f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
ummu aiman

Ummu Aiman, Wanita yang Dijamin Masuk Surga

Selama ini, mungkin kebanyakan dari kita lebih mengenal para sahabat yang dijamin masuk surga dari kalangan laki-laki dibandingkan kalangan wanita. Mari kita mengenal wanita yang terjamin masuk surga, bahwa peran mereka tidak kalah penting dengan peran laki-laki. 

Putraku berkata, “Ayah, saya memiliki pertanyaan dan saya berharap ayah memiliki jawabannya. Bukankah ada beberapa wanita yang Allah berikan kabar gembira dengan janji pahala surga? Jika memang benar, saya mohon berkenan menjelaskan dan mengisahkan kepadaku tentang para wanita tersebut”.

Saya berkata, “Benar, wahai anakku. Ada beberapa sahabat wanita yang Rasulullah saw. berikan kabar gembira berupa surga. Ayah inggin menjelaskan kepadamu tentang mereka semua satu per satu setiap malam. Ayah juga ingin menjelaskan kepadamu berbagai kisah dan kejadian yang mereka alami.

***

Sekarang kita akan membicarakan salah satu di antara mereka, ia adalah Ummu Aiman. Ia adalah seorang wanita yang mengasuh dan menemani kekasih serta junjungan kita, yaitu Rasulullah saw. pada saat beliau masih kecil. Ia adalah wanita yang menemani Rasullah saw. melewati masa-masa pahit yang beliau alami pada masa kecil. Yaitu ketika beliau menjalani hidup sebagai anak yatim setelah Allah swt. menakdirkan ayahanda beliau, Abdullah bin Abdul Mutholib meninggal dunia tatkala beliau masih berada dalam kandungan.

Kemudian selang beberapa waktu setelah itu, ibunda tercinta beliau, Aminah binti Wahab juga harus pergi menghadap Tuhan. Meninggalkan putra tercintayang baru berusia enam tahun menangis di atas pusarnya dengan tangisan yang mengharukan dan menyanyat hati. Melihat hal tersebut, Ummu Aiman pun lantas cepat-cepat mendekati beliau, memeluk beliau dan mengusap air mata beliau dengan jari tangan. Dengan penuh kelembutan dan kasih sayang untuk meringankan beban musibah yang telah memisahkan beliau dengan ibunda tercinta selama-lamanya di saat beliau sedang sangat membutuhkan belaian kasih sayang seorang ibu”.

Baca Juga  Rasuna Said : Orator Perempuan dari Tanah Minang

Anakku bertanya, “Lalu, siapakah sebenarnya Ummu Aiman itu wahai Ayahku?”

Saya berkata, “Nama aslinya adalah Barakah binti Tsa’labah. Dahulu, ia adalah pembantu Sayyidah Aminah ibunda Rasulullah saw.. Setelah masa menyusu beliau di lingkungan Bani Sa’ad telah habis, wanita yang menyusui beliau, yaitu Halimah as-Sa’diyyah membawa beliau untuk diserahkan kembali kepada ibunda beliau. Setelah itu, di samping beliau dirawat dan diasuh oleh ibundanya, beliau juga diasuh dan dirawat oleh Ummu Aiman.

***

Lalu pada suatu ketika, Sayyidah Aminah pergi mengunjungi keluarganya di Yatsrib (Madinah) dengan mengajak putra tercinta, Muhammad saw. dan pembantunya, Ummu Aiman. Namun, di tengah perjalanan kembali dari Yatsrib, Sayyidah Aminah mendadak jatuh sakit. Tepatnya di sebuah daerah dekat Mekah yang terkenal dengan nama al-Abwa’. Hal ini menyebabkan Sayyidah Aminah tidak mampu melanjutkan perjalanan pulang. Hingga akhirnya ia meninggal dunia dan jenazahnya pun dimakamkan di tempat tersebut.

Tidak ada jalan lain bagi Ummu Aiman kecuali harus membawa putra Sayyidah Aminah yang sedang berduka ke Mekah dan membawanya ke rumah sang kakek, Abdul Muthalib. Di hadapan Abdul Muthalib, Ummu Aiman menceritakan apa yang telah terjadi pada diri Sayyidah Aminah. Lalu, Abdul Muthalib meminta Ummu Aiman agar bersedia tinggal di rumahnya untuk merawat dan mengasuh putra Sayyidah Aminah seperti yang sebelumnya ia lakukan ketika Sayyidah Aminah masih hidup.

Lalu, Ummu Aiman pun merawat dan mengasuh Muhammad kecil dengan sangat baik. Bahkan ia berusaha untuk mampu menggantikan posisi Sayyidah Aminah bagi putranya, Muhammad kecil. Ia mencurahkan semua perhatian dan kasih sayangnya kepada beliau agar kesedihan dan penderitaan wafatnya ibunda tercinta bisa agak terobati. Ummu Aiman berusaha agar Muhammad kecil merasa seolah-olah tidak kehilangan ibunda. Bahkan berusaha agar beliau tidak segan-segan memanggilnya dengan panggilan “Ibunda”.

Baca Juga  Ida I Dewa Agung Istri Kanya : Pahlawan, Sastrawan dan Tokoh Feminisme dari Bali

***

Muhammad kecil yang telah menjadi yatim pun tinggal di rumah kakeknya. Abdul Muthalib di bawah asuhan dan perawatan Ummu Aiman dalam keadaan dimuliakan dan mendapat perhatian serta kasih sayang yang sangat baik. Namun tidak lama setelah itu, kematian begitu cepat menjeput sang kakek, Abdul Muthalib. Ketika sang kakek merasa ajalnya sudah dekat, ia berwasiat kepada putranya yang bernama Abu Thalib untuk mengasuh dan merawat Muhammad kecil.

Setelah Abdul Muthalib meninggal dunia, Muhammad kecil beserta ibu asuhnya, Ummu Aiman pindah ke rumah Abu Thalib. Di tempat yang baru tersebut, Muhammad kecil mendapat sambutan yang luar biasa. Bahkan istri Abu Thalib yang bernama Fatimah binti Asad begitu berlebihan di dalam memberikan perhatian dan kasih sayang kepada beliau. Hingga beliau pernah berkata, “Setelah Abu Thalib, aku tidak menemukan seseorang yang kebaikannnya kepadaku lebih besar dari Fatimah binti Asad”.

Namun, kedudukan Ummu Aiman di mata beliau tetap lebih besar, karena perasaan beliau terhadap Ummu Aiman tidak lain seperti perasaan seorang anak terhadap ibunya. Di rumah Abu Thalib, Ummu Aiman selalu melayani dan memenuhi kebutuhan beliau, hinggga beliau pernah berkata tentang diri Ummu Aiman, “Ia (maksudnya Ummu Aiman) adalah salah satu Ahlul-Bait ku yang tersisa”.

Selamat bagi Ummu Aiman yang telah mendapat “ijazah” dari rumah kenabian dan yang telah berhasil mendapatkan kedudukan yang mulia di sisi khatamil-mursaliin, Rasulullah saw..”

Bagikan
Post a Comment