f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
dukun

UAH: Dukun itu Profesi atau Bukan?

Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar kepada Nabi Muhammad yang Allah Swt turunkan. Di antara mukjizat nabi sebelumnya, Al-Qur’an inilah yang berbeda tapi yang paling hebat dan dahsyat.

Namun, akhir-akhir ini di media sosial sekarang masih ramai-ramainya memperbincangkan tentang dukun. Dan dalam praktek dukunnya itu ada yang menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an. Bagaimana ini? Padahal dulu, 13 abad yang lalu ayat-ayat Al-Qur’an digunakan itu untuk membuktikan bahwa Nabi Muhammad Saw. bukanlah seorang dukun. Maka dari itu, kita simak pendapat dari Ustaz Adi Hidayat.

Pertama, sebelum membahas lebih dalam, UAH menyampaikan bahwa, “Hukum berkonsultasi atau meminta sesuatu dan membenarkan dunia perdukunan itu ancamannya tinggi, berdasarkan sabda Nabi Saw. Salah satu hadis yang diriwayatkan Ibnu Mas’ud, bahwa Nabi bersabda:

“siapa yang datang kepada ‘arrafan (paranormal), tukang sihir dan dukun. Lalu meminta sesuatu, kemudian dia membenarkan menyakini apa yang disampaikannya, maka dia telah kufur/mengingkari terhadap segala yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw.”(H.R. Al-Hakim)

Ini di antara uslub/cara menyampaikan informasi yang menunjukkan kecaman yang sangat tinggi bahkan nanti menunjukkan kepada kekufuran terhadap nilai-nilai syariat yang paling pokok yaitu akidah.

Maka dari itu, orang yang sudah mengunjungi 3 orang tersebut lalu membenarkannya, maka anjurannya adalah segera untuk bertaubat kepada Allah. Karena mengunjungi dukun atau yang lainnya merupakan satu di antara tujuh dosa besar yang berpeluang mendapatkan murka Allah Swt. dan itu bisa juga mengugurkan nilai-nilai ketaatan.

So, Rahmania sudah sepatutnya kita sebagai umat Islam untuk menghindari hal itu, karena sudah disebut kufur, lalu amalan kita pun yang sudah dilakukan akan terhapus juga. Karena hal itu termasuk syirik yaitu mempercayai sesuatu Allah larang dan menduakan sesuatu yang kemudian Allah telah tegaskan tidak ada itu semua. Sebagaimana firman Allah Swt.,

Baca Juga  Vaginismus Tidak Bisa Jima’ dengan Suami? Berdosakah?

إِنَّ اللهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذَلِكَ لِمَنْ يَّشَآءُ ^ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللهِ فَقَدِ افْتَرَآ اِثْمًا عَظِيْمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh dia telah berbuat dosa besar.” (Q.S. An-Nisa : 48)

Dalam ayat itu, UAH menjelaskan, jika hal itu dibawa sampai mati. Terkecuali jika belum datang ajalnya dan kemudian dia bertaubat nasuha mohon ampun kepada Allah serta perbaiki dengan menjauhkan syirik, maka akan berpeluang mendapatkan ampunan-Nya.

Itu jika yang berbuat atau konsultasi dan membenarkan. Bagaimana dengan pelakunya? Maka itu lebih berbahaya lagi jika dia mengaku muslim. Maka kita doakan semoga Allah melembutkan hati-hati orang yang menduga dukun itu profesi.

Padahal dulu itu Nabi dituduh sebagai penyihir, orang sinting bahkan disebut dukun juga. Tuduhan itu dilakukan oleh orang Arab Jahiliyah pada masa itu karena kesal dan marah atas dakwahnya. Maka turun beberapa ayat yang paling pokok yang langsung diturunkan oleh Allah Swt. sebagai pembelaan bagi Rasulullah dan menepis dari tuduhan itu. Lalu bagaimana sekarang ada orang yang membawa ayat Al-Qur’an dan orang itu dukun? Hal tersebut dosanya besar sekali. Sebagaimana Allah Swt. berfirman,

“Dan bukan pula perkataan tukang tenun. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya.” (Q.S. Al-Haqqah: 42)

Jadi, kata UAH bahwa ayat-ayat Al-Qur’an itu bukanlah jimatnya para dukun apalagi dilakukan untuk magic tertentu. Itu tidak boleh. Maka orang yang berpraktek seperti itu, orang tersebut kata Al-Qur’an itu tidak pernah zikir.

Dari ayat tersebut, kata qalilan maa secara balaghah menunjukkan ‘tidak pernah’. Jadi, jika seseorang melakukan maksiat, itu implikasi terbesarnya kesalehannya menurun, karena salah itu lawannya saleh. Jadi jika salehnya naik maka salahnya turun tapi jika salahnya naik maka salehnya turun. Makanya orang munafik itu sedikit zikirnya. Sebagaimana firman Allah,

Baca Juga  Relasi Menantu dan Mertua dalam Islam

“… dan mereka tidak pernah mengingat Allah kecuali hanya sedikit.” (Q.S. An-Nisa: 142)

Kata Allah, orang munafik itu kan banyak problemnya, banyak maksiatnya, banyak salahnya, makanya kalau pun zikir itu hanya sedikit, dan itu jika ada kebutuhannya saja. Nah para dukun disebut oleh Al-Qur’an hampir tidak pernah zikir. Di antaranya: Al-Qur’an dan itu belum tentu bisa membacanya. Kemudian Allah swt berfirman,

“Maka peringatkanlah, karena dengan nikmat Tuhanmu engkau (Muhammad) bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula orang gila.” (Q.S. Ath-Thur: 29)

Ayat tersebut menyuruh Nabi Muhammad untuk mengingatkan, pahamkan orang, ajak kepada kebaikan, doakan dan sampaikan dakwahi bahwa kamu mendapatkan nikmat Allah. kata Allah, engkau dengan nikmat Rabbmu diberikan nikmat besar. Dengan nikmat itu engkau bukanlah seorang dukun apalagi orang gila. Engkau adalah orang yang mendapatkan kelengkaan nikmat Allah Swt.

Lalu UAH menutupnya bahwa hal-hal yang berkaitan dengan dukunisme, paranormalisme dan lain sebagainya itu menjauhkan seseorang dari nikmat Allah Swt. Dan kenikmatan terbesar itu ketika seorang hamba tersambung dengan Allah lewat zikir. Maka dari itu, kita hindari hal-hal yang bertentangan dengan syariat Islam dan doakan karena selama hidup seorang hamba masih memiliki hak untuk menjadi saleh.

Bagikan
Post a Comment