Allah menciptakan perempuan dengan penuh keindahan, lemah lembut dan dengan segala keistimewaan. Betapa banyak anugerah yang Allah berikan kepada perempuan, seperti mengandung, melahirkan, menyusui, merawat dan memiliki peran penting yang setara dalam kehidupan berumah tangga.
Berbeda kondisi ketika zaman jahiliyah sebelum datangnya Islam, perempuan kurang dihargai, dijadikan budak dan mengalami diskriminasi. Karena itu, Allah Swt menurunkan firman-Nya dalam Al-Qur’an. Tujuannya untuk menjaga perempuan, memuliakan, mengangkat derajat perempuan dan melindungi perempuan tindakan diskriminasi.
Kini kedudukan perempuan sangatlah mulia dalam Islam. Allah Swt mengabadikan perempuan pada salah satu surat di dalam Al-Qur’an dengan nama An-Nisa, yang artinya perempuan (perempuan). Berikut juga anugerah berupa keistimewaan lainnya yang Allah Swt berikan kepada perempuan.
Seorang Ibu Lebih Mulia dibandingkan Ayah
Sebuah hadis mengatakan bahwa perempuan (ibu) lebih mulia dibandingkan dengan ayah. Dalam hadis tersebut dijelaskan, adakala ketika salah satu sahabat Rasulullah Saw bertanya kepada beliau, mengenai siapa di antara semua manusia yang paling berhak untuk diperlakukan dengan baik. Kemudian Rasulullah Saw menyebutkan Ibu sebanyak tiga kali, lalu yang keempat barulah beliau menyebut ayah.
Dari hadis ini dapat kita ketahui bahwa ibu lebih diutamakan dibanding ayah. Namun bukan berarti kita tidak bersikap baik kepada ayah. Seorang anak haruslah berbuat baik dan memperlakukan kedua orang tua dengan baik, juga berbakti kepada kedua orang tua.
Mendapat Surga dari Pintu Manapun
Allah Swt memberikan jaminan kepada perempuan untuk dapat masuk ke surga dari pintu mana saja yang diinginkan. Melalui sabda Rasulullah Saw:
“Jika seorang perempuan menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau”. (HR. Ahmad)
Berdasarkan hadis tersebut, dapat diketahui untuk dapat masuk ke surga, seorang perempuan pastinya perlu sebuah perjuangan dan juga ujian dari Allah Swt. Sejatinya surga merindukan sosok perempuan dunia yang shalilah. Untuk menjadi perempuan shaliah maka harus menjalankan perintah dan menjauhi segala larangan Allah Swt. Yaitu dengan menunaikan shalat lima waktu dengan niat yang tulus dan ikhlas kepada Allah serta berharap ridha Allah Swt.
Kemudian berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya dengan memelihara kemaluan, menjaga pandangan dan harga diri. Juga menutup aurat. Sebagai seorang isteri, maka perempuan diminta untuk taat kepada perintah suami yang menuju kepada kebaikan, menghormati suami, tidak meninggikan suara ketika berbicara dengan suami dan tidak menyakiti hati suami.
Sebaik-Baiknya Perhiasan Dunia
Semua perempuan pasti ingin menjadi sesuatu yang berharga seperti perhiasan dunia. Untuk menjadi perhiasan dunia, maka haruslah shalihah dengan taat akan segala perintah-Nya. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa perempuan atau istri (yang shalihah) adalah perhiasan dunia:
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri yang shalihah.” (HR Muslim dari Abdullah bin Amr).
Ratunya Bidadari di Surga
Dalam hadis yang lain juga disebutkan bahwa perempuan dunia yang shalihah (istri-istri shalihah) lebih utama daripada bidadari surga. Dari Ummu Salamah RA, bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, perempuan dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”. Kemudian Rasulullah Saw menjawab, “Perempuan-perempuan dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak”. Kemudian Ummu Salamah bertanya lagi, “Karena apa perempuan dunia lebih utama daripada para bidadari?”. Lalu Beliau menjawab, “Karena salat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah.
Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas”. Ini adalah sebuah kemulian yang diberikan Allah Swt kepada kaum perempuan (istri). Di mana perempuan bisa menjadi lebih mulia daripada bidadari surga, dan akan menjadi ratu-ratu bidadari di surga.
Mampu Berdakwah, Membantu Perkembangan Islam dan Membantu Sesama
Selain mampu mengurus rumah tangga dan mendidik anak-anaknya. Keistimewaan perempuan lainnya, bahwa perempuan juga bisa membantu perkembangan Islam (dakwah amar ma’ruf nahi munkar).
Seperti istri Rasulullah Saw, Khadijah yang senantiasa berada di samping nabi dan selalu mendampingi beliau ketika berdakwah. Bahkan Khadijah memberikan hartanya kepada Rasullulah Saw untuk membantu dakwah Islam.
Pada zaman serba modern seperti sekarang, dakwah dapat dilakukan dengan berbagai cara; salah satunya melalui media sosial. Media sosial dapat dimanfaatkan untuk berdakwah seperti melalui pesan bergambar dan semacamnya.
Dakwah Islam juga dapat dilakukan melalui organisasi seperti gerakan ‘Aisyiyah, yang dari waktu ke waktu terus meningkatkan peran dan memperluas kerja dalam rangka peningkatan dan pemajuan harkat perempuan Indonesia. Hasil yang sangat nyata adalah wujud amal usaha terdiri atas ribuan sekolah dari Taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, rumah sakit, balai bersalin, panti asuhan, panti jompo, rumah-rumah sosial, lembaga ekonomi dan lain-lain di berbagai tempat.
Aisyiyah juga memperhatikan masalah kaderisasi dan pengembangan sumber daya kader di lingkungan Angkatan Muda Muhammadiyah Putri secara integratif dan professional yang mengarah pada penguatan dan pengembangan dakwah amar makruf nahi mungkar menuju masyarakat madani.
Saya seorang mahasiswi di ITB Ahmad Dahlan Jakarta. Saya tinggal di Jalan Talas 2 RT.06/RW.01 Pondok Cabe Ilir, Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan, Banten 15418. Saya ingin menumbuhkan skill menulis pada diri saya dan mencari pengalaman baru dibidang sastra.
