Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia sangat kaya akan sumber daya alam dan pesona wisata yang memanjakan mata. Seiring berkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, informasi yang mengalir dari suatu tempat ke tempat yang lain hal ini tidak dapat terhalang dengan perangkat apapun. Konsekuensi dari informasi yang mengalir deras dan tidak dapat terhentikan ini adalah nilai-nilai budaya atau pesan bahasa kultural yang terkandung dalam informasi tersebut tidak dapat terelakkan pada proses penyebarannya.
Peristiwa tersebut bisa berdampak besar terhadap perilaku generasi muda saat ini dalam berintraksi sosial. Kini mereka lebih dominan beraktivitas dan berintraksi dalam sosial media. Pasalnya pengguna sosial media menjadi faktor utama yang mengurangi pengguna bahasa daerah dalam berkomunikasi antar pengguna. Mereka asik dan cendurung menggunakan bahasa Indonesia bahkan menggunakan bahasa asing.
***
Globalisasi merupakan hal yang lazim terjadi di muka bumi ini dan tak bisa kita hindari. Dan globalisasi juga tidak dapat dihindarkan dari yang namanya pengaruh dan perubahan. Sebagaimana hal ini memiliki pengaruh yang positif dan negatif bagi seluruh masyarakat. Perubahan pun sudah banyak sekali yang kita rasakan di Indonesia ini pasalnya, berkembangnya berbagai macam teknologi, dan progress pembangunan; serta berbagai kemajuan lainnya adalah bukti nyata masuknya globalisasi di Indonesia.
Walaupun memiliki pengaruh akan pesatnya perkembangan di Indonesia, salah satunya ialah terhadap pelestarian bahasa daerah. Dan media sosial sebagai salah satu aplikasi termutakhir di dunia membawa beberapa dampak terhadap bahasa daerah. Cakupan wilayah yang sangat begitu luas dalam media sosial membuat apa saja bisa masuk ke dalam Indonesia dengan mudah, salah satunya ialah budaya asing.
Budaya asing memiliki beberapa sektor, salah satunya ialah bahasa asing. Bila bahasa asing terus masuk dalam kehidupan masyarakat Indonesia terutama kaum melenial, tentunya akan muncul problematika terhadap eksistensinya. Problematika itulah yang sangat membawa dampak terhadap pelestarian bahasa daerah. Seringkali kita menemui jumlah penutur bahasa daerah di berbagai penjuru mengalami penurunan, terutama dalam perkotan Indonesia.
Nasib Bahasa Daerah Kita Saat Ini
Persaingan yang sangat ketat dalam mencapai kemajuan membuat bahasa daerah seakan tidak memiliki daya saing. Beda halnya dengan bahasa Inggris dan bahasa Mandarin yang memiliki daya tarik yang sangat tinggi khususnya kaum melenial yang sangat menggemari kedua bahasa tersebut. Fungsionalitas bahasa daerah yang juga hanya sebatas komunikasi antar sesama etnis atau suku, membuat perlindungan terhadap bahasa daerah.
Undang undang nomor 24 tahun 2009 pasal 40 mengenai bendera, bahasa, dan lambang Negara, serta lagu kebangsaan, yang berbunyi “Pemerintah wajib mengembangkan, membina dan melindungi bahasa dan sastra Indonesia agar tetap memenuhi kedudukan dan fungsinya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sesuai dengan perkembangan zaman.” Berdasarkan undang-undang tersebut, pemerintah telah menggaris bawahi bahasa daerah sebagai asset yang harus di lindungi.
Pengenalan dini untuk anak kita terhadap bahasa daerah harus terus ditekankan agar dapat membantu melestarikan bahasa daerah, sekaligus agar bisa menjawab keraguan terhadap para pemuda. Selain itu bahasa daerah juga akan semakin kuat membendung pengaruh budaya asing terutama dalam segi bahasa.
Oleh karna itu masyarakat bersama pemerintah harus terus membangun usaha dalam melestarikan bahasa daerah. Tidak hanya itu kamu melenial pun harus ikut serta dalam pelestarian bahasa daerah di Indonesia, karena bahasa daerah adalah salah satu aset yang dimiliki oleh negara Indonesia.
Mahasiswa Prodi Hukum Keluarga Islam FAI Universitas Muhammadiyah Malang
