Sering terlihat orang tua memberikan gadget kepada bayi dan anaknya dengan tujuan untuk menghibur atau menenangkan. Orang tua merasa dengan memberikan gadget, maka hal tersebut menjadi solusi sehingga anak yang sedang menangis menjadi diam dan tenang serta tidak mengganggu pekerjaan mereka. Demikian juga halnya dengan televisi, mereka akan menyuguhi tayangan lagu anak anak atau pun berbagai film kartun kesukaan anak anak.
Apakah hal demikian sudah tepat dilakukan? Bagaimana pemakaian gadget dan menonton televisi pada anak?
Jadi ada istilah screen time yaitu lamanya waktu yang digunakan untuk menonton berbagai media elektronik/digital yang berbasis layar baik itu televisi, komputer, perangkat seluler dan juga tablet. Berdasarkan rekomendasi American Academic of Pediatric (AAP) tahun 2016; bahwa untuk anak usia kurang dari 18 bulan, aktivitas screen time tidak dianjurkan kecuali untuk video chatting (secara interaktif-responsif). Video call masih dibolehkan karena bisa sebagai media interaksi di mana ada keterlibatan bayi untuk bisa berinteraksi terutama untuk keluarga yang jauh.
Selanjutnya pada anak usia 18-24 bulan hanya memilih konten program yang berkualitas untuk anak dan supaya dimainkan bersama dengan orang tua; sehingga dengan demikian anak bisa mengetahui cara yang terbaik untuk menggunakannya. AAP menyarankan supaya menghindarkan anak melakukan kegiatan screen time tanpa pendampingan orang tua. Untuk anak di atas 24 bulan, pemakaian screen time hanya 1 jam per hari maksimal dan tetap memilih konten yang berkualitas serta butuh pendampingan orang tua juga.
Orang tua supaya tetap memperhatikan berbagai hal dalam penggunaan screen time; yaitu antara lain tidak melakukan kegiatan screen time saat di kamar tidur, saat anak makan dan pada 1 jam sebelum tidur. Gadget tidak digunakan sebagai wadah untuk menenangkan perilaku anak dan supaya orang tua mempunyai berbagai alternatif aktivitas lain; untuk belajar memecahkan masalah dan untuk menenangkan serta menghibur si anak.
***
Berdasarkan rekomendasi terbaru dari WHO tahun 2019 yang meliputi ketentuan tentang aktivitas fisik, perilaku screen time sedentarian (fisik anak relatif diam dan pasif) dan waktu tidur. Untuk usia kurang dari 1 tahun, nol menit screen time; sebanyak 30 menit aktivitas fisik dan waktu tidur 14 sampai 17 jam (untuk usia 0-1 bulan), 12 sampai 16 jam untuk usia 1-12 bulan. Pada anak usia 1 sampai 2 tahun maka untuk screen time adalah nol menit; di atas 2 tahun tidak boleh lebih dari satu jam, dengan aktivitas fisik selama 3 jam dan waktu tidur 11 sampai dengan 14 jam. Pada anak usia 3 sampai 4 tahun; screen time tidak dibolehkan lebih dari satu jam dengan aktivtas fisik 3 jam dan waktu tidur 10 sampai dengan 13 jam.
Apa efek negatif dari pemakaian screen time yang tidak tepat? Salah satunya adalah berpengaruh terhadap pola dan kualitas tidur anak. Jadi hormon anak dapat terganggu karena penggunaan gadget khususnya pada malan hari dan ini bisa berdampak pada tumbuh kembang anak. Layar gadget tersebut dapat mengeluarkan emisi sinar biru yang bisa menekan hormon melatonin sehingga hormon melatonin menjadi turun. Hal tersebut membuat anak menjadi susah tidur. Susah tidur maka menyebabkan hormon lain menjadi terganggu.
Efek negatif dari screen time juga berpengaruh terhadap perkembangan anak baik berupa gangguan kognitif, gangguan bicara dan bahasa serta gangguan sosial emosional. Penyebab hal tersebut bisa sekunder disebabkan oleh interaksi orang tua dengan anak yang menjadi berkurang, serta fungsi keluarga menjadi berkurang. Hal tersebut juga bisa dipengaruhi oleh perilaku screen time oleh orang tuanya. Berkurangnya interaksi orang tua dan pola bermain anak, berkurangnya interaksi verbal maupun non verbal serta meningkatnya periode konflik pada anak. Nah sebenarnya perilaku screen time itu juga karena pengaruh orang tuanya. Kalau melihat orang tuanya dengan HP/TV selalu maka juga kan susah mengatur/melarang si anak.
***
Terlalu banyak bermain gadget juga berpengaruh terhadap perkembangan ota; karena bisa menurunkan fungsi otak anak dan menyebabkan anak menjadi kurang perhatian terhadap lingkungan sekitar. Sikap agresif dan emosional juga merupakan salah satu akibat paparan gadget. Saat tumbuh remaja dan dewasa, kecanduan game akan menyebabkan mereka tidak mematuhi orang tua dan melakukan hal yang tidak baik.
Nah apa yang sebaiknya dilakukan oleh orang tua? Tentu saja mengikuti rekomendasi yang sudah dikeluarkan oleh para ahli. Selain itu hal yang bisa dilakukan adalah memberikan contoh yang baik kepada anak anaknya; membatasi pemakaian screen time, menetapkan area dan waktu bebas gadget, menyediakan berbagai kegiatan alternatif termasuk kegiatan outdoor, dan juga orang tua ikut bermain bersama anak. Orang tua merupakan sosok yang paling berpengaruh dalam mencegah maupun mengatasi dampak dari screen time. Maka kita sebagai orang tua harus membimbing anak anak, menyediakan waktu untuk membersamai mereka dan menjadi rules model bagi mereka.
Aslinar, Sp.A, M. Biomed; Dokter Spesialis Anak & Pengurus PW Aisyiyah Aceh.
Medsos: ig @aslinaryafa, FB : Aslinar Yafa, website: www.ummidokter.com
