Site icon Inspirasi Muslimah

Youtube Kids, Sudahkah Ramah Anak?

youtube kids

Menjadi fakta umum bahwa saat ini banyak orang tua memberikan anak tontonan video ketika rewel dengan tujuan agar si kecil diam. Youtube menjadi salah satu platform digital yang menampilkan banyak video. Melihat peluang atas hal ini, kemudian muncul inovasi Youtube Kids yang menampilkan video yang katanya ramah anak.

Youtube Kids, membuat para orang tua bisa dengan tenang untuk membiarkan anaknya menonton video pada platform tersebut. Sebab, video dalam Youtube Kids semuanya animasi dan tentunya tidak menampilkan kekerasan dan vulgar. Apakah memberikan anak usia dini khususnya gawai adalah hal yang wajar saat orang tua merasa capek sedangkan anak lagi rewel? Terlebih memberikan tontonan melalui Youtube Kids sebagai platform ramah anak?

Tepatkah Memberikan Si Kecil Gawai?

Sebuah penelitian oleh Putri Miranti dkk tahun 2021 “Waspadai Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Sosial Anak Usia Dini”. Dalam penelitian tersebut, Putri dkk mengungkapkan bahwa penggunaan gawai bagi anak usia dini dapat memberikan dampak negatif, baik secara fisik maupun psikologis.

Hal ini tentu sudah menunjukan bahwa penggunaan gawai bagi anak usia dini adalah hal yang kurang baik. Walaupun faktanya demikian, tentulah orang tua akan memilih cara paling instan pada hal yang berkedok membuat anak senang dan tidak rewel, walaupun belum tentu terpikirkan dampak jangka panjangnya terhadap anak.

Penelitian di atas sudah mengungkapkan bahwa memberikan gawai kepada anak usia dini adalah hal yang akan menimbulkan efek negatif. Terlepas dari bahwa Youtube Kids memberikan tontonan yang katanya ramah anak ini adalah topik yang menarik untuk kemudian dibahas lebih lanjut.

Serial CoComelon adalah salah satu tayangan di Youtube Kids. Channel yang menampilkan video colorfull  serta lagu dan cerita-cerita yang lucu membuat sebagian orang tua percaya untuk memberikan tontonan ini kepada anak. Tetapi, fakta bahwa memberikan tontonan tersebut kepada anak bisa membuat anak memiliki keterlambatan berbicara, bahkan apabila ketergantungan akan menimbulkan tantrum.

Dilansir dari parents.com, seorang ahli patologi bahasa-bicara anak, mengungkapkan nonton konten seperti CoComelon dapat berdampak negatif khususnya untuk anak usia dini dibawah dua tahun. Dampak ini di berbagai aspek seperti kognitif, komunikasi termasuk perhatian. Sebab ujarnya, anak dengan usia dua tahun kebawah kebutuhannya adalah interaksi secara langsung dan bukan dengan layar.

Lebih lanjut, sekalipun melalui platform Youtube Kids. Menonton untuk anak usia dini yaitu di bawah dua tahun adalah hal yang tidak dianjurkan. Direktur medis di Northwestern Medicine Lake Forest Hospital, Michael Bauer, M.D., FAAP. Mengungkapkan bahwa keterlambatan dalam bahasa, kognitif dan sosial adalah salah satu dampak dari menonton yang berlebihan pada anak usia dini.

Bagaimana Seharusnya Si Kecil Saat Usia Dini?

Seorang psikolog Swiss Jean Piaget mengatakan anak usia dini yang berusia 0 -2 tahun masuk dalam tahapan perkembangan sensorimotor. Piaget menganjurkan orang tua untuk memberikan stimulasi untuk memaksimalkan fungsi sensori dan motorik pada anak. Selain hanya fungsi pada audio visual seperti dari kegiatan menonton video.

Pada fase ini orang tua perlu untuk mengajak anak melakukan kegiatan seperti bermain taktil atau memperkenalkan dengan tekstur dari benda-benda sekitar. Hal itu juga memberikan stimulus bunyi -bunyian untuk merangsang kemampuan berbicara anak nantinya. Seperti bermain playdough, kegiatan memukul dan mengetuk, dan memindahkan benda -benda kecil.

Memberikan anak pengalaman langsung seperti membedakan dua tekstur adalah hal yang penting. Seperti panas dan dingin, keras dan lembut, dan lainnya. Terlebih tahapan ini perlulah memberikan anak kesadaran lingkungan, seperti mengenal berbagai suara dan tekstur benda sekitar untuk merangsang indra peraba.

Perlu memperhatikan setiap tahapan perkembangan anak, bukan berarti Youtube Kids sebuah platform yang tidak baik. Akan tetapi untuk anak usia dini, belumlah cocok untuk diberikan hal-hal seperti itu. Sebab, apabila saat anak rewel dan orang tua memilih cara instan seperti memberikan gawai dan menontonkan anak video. Lalu, hal ini dilakukan dengan intensitas rutin sampai anak memiliki kecanduan, maka akan ada dampak negatif untuk si kecil kedepannya.

Meluangkan waktu untuk si kecil memang menjadi konsekuensi untuk orang tua. Walaupun merasa lelah sebab memiliki banyak kegiatan selain mengasuh anak. Perlulah ketika menjadi orang tua memahami bagaimana seharusnya merawat anak, sesuai tahapan perkembangan dan tidak hanya memikirkan egosentris atas sebuah kemudahan dalam mengasuh si kecil, terlebih hanya agar si kecil tidak rewel.

Editor: Fitria Salsabila

Bagikan
Exit mobile version