Site icon Inspirasi Muslimah

Al-Qur’an dan Jaminan Kemudahan dalam Mempelajarinya

pelajaran

Imam Mutaqin

Al-Qur’an dan kemudahannya- Al-Qur’an merupakan pedoman wajib bagi umat Islam kapan pun dan di mana pun. Bagaimana cara umat Islam dapat mempelajarinya dengan mudah? Bukankah di dalam Al-Qur’an telah ada jaminan kemudahan bagi siapapun yang mau mempelajarinya? Dengan apa seseorang mendapatkan kemudahan dalam mempelajari Al-Qur’an?

Salah satu pembahasan yang menarik dalam hal ini ialah ayat Al-Qur’an Surat Al-Qomar yang mempunyai arti, “Dan sungguh kami telah mempermudah Al-Qur’an untuk menjadi pelajaran, maka adakah yang akan mengambil pelajaran?”. Ayat ini terulang hingga empat kali sebagai bentuk penekanan.

Ayat Al-Qur’an yang membahas mengenai kemudahan dalam mempelajari Al-Qur’an ini terletak pada Q.S. Al-Qomar ayat 17, 22, 32 dan 40, sebagaimana berikut:

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

Artinya: “Dan sungguh kami telah mempermudah Al-Qur’an untuk menjadi pelajaran, maka adakah yang akan mengambil pelajaran?”.

Sedikti Demi Sedikit dan Mengulang Pemahaman

Secara historis, pengulangan ayat ini tidak lepas dari munasabah atau keterkaitan ayat ini dengan ayat-ayat sebelum dan sesudahnya. Ayat ini turun sebagai bentuk respon dari ayat-ayat yang berisikan ancaman dan hikmah terhadap mereka (kaum) yang ingkar terhadap ajaran para Nabi dan Rasul terdahulu, dengan cara menceritakan kisah-kisah kaum terdahulu yang membangkang kepada Nabi dan rasul-nya sehingga mereka semua mendapatkan azab yang pedih.

Seiring berjalannya waktu, implementasi dari ayat-ayat ini terwujud dalam bentuk  praktek yang berbeda-beda dari konteks historisnya. Ada yang menjadikannya sebagai self reminder bagi para penghafal Al-Qur’an akan kemudahan dalam menghafal Al-Qur’an. Ada juga yang menjadikannya sebagai motivasi diri dalam mempelajari dan memahami Al-Qur’an.

Tafsir Al-Misbah menerangkan bahwa uraian ayat Al-Qur’an di atas menjelaskan bahwa Al-Qur’an pada hakikatnya sangat berguna bagi mereka yang ingin mendapat hikmah serta akan sangat mudah oleh siapa-pun yang memberikan perhatian. Hakikat itu Allah SWT ungkapkan melalui ayat di atas dengan menyatakan: Dan sungguh Kami bersumpah bahwa Kami telah mempermudah Al-Qur’an untuk menjadi pelajaran, maka adakah yang akan bersungguh-sungguh mengambil pelajaran sehingga Allah melimpahkan karunia dan membantunya memahami kitab suci itu?

Allah swt, mempermudah pemahaman Al-Qur’an antara lain dengan cara menurunkannya sedikit demi sedikit. Mengulang-ulangi uraiannya, memberikan serangkaian contoh dan perumpamaan menyangkut hal-hal yang abstrak dengan sesuatu kasat indrawi melalui pemilihan bahasa yang paling kaya kosa katanya serta mudahterucap dan terpahami, populer, terasa indah oleh kalbu yang mendengarnya lagi sesuai dengan nalar fitrah manusia agar tidak timbul kerancuan dalam memahami pesannya. Ayat-ayat di atas terulang beberapa kali guna mengingatkan kepada pembaca dan pendengarnya betapa besar nikmat Allah SWT yang telah menurunkan Al-Qur’an dan menyampaikan kisah para pembangkang agar menjadi pelajaran bagi yang hendak menarik hikmah.

Al-Qur’an Mudah Bagi yang Mau Mempelajari

Secara umum ayat di atas mengandung beberapa poin penting. Pertama: terdapat banyak pelajaran di dalam Al-Qur’an jika mau mempelajarinya. Kedua, Al-Qur’an mudah tercerna bagi orang yang mau memberi perhatian. Ketiga, siapapun yang mau sungguh-sungguh mempelajarinya maka Allah akan membukakan pintu pemahaman kepadanya.

Hal penting dari tiga poin di atas yakni Al-Qur’an itu mudah bagi orang yang mau bersungguh-sungguh dan mau memberikan perhatian pada Al-Qur’an.

Titik penekanan pada ayat tersebut yakni akan mudah bagi orang yang mau mempelajari dan mengambil pelajaran darinya. Bukan mudah tanpa mau belajar atau mengambil hikmah darinya.

Sebagaimana saat ini, masih banyak masyarakat muslim yang kesulitan dalam membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Sebagai contoh, ada sebagian orang Jawa yang masih kesulitan dalam mengucapkan lafadz ‘a tetapi terbaca nga. Ada sebagian orang Sunda yang kesulitan dalam mengucapkan lafadz fa tetapi terbaca pa, dan ada juga sebagian masyarakat yang bisanya hanya membaca Al-Qur’an dengan cara membaca latin yang berada di bawah huruf arabnya. Oleh karena itu, persoalan tersebut dapat menjadi gambaran, perlunya proses untuk mempelajari dan memahami Al-Qur’an.

***

Hal ini berkaitan dengan firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Ar-Ra’du ayat 11:

إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

Artinya: Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

Jika berpadu dengan ayat sebelumnya, maka ayat ini memiliki sinkronisasi bahwa untuk mencapai kemudahan dalam mempelajari Al-Qur’an akan terwujud jika seseorang mau bersungguh-bersungguh dalam mempelajarinya. Baik belajar membaca, memahami, menghafal hingga menafsirkannya.

Perlu kita sadari bahwa, makna kemudahan di sini sangat multi-interpretatif dan penerapannya bersifat dinamis. Sehingga setiap orang bisa memahami Al-Qur’an sesuai subjektifitasnya yang dipengaruhi oleh kondisi sosio-histori kapan Al-Qur’an itu dibaca dan dipahami.

Maka dari itu, untuk memahami ilmu Al-Qur’an selain harus berproses dengan belajar secara istiqomah maka butuh pula metode yang cocok untuk menghantarkan kepada pemahaman yang komprehensif. Seperti contoh jika ada orang yang belum bisa baca Al-Qur’an, maka jangan langsung kita berikan Al-Qur’an untuk membacanya. Tetapi berikanlah metode dasar untuk menghantarkan orang tersebut bisa membaca Al-Qur’an seperti metode Iqro’, Qiroati, Usmani dan lain-lain. Wallahu A’lam Bishshowab.

Bagikan
Exit mobile version