f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
bahasa idonesia

Banyak Ketimpangan dalam Bahasa Indonesia

Oleh : Affan Safani Adham

Media massa merupakan salah satu sarana yang penting untuk membina dan mengembangkan bahasa Indonesia dalam rangka pembangunan bangsa. Oleh karena media massa memiliki pengaruh yang luas dalam masyarakat, maka media massa telah memberikan sumbangan yang berharga untuk pertumbuhan bahasa Indonesia, baik secara tertulis maupun lisan.

Hal yang dapat dilakukan untuk mengembangkan bahasa Indonesia terkait dengan bidang komunikasi adalah adanya penataran bahasa Indonesia, penyediaan pojok bahasa dalam surat kabar dan majalah yang memuat petunjuk praktis penggunaan bahasa Indonesia, mengadakan pembinaan dan pengembangan bahasa bersama Dewan Pers dan lembaga lain.

Bahasa Indonesia yang dipergunakan dalam karya sastra, cerita anak-anak, lagu, teater dan film, menunjukkan adanya banyak ketimpangan. Dalam hal penerbitan cerita anak-anak misalnya, pengarang perlu memberi keleluasaan kepada penerbit.

Perhatian penerbit terhadap usia dan lingkungan anak-anak memegang peranan penting dalam hal penerbitan cerita anak-anak, karena bacaan anak-anak memengaruhi peningkatan imajinasi dan kecerdasan anak. Dengan demikian, kecermatan pemakaian bahasa merupakan faktor yang sangat penting.

Bahasa Indonesia semakin banyak juga dipergunakan untuk menerjemahkan karya sastra tradisional dan karya sastra asing. Usaha untuk menyebarluaskan jangkauan tersebut, yaitu dengan cara mengindonesiakan cakapannya. Pengindonesiaan (penerjemahan) perlu memerhatikan keseimbangan dalam struktur dan kosa kata.

Oleh karena itu, pengindonesiaan harus dilakukan secara teliti dengan melibatkan lembaga kebahasaan, lembaga pendidikan, pengembangan kesenian dan seniman.

Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengembangkan bahasa Indonesia lewat jalur kesenian adalah melakukan perekaman pementasan drama tradisional ataupun luar negeri untuk kemudian diterbitkan ke dalam buku berbahasa Indonesia.

Juga meningkatkan kecermatan pemakaian bahasa dengan lembaga-lembaga pendidikan dan psikologi yang ada, penerbitan karya-karya asli daerah dan asing, menerjemahkan dan menerbitkan karya asli daerah dan asing ke dalam bahasa Indonesia. Dengan melakukan hal tersebut akan diperolehlah banyak kosa kata. Dan hal itu akan memperkaya kosa kata bahasa Indonesia .

Baca Juga  Hari Ini; Mencari Replika Jendral Hoegeng

Semua itu, tentunya dilakukan sesuai kaidah alih transkripsi bahasa Indonesia. Dan bahasa dan alam pemikiran manusia akan terdapat jalinan yang erat. Keberhasilan dari pemoderenan itu sangat bergantung kepada corak alam pemikiran manusia Indonesia, yang merupakan hasil sintesis antara nilai-nilai yang berakar pada kebudayaan etnis yang tradisional dan nilai-nilai kebudayaan yang melahirkan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.

Pengaruh arus globalisasi dalam identitas bangsa tercermin dari sikap lebih mengutamakan penggunaan bahasa asing daripada penggunaan bahasa Indonesia. Misalnya, dalam penamaan kompleks perumahan dan sikap mementingkan kegiatan pengembangan pariwisata dan bisnis.

Setiap warga negara Indonesia pada dasarnya adalah pembina bahasa Indonesia. Hal ini tidak berlebihan karena tujuan utama pembinaan bahasa Indonesia adalah menumbuhkan dan membinakan sikap positif terhadap bangsa Indonesia.
Untuk menyatakan sikap positif ini dapat dilakukan dengan sikap kesetiaan berbahasa Indonesia dan sikap kebanggaan berbahasa Indonesia. Sikap kesetiaan berbahasa Indonesia terungkap jika bangsa Indonesia lebih suka memakai bahasa Indonesia daripada bahasa asing dan bersedia menjaga agar pengaruh asing tidak terlalu belebihan.

