f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
salat

Ingin Sukses Dunia dan Akhirat? Jangan Tinggalkan Salatmu

Tujuan hidup merupakan prinsip kehidupan yang harus dimiliki oleh setiap insan. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang tidak memiliki tujuan hidup. Semisal seorang murid memiliki tujuan untuk lulus dari sekolahnya, seorang sarjana tujuannya untuk membuat skripsi, seorang guru memiliki tujuan untuk mencerdaskan dan membimbing anak didiknya, dan sebagainya. Namun, persoalan itu hanya jangka pendek saja. Sedikit sekali manusia yang mengetahui tujuan hidup. Padahal Allah sebagai pencipta sudah menjelaskan tujuan penciptaan manusia dalam firman-Nya, yaitu dalam Q.S. Adz-Dzariyat : 56 dan Q.S. At–Thalaq : 12. Q.S Adz-Dzariyat : 56 menyebutkan bahwa Allah menciptakan manusia agar mereka selalu beribadah kepada Allah. Sedangkan dalam Q.S. At-Thalaq : 12 menjelaskan bahwa manusia ketika di dunia wajib untuk mencari dan melihat serta merenungi kebesaran Allah selama hidupnya.

Salat secara bahasa adalah الدعى , sedangkan menurut istilah salat adalah ibadah yang meliputi ucapan dan pergerakan tubuh yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Dalam melaksanakan salat seorang Muslim juga diperintahkan untuk melakukan penyucian diri dengan cara berwudu. Hal tersebut dilakukan karena, Muslim akan berhadapan dan berkomunikasi langsung dengan Sang Khaliq.

Kemudian, al-Qur’an menyebutkan perintah untuk melaksanakan salat sebanyak 20 kali/ayat salah satunya yaitu Q.S. al-Baqarah : 43, yaitu:

وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

“Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk”.

Kemudian Q.S. al-Baqarah : 110, yaitu:

وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَمَا تُقَدِّمُوا لأنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Dan dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan”.

Baca Juga  Akibat Pernikahan Tidak Tercatat Terhadap Hak Istri dan Anak

Dalam kitab syarahnya Safinnah mengatakan bahwa salat adalah ibadah badan paling diutamakan (afdhol). Hal ini menggambarkan bahwa salat merupakan sesuatu yang menyangkut dua unsur yaitu rohani/hati dan jasmani/fisik. Salat pun dapat merubah perilaku seseorang. Tidak mungkin seorang yang rajin salatnya, tapi memiliki akhlak yang jelek. Karena Allah telah berfirman dalam Q.S. al –‘Ankabut: 45, yaitu:

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

Dari sinilah kemudian, persoalan sukses dan tidaknya baik di dunia maupun di akhirat. Said Hawa dalam bukunya yang berjudul al-Islam menjelaskan bahwa salat merupakan amalan yang bisa menghidupkan dan menumbuhkan keimanan serta mendorong seseoranng untuk berperilaku baik.  Kesuksesan seorang Muslim bisa terlihat dari kualitas dan kuantitas salatnya. Kita bisa melihat bagaimana kesuksesan para cendekia, ulama, dan juga para panglima perang dapat sukses dengan selalu memperbaiki salatnya. Sebagaimana kisah dari Muhammad al-Fatih dalam buku Muhammad al-Fatih 1453, dijelaskan bahwa ketika itu semua masyarakat di bawah kepemimpinan al-Fatih tidak pernah meninggalkan salat fardu sejak baligh. Tradisi memakmurkan masjid untuk melaksanakan salat menjadi salah satu kunci sukses dalam “Pembebasan Kota Konstatinopel”.

Apabila seseorang menegakkan salat dengan baik dan benar, maka orang tersebut memiliki ciri-ciri, sebagai berikut:

1. Memiliki Pembawaan yang Tenang

Hal tersebut sudah disebutkan oleh Allah dalam Q.S. al–Ma’arij : 19-23) artinya “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. kecuali orang-orang yang mengerjakan salat. yang mereka itu tetap mengerjakan salatnya”.

