f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
korea selatan

Study Cafe di Korea Selatan, Pemicu Belajar Kondusif

Berbicara tentang Korea Selatan tentu kita akan langsung terbayangkan dengan K-Pop dan drama korea. Benar sekali, dua hal ini memang sangat erat kaitannya dengan negeri Gingseng tersebut. Bahkan tidak sedikit dari netizen di Indonesia yang menggandrungi K-Pop dan drama korea, mulai dari kalangan muda bahkan beberapa di antaranya terbilang sudah cukup tua untuk dikatakan sebagai remaja.

Ternyata tidak hanya terkenal dengan K-Pop dan drama korea saja, negara Korea Selatan juga terkenal dengan gaya hidup yang cukup teratur dan rapi. Hal ini terlihat dari kebiasaan warga Korea Selatan yang sangat memperhatikan waktu, fashion, dan juga kebersihan.

Bagi penggemar drama korea tentu sudah tidak asing lagi karena sebagian besar kehidupan Korea Selatan dalam adegan dan tempat-tempat yang terdapat dalam drama korea. Dalam drama korea sering sekali terlihat bagaimana produktifnya mereka memanajemen waktu untuk pekerjaan dan juga untuk diri sendiri. Bahkan tidak sedikit dari drama korea yang berlatarkan nuansa remaja kerapkali memperlihatkan cara belajar siswa di sana.

Cara belajar siswa Korea Selatan terbilang memang sangat praktis dan berkualitas. Melihat produktivitas dari para pelajar di sana, menjadi inspirasi menarik yang dapat generasi muda praktikkan di Indonesia.

***

Salah satu budaya belajar di Korea Selatan adalah belajar di kafe, para pelajar di sana menyebutnya dengan kape gongbu. Karena belajar di kafe merupakan sebuah budaya di sana, sehingga tersedia wadah yaitu study cafe yang umumnya terletak tidak jauh dari sekolah ataupun kampus disana.

Study Cafe di Korea Selatan hampir sama dengan kafe atau tempat nongkrong dan mengerjakan tugas para mahasiswa di Indonesia. Namun sedikit berbeda dengan kafe di Indonesia yang cenderung ramai, study cafe di sana jauh lebih tenang dan nyaman.

Baca Juga  Indahnya Dibina dan Membina

Sebagaimana terlansir dari salah satu video tiktok @auliarizkiana7, di Korea Selatan study cafe dengan kafe biasa kebanyakan terpisah. Jadi ada kafe yang memang khusus untuk nongkrong ada juga kafe untuk belajar, salah satunya adalah “Campus Coffe & Dessert” yang letaknya tidak terlalu jauh dari salah satu kampus di sana.

Berdasarkan cerita dari pemilik akun @auliarizkiana7, ternyata ruangan study cafe tersebut sangat nyaman dan tenang bahkan terdapat printer yang dapat digunakan secara gratis. Terdapat wifi yang pastinya sangat lancar.

***

Selain itu, yang lebih istimewa lagi dari study cafe di sana adalah di setiap mejanya terdapat sekat pembatas antara meja satu dengan lainnya yang mirip dengan sekat pembatas warnet di Indonesia. Sehingga jauh lebih tenang dan tidak akan terganggu dengan orang yang ada di samping kita.

Selain itu di setiap mejanya juga sudah lengkap dengan wireless charger. Jadi tidak perlu khawatir lagi kehabisan baterai karena charger sudah tersedia.

Walaupun mungkin di Indonesia masih belum bisa memberikan fasilitas yang sedemikian canggih, namun kita dapat mengambil keunggulan lain dari Korea Selatan yang bisa pelajar Indonesia praktikkan, yaitu cara belajarnya.

Terlansir dari salah satu vidio tiktok @smaghfirohstudy menjelaskan dengan rinci beberapa cara belajar ala siswa Korea Selatan yang mungkin dapat menjadi inspirasi bagi pelajar di Indonesia.

Model belajar yang pertama adalah disiplin waktu. Seperti yang kita ketahui warga Korea Selatan sangat memperhatikan waktu, hal ini juga berlaku bagi para siswa di sana.  Para pelajar di Korea Selatan menggunakan 13 jam waktunya untuk belajar, 7 jam untuk tidur, dan sisanya adalah waktu untuk diri sendiri.