Adapun yang perlu dipahami adalah sikap positif terhadap bahasa Indonesia ini tidak berarti sikap berbahasa yang tertutup dan kaku. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus bisa membedakan mana pengaruh positif dan mana pengaruh yang negatif terhadap perkembangan bahasa Indonesia.

Sikap positif seperti inilah yang bisa menanamkan rasa percaya diri bangsa Indonesia bahwa bahasa Indonesia memberikan perubahan signifikan bagi terciptanya disiplin berbahasa. Di samping itu, disiplin berbahasa nasional sangat diperlukan untuk menghadapi pergaulan antar bangsa dan era globalisasi ini.

Seseorang yang berdisiplin berbahasa nasional menunjukkan rasa cinta kepada bahasa, tanah air, dan NKRI. Era globalisasi merupakan tantangan bagi bangsa Indonesia untuk dapat mempertahankan diri di tengah-tengah pergaulan antarbangsa yang sangat rumit. Untuk itu, bangsa Indonesia harus mempersiapkan diri dengan baik dan penuh perhitungan.

Baca Juga  Aborsi pada Pelajar Perlu Ditangani

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah masalah jati diri bangsa yang diperlihatkan melalui jati diri bahasa Indonesia, memperlihatkan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang sederhana, tata bahasa mempunyai sistem sederhana, mudah dipelajari, dan tidak rumit.

Kesederhanaan dan ketidakrumitan inilah salah satu hal yang mempermudah bangsa asing ketika mempelajari bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia menjadi ciri budaya bangsa Indonesia yang dapat diandalkan di tengah-tengah pergaulan antarbangsa pada era globalisasi ini.
Bangsa Indonesia sebagai pemakai bahasa Indonesia seharusnya bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi. Dengan bahasa Indonesia, mereka bisa menyampaikan perasaan dan pikirannya dengan sempurna dan lengkap kepada orang lain.
Namun, berbagai kenyataan yang terjadi tidaklah demikian. Rasa bangga berbahasa Indonesia belum lagi tertanam pada setiap orang Indonesia. Rasa menghargai bahasa asing (dahulu bahasa Belanda dan sekarang bahasa Inggris) masih terus tampak pada sebagian besar bangsa Indonesia.

Mereka menganggap bahwa bahasa asing lebih tinggi derajatnya daripada bahasa Indonesia, bahkan mereka seolah tidak mau tahu perkembangan bahasa Indonesia.

Karakter bangsa dapat terbentuk secara alamiah apabila dalam diri seseorang sudah tertanam rasa cinta dan bangga terhadap bahasa Indonesia. Ketika rasa cinta itu sudah ada dalam diri seseorang, maka lahirlah beberapa sikap yang menunjukkan karakter suatu bangsa.
Menggunakan bahasa Indonesia secara sadar dan berkala, secara tidak langsung dapat menumbuhkan sikap disiplin dalam diri seseorang yang menunjukkan bahwa rasa cinta terhadap bahasa dan bangsa Indonesia telah ada dan tertanam dalam dirinya.

Pada dasarnya, banyak cara yang bisa kita lakukan selaku warga negara Indonesia untuk menunjukkan rasa bangga dan cinta terhadap bahasa nasional kita, yaitu sikap mandiri, semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan bersahabat atau komunikatif.

Baca Juga  Jihad Konstitusi sebagai Spirit Perlawanan (1)

Mandiri dalam arti tidak bergantung pada bahasa yang dimiliki oleh negara lain. Dalam hal ini semangat kebangsaan dapat diartikan sebagai cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

*) Affan Safani Adham, anggota Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY Periode 2010-2015/2015-2020

Bagikan
Post a Comment