Site icon Inspirasi Muslimah

Kisah Inspiratif Ciptono : Guru Luar Biasa bagi Anak-Anak Istimewa

ciptono

Ciptono merupakan pria Jawa yang lahir di tanah Semarang pada 11 November 1963. Beliau merupakan putra ketiga dari dari pasangan Munjayin Harto Wiryono dan Suntianah. Beliau telah membina bahtera rumah tangga dengan wanita cerdas nan cantik asal Klaten dan dikaruniai 2 anak sebagai bagian dari kebahagiaanya.

Ciptono dikenal sebagai sosok yang sederhana, tangguh, kreatif, inovatif, dan cekatan. Hal itu dapat dilihat dari perjuangan Ciptono dalam proses hidupnya. Dengan berbagai kekurangan dan kelebihan yang ia miliki, Ciptono berusaha survive untuk melanjutkan kehidupannya di masa depan. Alhasil, beliau akhirnya menjadi pribadi hebat yang menjadi sosok inspiratif bagi masyarakat luas. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya prestasi yang diraih dalam dunia pendidikan luar biasa dan hal hebat lain dalam hidupnya.

Riwayat Pendidikan

Ciptono mulai merambah pendidikannya di SD Negeri 1 Susukan, kemudian beliau melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 1 Salatiga. Setamat SMP, beliau memilih SMA Muhamadiyah Solo untuk menamatkan sekolah akhirnya selama tiga tahun. Selanjutnya ia berhasil mendapatkan ijazah sebagai bukti kelulusan. Setelah berhasil menggenggam ijazah SMA, Ciptono memutuskan untuk melanjutkan kuliah di IKIP Negeri Yogyakarta, atau yang sekarang kita kenal sebagai Universitas Negeri Yogyakarta. Beliau berhasil diterima sebagai mahasiswa jurusan pendidikan luar biasa. Inilah yang menjadi cikal bakal perjuangan seorang Ciptono dalam dunia pendidikan.

Karir Ciptono

Karir ciptono bermula ketika beliau memiliki keinginan untuk mengabdikan diri di tempat yang sesuai dengan pendidikannya selama di perguruan tinggi. Keinginan itu beliau wujudkan dengan menjadi tenaga pendidik di Sekolah Luar Biasa Wantu Wirawan Salatiga. Pada saat itu, ciptono masih berstatus sebagai guru honorer dengan penghasilan Rp. 500.000 per bulan. Di saat yang bersamaan, Ciptono juga memiliki sambilan mengajar di PGAN Salatiga. Beliau ditugaskan untuk mengajar pendidikan sejarah perjuangan bangsa sekaligus merangkap sebagai guru kerajinan tangan.

Perlahan tapi pasti, Ciptono mampu mengikuti dan memahami kehidupan di lembaga pendidikan khusus bagi anak-anak istimewa dengan perasaan senang dan nyaman. Anak istimewa yang dimaksud adalah anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus dan tidak sama dengan anak normal pada umumnya karena ada kelainan fisik, emosional, mental, sosial, potensi kecerdasan dan bakat istimewa pada diri sang anak. Anak berkebutuhan khusus juga ada beragam, ada tunanetra, tunarungu, tunawicara, tunagrahita, tunalaras, tunadaksa, autis ADHD, dan anak yang memiliki gangguan motorik lainnya.

Pada tahun 1989, ciptono mendapat tugas baru sebagai guru di Sekolah luar biasa YPAC Semarang. Di lingkungan barunya, Ciptono berusaha untuk ikut berpartisipasi dalam kemajuan sekolah tersebut dengan melakukan banyak kreatifitas dan inovasi yang beliau buat. Berkat prestasi dan dedikasinya selama di YPAC, akhirnya pada tahun 2000 hingga 2006 Ciptono dipercaya untuk memimpin SLB Negeri Semarang sebagai kepala sekolah.

Pada tahun-tahun berikutnya, Ciptono berhasil mencetak beberapa prestasi dalam berbagai bidang. Beliau juga berhasil diundang di acara televisi lokal maupun televisi swasta nasional. Tak hanya itu, Ciptono juga berkontribusi dalam beberapa organisasi yang beliau ikuti, seperti Bakor PLB se-eks Karesidenan Semarang (2003 – 2009), Penasihat HWPCI (Himpunan Wanita Penyandang Cacat Indonesia), dan menjabat sebagai Sekretaris Bakor PLB Jawa Tengah.

Prestasi Ciptono

Sebagai guru bagi anak anak berkebutuhan khusus, Ciptono selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anak didiknya dan sekolah. Berkat usaha dan semangatnya, ciptono berhasil mendapatkan prestasi sebagai berikut:

1. Pada tahun 2003 dan 2006, Ciptono berhasil memprakasai kegiatan pemecahan rekor MURI oleh anak didiknya untuk kegiatan menyanyi dan seni ketrampilan khusus bagi anak berkebutuhan khusus.

2. Berhasil menyabet juara pertama pidato tingkat Jawa Tengah pada tahun 2003, dinobatkan pula sebagai guru berdedikasi tingkat Jawa Tengah pada tahun 2005. Ia juga meraih predikat juara 1 Guru Kreatif tingkat Jawa Tengah dan DIY.

3. Menjadi ketua kontingen Porseni dan pameran anak berkebutuhan khusus siswa SLB pada tahun 2007. Kemudian dilanjutkan dengan mengikuti upacara Hardiknas tingkat nasional yang dihadiri oleh Presiden RI di candi prambanan.

Pada tahun yang sama, beliau mengisi acara penandatanganan Prasasti Lindhu Gedhe di Kabupaten Klaten dan mengisi pembukaan Jateng EXPO dengan tugas membimbing penampilan sejumlah penyanyi tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, dan anak autis.

4. Menciptakan album lagu d iatas kepingan VCD yang diberi judul Keplok Ora Tombok. Upaya ini berhasil mendapat sambutan hangat dari masyarakat sehingga mempengaruhi penjualan VCD tersebut. Hasil penjualan digunakan untuk memberikan beasiswa kepada 20 siswa-siswi yang berkebutuhan khusus, masing-masing mendapatkan Rp. 150.000. Kala itu uang tersebut digunakan untuk keperluan alat tulis dan seragam sekolah.

5. Berhasil mendirikan Sekolah Luar Biasa (SLB) Hj. Somiyati yang berlamat di Jalan Kagok Dalam 38, Semarang sekaligus menjabat sebagai sie pendidikan. Dilanjutkan dengan mendirikan SD Bina Harapan yang dibuat khusus untuk anak-anak yang mengalami kesulitan belajar dan beliau menjabat sebagai ketua yayasan.

Semangat dan keseriusan Ciptono dalam dunia pendidikan sangat perlu dicontoh oleh generasi penerusnya. Terutama bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan luar biasa di manapun kalian berada. Hal ini bisa dijadikan sebagai bekal bagi kita yang ingin terjun di dunia pendidikan luar biasa, bahwa syarat mengajar itu bukan hanya pintar akademik saja. Namun perlu “syarat lain” seperti keikhlasan, ketulusan, kesabaran dan hal lain yang kita dapat dari kisah sang guru hebat ini.

Bagikan
Exit mobile version