f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
bayi kuning

Bayi Kuning dan Perawatannya di Rumah

Sebanyak 60% bayi yang lahir setelah usia kehamilan cukup bulan dan 80% bayi yang lahir prematur akan terserang penyakit kuning yang juga terkenal dengan istilah ikterus neonatorum.

Penyakit ini merupakan bentuk icterus yang sangat umum terjadi pada buah hati yang baru lahir. Kondisi ini terjadi ketika kadar bilirubin dalam darah tinggi. Biasanya, penyakit kuning pada anak yang baru lahir tidak berbahaya. Penyakit ini dengan mudah bisa sembuh sendiri dalam rentang satu hingga dua minggu setelah bayi lahir. Jadi pilihan merawat bayi kuning di rumah adalah pilihan terbaik di tengah pandemic Covid-19 seperti sekarang ini. Meskipun pada akhirnya bayi tetap harus mendapat perawatan di rumah sakit, jika kadar bilirubin dalam darah tetap tinggi.

Penyebab berubahnya warna kuning pada kulit bayi dengan icterus karena penumpukan bilirubin atau pigmen empedu kekuningan di dalam darah. Kadar bilirubin yang tinggi dalam darah ini bermanifestasi sebagai kulit yang tampak lebih kuning daripada bayi sehat lainnya.

Pada dasarnya bilirubin adalah produk limbah alami yang terbentuk ketika tubuh memecah sel darah merah yang telah tua dan rusak untuk digantikan dengan sel darah merah yang baru.

****

Anak yang baru lahir harus mengalami perubahan fisiologis yang cepat segera setelah lahir dalam rangka menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Beralih dari kehidupan di dalam rahim ke dunia nyata yang membutuhkan pemecahan sel darah merah yang banyak dan menggantinya dengan suplai darah segar yang banyak pula.

Sel darah merah mengandung protein pembawa oksigen yang disebut hemoglobin, yang berubah menjadi bilirubin di dalam hati selama pemecahan sel lama yang digunakan. Dalam tubuh yang sehat dan berfungsi dengan baik, hati menyaring bilirubin dari darah dan mengeluarkannya dari sistem tubuh.

Baca Juga  Masih Mendoakan Orang Tua dengan Doa yang Pelit?

Namun, pada bayi baru lahir fungsi organ tubuh belum berkembang sepenuhnya, khususnya hati. Keadaan ini menyebabkan hati belum bisa bekerja maksimal menghilangkan produk limbah (bilirubin) ini, yang mengakibatkan penyakit kuning. Selain itu, cara utama tubuh menghilangkan bilirubin adalah melalui tinja, dan bayi baru lahir mungkin belum cukup buang air besar untuk mengeluarkan bilirubin.

Ada beberapa solusi yang dapat mengobati penyakit kuning pada bayi baru lahir. Namun, sebelum memutuskan merawat bayi dengan penyakit kuning di rumah, seseorang harus berkonsultasi dengan dokter memastikan bahwa kondisi bayi cukup aman tanpa perawatan di rumah sakit.

Cara Alami Mengobati Penyakit Kuning pada Bayi Baru Lahir

Berikut beberapa cara pengobatan yang bisa dicoba untuk mengobati penyakit kuning pada bayi baru lahir:

Sering-Seringlah Menyusui Bayi.

Menyusui si kecil dengan sering akan membantu menghilangkan bilirubin dari aliran darahnya dan mengeluarkannya melalui tinja dan urin. Bayi dengan penyakit kuning biasanya banyak tidur. Oleh sebab itu membangunkan bayi harus secara berkala untuk menyusuinya.

Selain itu, ibu juga harus mengonsumsi makanan yang sehat saat menyusui anaknya. Makanan yang segar, bergizi, dan seimbang dapat memastikan ibu mendapatkan asupan nutrisi yang baik. Oleh karena itu, sertakan sayuran berdaun hijau, sebagian kecil makanan laut dengan kadar merkuri rendah per minggu, makanan dengan lemak sehat, biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan, memasak daging dengan baik, dan dosis pati kaya serat yang sehat.

