Saat Ramadan Pamit
Oleh : Muhammad Izzul Muslimin*
Ada yang menyapaku malam ini
Dia mau izin pamit
Katanya waktunya sudah habis
Besok harus kembali
Sebenarnya aku ingin menangis
Bukan atas kepergiannya
Tapi atas kehadirannya selama ini
Yang terlalu aku abaikan, aku sia-siakan
Aku minta dia bertahan
Tapi katanya tidak bisa
Dia sudah memberi kesempatan
Sebulan lamanya
Aku pun tepekur menyesali diri
Mengapa terlalu sibuk dengan duniaku
Mengapa terlalu asyik dengan gadgetku
Mengapa terlalu suntuk dengan anganku
Kesempatan itu telah aku lewatkan
Seperti tahun-tahun sebelumnya
Saat dia selalu bersedia menyempatkan waktu
Menemaniku mengharap ridla Tuhan
Dalam keadaan menahan diri dari nafsu
Dalam sujud malam dan doa doa panjang
Tapi aku sering meremehkannya
Malah kadang kurang mendengarnya
Tidak peduli dan lupa diri
Dan kini dia sudah ingin pamit pergi
Entah apakah aku akan bertemu dia kembali
Bekasi, 30 Ramadan 1441 Hijriyah
*)Muhammad Izzul Muslimin, anggota Komisioner Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat 2007-2010
