f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
kekuatan indonesia

Kekuatan Indonesia dalam Dinamika Politik dan Ekonomi Global

Rahma.ID – Mengamati tensi konflik yang terjadi beberapa waktu akhir ini di dunia, seperti konflik di Timur Tengah, Myanmar, atau yang terbaru antara Rusia dan Ukraina, Dekan Fisip Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Philips J Vermonte menyebut bahwa Indonesia termasuk negara yang relatif damai. Fakta ini merupakan hal yang perlu kita syukuri.

Selain itu, Indonesia juga merupakan salah satu negara dengan pengaruh ekonomi yang besar di dunia. Hal tersebut dibuktikan dengan bergabungnya Indonesia ke dalam G20 sejak tahun 1999.

Pada periode ini, Indonesia memperoleh kesempatan untuk memegang presidensi G20. Memimpin negara-negara besar lain seperti Amerika Serikat, Rusia, dan Cina untuk membahas kebijakan dalam rangka mewujudkan stabilitas keuangan internasional. Dengan demikian, posisi Presidensi G20 harus dimanfaatkan dengan baik oleh Indonesia.

Pergeseran peta kekuatan ekonomi dari barat ke timur, secara perlahan telah membuat sebagian besar negara di dunia bergantung dengan Cina. Selain Cina, ada kekuatan lain seperti Korea Selatan, Jepang, maupun Taiwan yang mulai menguasai pangsa-pangsa pasar internasional.

Padahal jika mau dibandingkan, negara-negara tersebut mengalami kemerdekaan yang relatif sama waktunya Indonesia. Korea Selatan misalnya, mengalami kebangkrutan dan kemiskinan pada awal-awal merdeka. Kondisinya jauh lebih buruk dari Indonesia. Namun dalam waktu belum ada satu abad, mereka mampu merangkak lebih cepat dan berubah menjadi kekuatan ekonomi baru pada hari ini.

Menurut Philip, tak hanya dalam bidang ekonomi, namun juga dalam bidang demokrasi. Hal yang selalu kita bangga-banggakan pasca reformasi. Namun pada realitanya, Indonesia justru mengalami penurunan dalam indeks demokrasi.

“Kini, Indonesia tertinggal jauh dari Singapura yang melakukan demokratisasi tak ada satu dekade sebelumnya,” ujar Philips J Vermonte, Sabtu (12/3) di Jakarta dalam kegiatan Workshop Creator Muda Muhammadiyah yang digelar oleh IBTimes yang didukung oleh Bank Mandiri sebagai sponsor tunggal..

Baca Juga  Adakah Mush’ab bin ‘Umair di Zaman Sekarang?
kekuatan indonesia
Philips J Vermonte

Sehingga jika benar Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbesar, maka apa yang bisa Indonesia lakukan untuk membuktikan klaim tersebut?

Pertama, Philips mengungkapkan bahwa yang terjadi di Indonesia adalah persoalan teknokratik. Di mana kurangnya jumlah ahli dalam berbagai bidang. Padahal, para ahli dibutuhkan dalam proses pengambilan keputusan. Bisa kita simpulkan bahwa setiap pemimpin membutuhkan keahlian ini agar mampu menghasilkan kebijakan yang tepat. Kebijakan tak bisa dibuat secara asal-asalan.

Problem-problem seperti pandemi, perubahan iklim, dan lain-lain harus diselesaikan dengan cara teknokratis. Pandemi harus diselesaikan oleh pakar-pakar biologi, virologi, ahli DNA, dan juga ahli kebijakan publik. Hal yang sama juga berlaku untuk menyelesaikan isu climate change.

Kedua, di samping itu, Asia Tenggara, termasuk di dalamnya Indonesia, memiliki posisi yang strategis sebagai peredam dari dua kekuatan raksasa yakni Amerika dan China. Namun posisi ini belum termanfaatkan dengan baik oleh Indonesia karena pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif lambat. Pada tahun 1970, misalnya, kondisi Indonesia sama dengan Singapura. Jumlah pendapatan domestik bruto sama, sama-sama merupakan negara berkembang, sama-sama memiliki pemimpin yang otoriter.

Jika kita mau menganalisa lebih jauh lagi, maka sebenarnya solusi yang dapat ditawarkan merupakan problem-problem itu sendiri. Yang pertama, kita harus memperbanyak ahli dalam berbagai bidang. Yang kedua, Indonesia harus mampu menyadari posisi pentingnya di antara pusaran kekuatan geopolitik di dunia pada hari ini dan memanfaatkannya untuk memiliki peran yang strategis.

Bagikan
Post a Comment