Hal lain yang juga dapat membantu keberhasilan ibu dalam menyusui anaknya adalah kontak kulit ke kulit. Aktivitas ini sangat membantu ibu ketika baru mulai menyusui dan mengatur jadwal menyusui sejak dini, yang pada gilirannya membantu menurunkan kadar bilirubin.

Baca Juga  Water Birth : Metode Persalinan yang Mengurangi Rasa Khawatir

Optimalisasi dukungan menyusui juga diperlukan untuk memastikan anak disusui secara eksklusif sesuai jadwal. Karena itu, pastikan ibu membentuk sistem pendukung yang kuat yang mencakup keluarga dekat dan kelompok sebaya.

Jemur Si Kecil Di Bawah Sinar Matahari.

Salah satu perawatan di rumah untuk bayi kuning adalah menempatkan boks bayi di dekat jendela yang mendapat sinar matahari atau menjemur di bawah sinar matahari. Sudah diketahui bahwa sinar matahari dapat memecah kadar bilirubin dan menyembuhkan penyakit kuning. Namun, posisi anak tidak boleh menghadap langsung pada sinar matahari. Karena sinar matahari dapat membakar kulit bayi yang sensitive. Pastikan bahwa bayi mendapatkan sinar matahari secara merata di perut dan punggung untuk mendapatkan hasil terbaik. Lakukan perawatan ini selama 15-30 menit setiap hari antara pukul 07.00 – 09.00 pagi.

Biasakan Pijat Bayi.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa pijat bayi menggunakan minyak di bawah sinar matahari pagi yang lembut setiap hari dapat meningkatkan frekuensi buang air besar pada anak dan membantu eliminasi bilirubin dengan mengurangi sirkulasi enterohepatik.

Gunakan Suplemen.

Asupan makanan bayi yang baru lahir dengan penyakit kuning harus lebih banyak daripada bayi yang tidak kuning. Jika ibu merasa bahwa ASI tidak mencukupi, ibu bisa memberinya susu formula bayi. Asupan susu yang tidak memadai menyebabkan bayi dehidrasi dan lebih sedikit buang air besar juga sedikit berkemih, dan akhirnya menyebabkan penurunan ekskresi bilirubin dari tubuh.

Terkadang, anak yang baru lahir mungkin menderita penyakit kuning karena meminum ASI ibunya. Bahan kimia tertentu dalam ASI dianggap bisa menjadi solusi, tetapi biasanya kondisi ini tidak berbahaya dan bisa sembuh secara spontan. Ibu biasanya tidak harus menghentikan menyusui. Berkonsultasi pada dokter adalah pilihan bijak, untuk memberikan solusi terbaik bagi anak.

Baca Juga  Investasi Jangka Panjang Vaksin Covid-19

Dari semua penjelasan, hal yang paling utama adalah memperbanyak pemberian ASI atau susu formula. Jika kemudian dalam waktu dua minggu buah hati belum juga menunjukkan tanda-tanda membaik, maka bayi harus segera ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Bukan saja karena tidak membaik setelah menjalani perawatan di rumah, bayi dengan penyakit kuning harus segera mendapatkan perawatan di rumah sakit. Jika kadar bilirubinnya terus meningkat atau di atas 12 mg/dl, warna kuning tidak hanya sebatas kulit tetapi sudah menyebar secara intens bahkan sampai ke mata, bayi juga nampak sangat lesu, tidak mau menyusu, dan demam.

Sebagai orang tua, sudah wajib hukumnya aware terhadap setiap perubahan kondisi yang dari buah hati. Tidak hanya pada bayi dengan penyakit kuning tetapi juga perubahan kondisi ringan lainnya seperti diare dan demam. Kesadaran ini akan membuat orang tua lebih sigap dan siaga dalam memberikan pertolongan pertama yang tepat.


Editor: Ahmad Murtaza MZ

Bagikan
Post a Comment