Baca Juga  Menyikapi Jamaah Tidur dan Anak-Anak yang Ngobrol Sendiri saat Salat Jumat

Watak dan sifat manusia yang paling mendasar adalah keluh kesah/tidak tenang dalam hatinya, dan sedikit kesabarannya. Masalah sedikit saja manusia berkeluh kesah dengan berbagai macam bentuk keluhannya sehingga kadang ibadahnya pun menjadi korban dari keluhannya. Keberhasilan mengambil keputusan dan tindakan merupakan kiat-kiat dalam meraih kesuksesan.

2. Sungguh-Sungguh dalam Kebaikan

Seseorang yang bersungguh dalam salatnya dipastikan ia pun akan melaksanakan apapun dengan sungguh–sungguh. Kecuali, bagi orang-orang yang kurang disiplin salatnya. Kekhusyuan salat dan ikhlas pun menjadi akibat bersungguh-sungguh dan tidak akan ragu dalan berbuat kebaikan. Perbuatan apapun itu tapi memiliki manfaat bagi kita, maka kerjakan perbuatan  itu. Jangan sampai kita meremehkan perbuatan apalagi itu sebuah kebaikan, hal ini sudah disebutkan oleh Nabi dalam hadisnya, yaitu : “Janganlah engkau anggap rendah kebaikan meskipun sekedar tersenyum kepada saudaramu”. (H.R. Muslim). 

3. Hidup Optimis, Penuh Gairah, dan Semangat

Orang sukses memiliki sifat optimis dan semangat dalam menghadapai segala rintangan. Selalu menatap masa depan merupakan hal wajib dalam dirinya, tidak ada kata lelah demi mencapai kesuksesan.

4. Rasa Penyayang dan Anti Zalim

Perilaku zalim merupakan perilaku mazhmumah yang sangat tidak disukai oleh Allah dan Rasulullah. Rasul bersabda : “Hindarilah kezaliman, karena ke zaliman adalah kegelapan di hari kiamat”. (H.R. Muslim). Dengan melakukan salat secara khusyu disiplin, maka kita akan terhindar dari perbuatan zalim. Bahkan akan muncul sikap kasih sayang antara Muslim dan sesama manusia.

5. Disiplin Terhadap Waktu

Waktu adalah kesempatan. Kesempatan tidak pernah datang dua kali. Sebuah peluang harus dimanfaatkan sebaik – baiknya. Disiplin adalah aspek penting dalam kesuksesan mengatur waktu. Kepiawaan mengatur waktu memegang peranan penting dalam menentukan kesuksesan seseorang. Salat merupakan ibadah yang sangat ketat perihal waktu, tidak sembarangan orang dapat melakukan salat dan tidak semaunya juga melaksanakannya. Persoalan tersebut sudah tercantum dalam Q.S. an–Nisa’ : 103).

Baca Juga  Benang Merah dan Umrah di Bulan Ramadan
6. Mencintai Hidup Bersih, Rapi, Teratur, dan Indah

Sebelum melaksanakan salat kita diwajibkan untuk bersuci terlebh dahulu, baik kesucian tempat, pakaian, dan diri sendiri. Alkisah Hasan bin Ali R.a selalu memakai pakaian yang terbaik, ketika itupun orang-orang bertanya mengapa melakukan hal seperti demikian. Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan menyukai segala sesuatu yang indah. Oleh karena itu, aku memperindah diriku saat menghadap Tuhanku”. Dalam al-Qur’an Allah sangat suka orang-orang menyucikan dirinya.

7. Mudah Berkonsentrasi

Salat bukan hanya sekadar rangkaian gerakan berdiri, ruku’, sujud, dan duduk yang berulang – ulang. Salat adalah aktivitas komunikasi, antara seorang hamba dengan Tuhannya. Seperti halnya kita dalam berkomunikasi perlu konsentrasi untuk memahami apa yang sedang dibicarakan oleh lawan bicara kita. Apabila kita tidak berkonsentrasi, maka kita akan menjadi tidak paham. Salat merupakan komunikasi yang sangat luar biasa, karena kita akan menghadap Allah Sang Khaliq. Apabila seseorang yang melaksanakannya dengan khusyu’ dan konsentrasi terhadap bacaan-bacaan salat, maka dalam kehidupan sehari-hari kita akan berkinsentrasi karena sudah terlatih dari awal.

Bagikan
Post a Comment