Para pelajar di Indonesia juga dapat mempraktikkannya dengan berusaha mengatur waktu belajar dan waktu tidurnya. Agar esok hari tubuh tetap fit saat menerima pelajaran baru. Disiplin waktu sejak remaja akan sangat berguna ketika kita sudah terjun ke dunia karir nantinya.

Baca Juga  Mereka Anak Hebat

***

Kedua, yaitu belajar di ruangan yang nyaman. Kondisi lingkungan yang nyaman sangat mempengaruhi proses belajar seseorang. Tentu saja apabila ruangan tidak nyaman pasti sangat mengganggu dan akhirnya menjadi malas untuk belajar.

Kita dapat mengatur senyaman mungkin ruangan untuk belajar. Rata-rata orang akan merasa nyaman dan memiliki tingkat produktivitas yang tinggi saat berada di ruangan dengan suhu 22-25 derajat celcius.

Selanjutnya model belajar yang ketiga yaitu menggabungkan dua gaya belajar. Pilihlah dua dari 8 gaya belajar yang paling mendukung dan tidak saling bertabrakan. Misalnya adalah menggabungkan cara belajar analitik dengan gaya belajar visual. Yaitu mempelajari sesuatu dengan menganalisis kemudian mempraktikkannya dengan alat bantu visual.

Model belajar yang keempat adalah selalu menggunakan timer saat belajar. Dengan memasang timer saat belajar kita akan mengetahui seberapa cepat kemampuan yang kita miliki dalam menyelesaikan soal. Selain itu timer saat belajar juga dapat berguna untuk mengukur berapa lama durasi ketahanan kita saat belajar.

***

Kemudian model belajar ala siswa Korea Selatan yang kelima adalah mempelajari satu subjek dengan maksimal waktu 20 menit. Kebanyakan pelajar di Korea Selatan hanya membaca atau mengerjakan suatu subjek dalam waktu 20 menit saja. Setelah 20 menit mereka akan berganti mengerjakan hal lain, kecuali jika memang sedang mengkhususkan waktunya untuk belajar materi tertentu.

Para pelajar di Indonesia dapat menerapkan cara belajar tersebut agar tidak cepat bosan saat mempelajari mata pelajaran tertentu. Karena semakin lama waktu untuk mempelajari satu subjek akan membuat kita cepat bosan, sehingga akhirnya mata pelajaran lain tidak jadi dipelajari.

Dan model belajar yang terakhir adalah mencatat apa yang tidak diketahui. Kebanyakan pelajar di Korea Selatan sering mencatat beberapa hal yang sulit untuk dipahami ketika mempelajari suatu materi, seperti kosa kata sulit dan lain-lain.

Baca Juga  Muhasabah Akhir Tahun Menuju Keberkahan yang Mencerahkan

Hal ini juga dapat dipraktikkan pada beberapa mata pelajaran yang sulit kemudian ketika telah sampai di sekolah bisa langsung ditanyakan kepada guru mata pelajaran yang bersangkutan.

***

Dari 6 gaya belajar siswa Korea Selatan tersebut akan sangat membantu dan memudahkan pelajar Indonesia dalam mengatasi masalah kesulitan belajar, terutama dalam memanajemen waktu dan menciptakan suasana yang nyaman saat belajar. Karena ruangan yang nyaman dan perasaan senang akan sangat mempengaruhi sistem belajar menjadi lebih kondusif.

Imam as-Syafi’i juga mengatakan bahwa, “Barang siapa yang menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barang siapa menginginkan akhirat hendaklah ia menguasai ilmu, dan barang siapa menginginkan keduanya, hendaklah menguasai ilmu.”

Dari perkataan Imam Syafi’i tersebut kita tahu bahwa apabila ingin menguasai dunia tentu harus menguasai ilmu terlebih dahulu. Menguasai ilmu tentu juga bermula dari belajar. Oleh karenanya, belajarlah dari sekarang gunakan waktu yang telah Allah berikan kepada kita dengan sebaik-baiknya. Dan jangan lupa gunakan tips-tips belajar di atas agar belajar menjadi lebih menyenangkan.

Bagikan
Post a Comment