Site icon Inspirasi Muslimah

Cinta dan Do’a

cinta

Cinta hadir tidak pernah memilih kepada siapa kita memberinya, cinta hadir begitu saja kepada seseorang yang kita rasa tepat untuk menerima cinta tersebut. Cinta tidaklah bisa disengaja, bahkan kita sendiri yang memiliki hati tidak tahu kemana cinta kita akan berlabuh. Ada sebuah istilah yang bagi saya begitu tepat tapi sangat menggemaskan “Cinta itu adalah takdir menikah dengan siapa adalah nasib”.

Ada seorang pemuda yang tampan, rupawan, dari keturunan keluarga yang terpandang. Jatuh ke dalam kisah cinta yang begitu tragis sehingga dia gila tidak lagi menghiraukan hiruk-pikuk dunia beserta dramanya. Dia hidup sendiri di hutan belantara berteman dengan hewan-hewan. Dia menciptakan syair-syair yang begitu indah bahkan syair tersebut bisa membuat mabuk bagi penikmatnya dan hanya mengingat seorang wanita yang dia anggap sebagai kekasihnya. Hati dan cintanya sudah diserahkan kepada wanita tersebut dengan sepenuhnya. Dia pernah berkata, “Kalau kamu merasakan apa yang aku rasa, maka kamu akan melakukan apa yang aku lakukan”.   

Dia adalah Qais seorang pemuda yang jatuh cinta kepada seorang wanita sampai membuatnya lupa akan dunia, cerita tersebut begitu masyhur di belahan dunia manapun yaitu  “Laila Majnun”. Qais adalah salah satu contoh bahwa cinta adalah sebuah takdir, dia tidak mampu melepaskan rasa cintanya bahkan sampai hanyut dan tenggelam dalam perasaan cinta yang tak tersampaikan. Padahal masih banyak sekali wanita-wanita yang mau dengannya, dan dia sendiripun sebenarnya mampu untuk memilih wanita-wanita lain. Tapi yang terjadi dia tidak melakukan itu.

Lalu ada resiko dong ketika kita mencintai seseorang  yang tidak baik? Iya pastinya penuh dengan resiko apabila kita mencintai seseorang yang tidak tepat. Tapi resiko ini bisa dialihkan dengan cara banyak-banyak berdo’a kepada Allah Swt. Karena Allah Swt. lah yang membolak-balikkan hati kita dengan sangat mudah. Dengan begitu Allah Swt. akan memberikan kita pasangan yang terbaik dan yang paling sesuai dengan diri kita. Lalu bagaimana kalau masih mendapatkan pasangan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan? Berarti itu adalah ujian yang diberikan kepada Allah Swt. agar supaya sabar dan tabah saat mengarungi rumah tangga. Seperti halnya Siti Asiyah yang beriman, berjodoh dengan Fir’aun yang memiliki sifat tidak terpuji bahkan keji.

Ada baiknya saat kita hendak menetapkan siapa jodoh dan pasangan kita untuk mengarungi perjalanan rumah tangga, dimulai dengan berdo’a terlebih dahulu atau dengan Salat Istikharah. Karena atas izin Allah Swt. akan menuntun dan mengarahkan kita kepada kebaikan. Apapun keputusannya walaupun pada saat kita menjalaninya masih ada keraguan maka itu adalah keputusan dari Allah Swt. Misalnya setelah kita berdo’a dan Salat Istikharah tapi kita dijauhkan dengan orang yang selama ini dekat dengan kita bahkan kita anggap dia adalah jodoh kita, bisa jadi orang yang bahkan tidak kita kenal dan tidak kita sangka tiba-tiba mendekat. Kita harus menerima keputusan itu karena itu adalah jalan yang terbaik dari Allah Swt. untuk kita.

Sama halnya dengan yang saya alami pada saat ingin menikah tetapi belum tahu jodohnya siapa? Hehe

Pada saat itu saya sudah merasa mampu secara finansial dan mental karena umur juga bisa dibilang sudah cukup untuk berumah tangga. Tetapi masalahnya belum ada calon wanita yang bisa saya tetapkan sebagai ibu bagi anak-anak saya kelak. Saya selalu berdo’a kepada Allah Swt. dan Salat Istikharah di pertengahan malam. Tiba-tiba keesokan harinya Kiai saya mengirimkan pesan kepada saya menanyakan apakah saya sudah siap menikah atau belum? Lalu saya balas bahwasanya saya sudah siap unuk menikah. Lalu saya diminta Kiai saya untuk menghubungi Bu Nyai karena ada salah satu santriwati yang juga sudah siap untuk menikah dan diberi nomor kontaknya untuk berkomunikasi.

Pada saat berkomuikasi dengan santriwati tersebut ternyata dia disarankan menikah karena desakan orang tuanya yang ingin anaknya cepat menikah karena umurnya pada saat itu juga sudah cukup, santriwati tersebut pada awalnya menolak tentang perjodohan ini. Karena berbagai alasan, yang salah satunya adalah jarak yang cukup jauh antara Sumatera dan Jawa. Baginya itu adalah kemustahilan dan dia takut karena tidak pernah kenal saya sama sekali. Saya memaklumi pendapatnya karena bagi saya itu adalah hal yang sangat masuk akal bagi seorang wanita.

Saya juga sempat meragukan menjalin rumah tangga dengannya. Dan saya anggap dia bukanlah jodoh saya kerena pendapat-pendapatnya semua sangat bertolak belakang dengan konsep persiapan menjalani hidup berdua. Tetapi saya tetap berpegang teguh atas do’a-do’a dan Salat Istikharah yang saya lakukan. Alhamdulillah selang beberapa waktu dia berubah fikiran dan akhirnya saya menikah dengannya.         

Cinta adalah takdir menikah dengan siapa adalah nasib, apabila kita menikah dengan seseorang yang kita cintai maka itu adalah anugrah yang sangat indah. Berhati-hatilah dalam mencinta karena bisa – bisa kita terjebak di dalamnya tidak tahu bagaimana keluarnya. Tetap libatkan Allah Swt. dalam hal percintaan dan berumah tangga Inshaallah hidup kita diberkahi sampai ajal menanti Amiiiin.

Bagikan
Exit mobile version