini-gini aja ya, sendirian mulu, pengen nikah aja deh biar ada yang nemenin”. “Kok kayaknya lihat orang-orang yang udah menikah bahagia banget yaa, pengen aku jadinya!”.”Mbak masalahku kok berat banget ya, ga ada teman cerita, pengen punya pasangan yang bisa selalu support dan dengerin aku, kapan ya aku nikah?”

Beberapa ungkapan itu seringkali saya dengar dari beberapa teman saya. Wajar memang, di usia seperempat abad ini memikirkan soal pasangan. Bagi saya itu fitrahnya manusia. Dan menikah memang bisa membuat hati lebih tenang atau Sakinah dalam bahasa Al-Qur’annya. Namun, solusi hati tenang dan bahagia bukan hanya melalui pernikahan.

Bagi saya, bahagia itu datangnya dari diri sendiri. Kita yang menentukan apakah kita ingin bahagia atau tidak. Menikah bukanlah satu-satunya solusi bahagia. Kita harus temukan bahagia kita sendiri. Dan kemampuan ini penting dimiliki sebelum kita menikah, supaya saat menikah nanti kita tidak menggantungkan bahagia kita pada pasangan, anak atau materi. Karena, jika kita menggantungkan kebahagiaan kita pada orang lain maka kita harus siap dengan kekecewaan.

Daripada memusingkan datangnya pasangan yang tidak bisa kita kontrol kapan datangnya, lebih baik kita fokuskan pada hal-hal yang bisa kita kontrol. Misalnya mengenali diri sendiri, memperbaiki diri, meluaskan kebermanfaatan, memantaskan diri, dan lain sebagainya.

Ketika Kita Belum Menikah

Saya lebih senang menjadikan kondisi jomblo ini menjadi kesempatan untuk lebih banyak eksplorasi, belajar, berbakti kepada orang tua, mengenali diri sendiri, dan memperbaiki diri alih alih memandangnya sebagai sebuah kesialan. Ya, meskipun keinginan untuk menikah pastinya ada, tapi tidak terlalu menggangu jadinya lebih santai.

Ketika kita belum menikah, kita bisa menjadikannya momentum untuk lebih mengenali diri sendiri. Hal ini terdengar sepele, namun butuh proses panjang dan efeknya luar biasa bagi jiwa. Dengan mengenali diri sendiri kita bisa lebih tahu sosok seperti apa kita ini, hal-hal yang membuat kita sedih dan bahagia, aspek apa yang harus kita perbaiki pada diri kita, pasangan seperti apa yang kita butuhkan. Dan penting juga untuk menentukan tujuan hidup kita, jadi tak hanya melulu soal menikah yang dipikirkan. Sungguh mengenal diri sendiri itu membuat kita lebih nyaman dengan diri, tahu apa yang harus dilakukan.

Ketika kita belum menikah, kita bisa menjadikannya momentum untuk mengenali trauma yang masih tersisa supaya nanti tidak terbawa ke dalam rumah tangga dan berefek pada anak kita. Belajar berdamai dengan segala trauma yang pernah dialami, baik dari segi pengasuhan, orang lain atau kejadian-kejadian lainnya.

Ketika kita belum menikah, kita bisa menjadikannya momentum untuk lebih banyak eksplorasi, menambah banyak pengalaman. Karena masih jomblo, tanggungjawab masih belum terlalu banyak, waktu dan kesempatan bisa kita gunakan untuk banyak hal. Misalnya bekerja, travelling, eksplorasi bakat-bakat lain yang ada pada diri kita.

Seperti yang dilakukan teman saya yang masih jomblo dia bisa memilih menambah pengalaman dengan bekerja sebagai dokter di luar Jawa, karena tanggung jawabnya masih ringan. Atau seperti yang saya lakukan, mengikuti kelas menulis online untuk mengasah bakat menulis saya.

Ketika kita belum menikah, kita bisa menjadikannya momentum untuk lebih melek finansial sejak dini, supaya kelak kita lebih siap saat sudah menikah. Karena, masalah finansial sering menjadi momok dalam masalah rumah tangga.

Manfaatkan Waktu Sebaik-baiknya

Ketika belum menikah kita bisa menjadikannya momentum untuk lebih berbakti kepada orang tua. Saat sudah menikah nanti, fokus kita tidak hanya pada orang tua, tapi pada suami, mertua dan mungkin anak. Selagi ada kesempatan, mari manfaatkan dengan baik. Meskipun terkadang orang tua juga menuntut kita untuk segera menikah, tapi hal ini bisa selesaikan dengan komunikasi yang baik dengan orang tua. Kita bisa menjelaskan usaha yang sedang kita lakukan untuk menemukan jodoh kepada orangtua, meminta orangtua mengenalkan kita dengan seseorang, dan lain sebagainya.

Ketika belum menikah, kita bisa menyibukkan diri dengan hal-hal yang kita sukai dan bermanfaat. Temukan lingkungan pertemanan yang membuatmu tetap produktif saat masih jomblo, supaya tidak galau berkepanjangan.

Jadi, menikah bukanlah satu-satunya solusi jika ingin bahagia. Banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk bahagia. Jika memang lelah dengan segala aktivitas yang ada, maka ambil jeda sejenak untuk istirahat, lalu mulai lagi. Menikah bukanlah solusi dari segala permasalahan hidupmu. Kamu yang harus berusaha menemukan solusi masalahmu. Justru, saat menikah nanti masalah akan bertambah.

Bagikan
Exit mobile version