Site icon Inspirasi Muslimah

Ketika Tuhan Selalu Salah

lelaki

Membicarakan Tuhan, rasanya tidak akan pernah ada habisnya untuk diperbincangkan. Setiap waktu dan di berbagai tempat, banyak orang yang selalu berbicara mengenai Tuhan, baik itu perempuan atau laki-laki, tua atau muda, semuanya tak pernah luput untuk mengaitkannya dengan Tuhan.

Bahkan, sampai ada orang yang mencurahkan uneg-unegnya mengenai Tuhan dalam bentuk tulisan. Hal itu dapat dilihat sendiri, dari banyaknya buku yang bertebaran di toko buku online atau offline. Dengan topik pembahasan Tuhan, berbentuk buku non fiksi maupun buku fiksi.

Ulasan Novel Zadig

Salah satu buku fiksi yang membahas tentang Tuhan adalah novel berjudul Zadig, yang merupakan karya dari penulis bernama Voltaire. Keunikan dari novel Zadig, terletak pada ceritanya yang sangat relevan dengan kondisi manusia yang terlalu mudah untuk menyalahkan Tuhan.

Hal itu terjadi ketika Zadig, yang merupakan laki-laki dengan memiliki wajah tampan, pintar, dan bijaksana, tidak pernah merasa beruntung dengan semua yang dimilikinya. Bahkan terkadang, Zadig merasa jika takdir Tuhan terlalu kejam bagi dirinya.

Itu semua berawal ketika Zadig menikah dengan seorang perempuan cantik dan kaya bernama Semira, tidak bertahan lama. Karena, Semira meninggalkan Zadig yang divonis akan bermata satu, setelah matanya terluka saat melindungi Semira dari laki-laki lain.

Tidak mau berlarut-larut dalam kesedihan, Zadig mencoba bangkit setelah ditinggalkan oleh Semira. Dia menikahi perempuan bernama Azora. Tetapi, lagi-lagi pernikahannya tidak berlangsung lama. Penyebabnya adalah Azora yang memiliki sikap keras kepala dan terlalu mudah menuduh perempuan bernama Kosru bersikap buruk.

Lebih dari itu, nasib tidak mengenakkan yang menimpa Zadig tidak hanya berasal dari kisah pernikahannya saja. Sebab, kejadian lain Zadig juga disebabkan oleh kepandaian dan kebijaksanaannya.

Yang dimulai ketika Zadig memutuskan untuk hidup sendiri dan memilih belajar tentang alam. Kemudian, ada peristiwa bencana datang kepada Zadig saat pergi ke hutan, yang ternyata pada waktu bersamaan kuda milik raja dan anjing milik ratu hilang.

Maka, raja dan ratu memerintah pesuruh kerajaan untuk mencari hewannya ke hutan. Dan, benar saja pesuruh kerajaan itu bertemu dengan Zadig, lalu bertanya kepada Zadig dengan pertanyaan “Apakah tuan melihat kuda milik raja dan anjing milik ratu?”.

Zadig yang memang tidak mengetahui keberadaan dua hewan tersebut. Hanya bisa menjawabnya dengan kepandaian ilmu alam yang dimilikinya, dengan melihat tanda-tanda jejak hewan yang ada di hutan.

***

Tetapi, apa boleh dibuat, Zadig harus rela ditahan dan diberikan hukuman. Ketika ia hanya bisa menjawabnya dengan kepandaian ilmu yang dimilikinya. Untung saja, nasib baik masih melindungi Zadig, ketika kedua hewan milik raja dan ratu tiba-tiba datang begitu saja.

Kendati bisa terlepas dari hukuman, ternyata nasib sial masih tetap menimpa Zadig yang penyebabnya tetap sama, yaitu karena kelebihan yang dimilikinya. Hingga suatu ketika, kepandaian Zadig bisa berubah menjadi kebahagian baginya. Peristiwa bahagia itu terjadi disaat Zadig diangkat menjadi perdana menteri oleh baginda raja.

Selesai diangkat menjadi perdana menteri, Zadig bekerja dengan sangat baik. Banyak sekali keputusan kerajaan yang diambil secara bijaksana oleh dia. Dengan kebijaksanaan yang dimilikinya, membuat baginda raja selalu menanyakan hal apapun kepada Zadig sebelum mengambil tindakan.

Hari-hari Zadig sebagai menteri berjalan lancar tanpa adanya hambatan. Hingga suatu waktu semuanya berubah, ketika baginda ratu menyimpan rasa terhadap Zadig. Karena Zadig merupakan laki-laki yang tampan, pandai dan bijaksana. Akhirnya raja mulai mengetahui itu semua, dan membuat raja berkehendak untuk membunuh Zadig dan ratu.

Syukurnya, Zadig dapat lari ke negeri lain dan harus rela berpisah dengan ratu. Selama lari ke negeri lain, Zadig tetap saja terkena kesialan. Banyak peristiwa memilukan yang menimpa Zadig, sampai membuatnya selalu menyalahkan Tuhan, seakan-akan Tuhan sudah menakdirkan hidup Zadig dengan kemalangan.

Hingga akhirnya, ada kejadian yang membuat Zadig menjadi tersadar mengenai takdir Tuhan. Yang bermula saat Zadig bertemu seorang petapa yang sebenarnya adalah Malaikat. Petapa itu selalu membuat Zadig terheran dengan sikapnya yang tidak masuk akal.

Tetapi, sesampainya di penghujung pertemuan. Petapa itu menampakkan wujudnya sebagai malaikat, dan berkata “Manusia tidak akan pernah tahu takdir yang sudah dibuat oleh Tuhan, terkadang manusia hanya bisa menilai tanpa mengerti sedikitpun atas kehendak-Nya”.

Belajar dari Kisah Zadig

Dari kisah Zadig, kita akan menemukan sebuah jawaban mengapa Tuhan selalu disalahkan? Karena, Manusia hanya sekadar mengenal nama Tuhan, tetapi tidak mau mendekatkan dirinya kepada Tuhan secara utuh. Sehingga, hal itu menyebabkan hati manusia menjadi keras seperti batu. Akibatnya, ketika manusia diberikan sebuah cobaan, ia hanya bisa menyalahkan Tuhan dan tidak mau untuk mengambil hikmah di balik itu semua.

Andai saja manusia dapat melihat sisi lain atas cobaan yang diberikan oleh-Nya, bisa saja manusia akan berkata, jika Tuhan sebenarnya memiliki maksud yang baik. Seperti, yang dikatakan oleh Sujiwo Tejo “Tuhan itu Maha asik, untuk menyelamatkanmu dari orang yang salah, dengan mematahkan hatimu”.

Itu terjadi karena Tuhan lebih mengetahui segalanya tentang apa yang sedang dibutuhkan oleh makhluknya. Sang Pencipta tidak akan pernah salah dalam memberikan nikmat atau musibah kepada manusia. Yang salah adalah ketika manusia belum memahami dengan benar tentang hakikat dari pencipta-Nya.

Kendati novel Zadig memiliki kekurangan dari segi pembahasan mengenai Tuhan yang kurang mendalam, seperti kebanyakan buku agama lainnya. Namun, bahasa satire yang dipakai akan membuat pembaca menjadi tersadar, jika kehendak Tuhan jangan pernah disamakan dengan kehendak manusia.

Bagikan
Exit mobile version