Oleh: Joel Laowali
Lama saya terpaku
di depan cermin cembung
di warung kopi itu
Kursi tua yang saya duduki
menunggu dengan bosan
kapan hujan turun
Sesuatu terasa janggal dan tabu
telah terjadi sesuatu hari ini
malam hendak istrahat
sebelum pagi datang mengganggu
Hujan deras
laki-laki paruh baya sedang menenteng kopi
dihidangkannya untuk pengunjung terakhir
orang-orang berhamburan
padahal sedang asyik-asyiknya bercumbu ria
gemericik datang mengganggu
Dia tak tahu diri
seharusnya malam ini
malam terakhir awal perjumpaan saya dengan dia.
Berlangsung tragis
dia datang jauh-jauh
dari balik bukit sebelah barat kota ini
ada berbagai jenis buahan di tangannya
belum sempat saya cicipi
ludes membusuk karena angin muso
Iya.
Angin muso itu musuh para petani
ia datang seperti bulan valentine remaja mabuk jaman
perempuan di depan saya ini
datang dengan kabar dari rumahnya
katanya lagi..
dengan nada parau
seperti ada cairan yang keluar dari pelupuk matanya
(Belum sempat kutatap wajahnya yang lugu itu)
Cepat-cepat diusapnya dengan tisu
Mas, nampaknya gelagak alam tak lagi bersahabat.
semua yang kami tanam. tak tersisa lagi
Dia sesegukkan
Apa yang kalian tanam dik?
Kucoba berempati.
Semuanya mas,
harapan
cita-cita
kasih sayang
kepercayaan
dan,
dan semuanya mas.
Dia menangis
Aku bingung mau berbuat apa
Hampir tak bisa dibedakan
antara suara tangisnya dan halilintar tertawa
hujan membisik
sekelompok orang di sekitar kami
berdesakan ingin pulang ke pangkuan kasur dan selimut tebal.
menunggu hujan reda
Mereka tak tahu
aku bahkan sudah kehujanan sebelum hujan turun
kedinginan sebelum udara meresap
Mereka bahkan tak tahu
hujan diteras gedung itu
tak lebih deras dari hujan dalam batinku
aku bahkan hampir tak tahu
bahwa hari sedang hujan
dan perempuan di depanku yang terus saja menangis.
Merengek
Seperti anak kecil yang kehabisan gula-gula
Jika air hujan turun
dia akan mengalir ke parit, selokan, sungai, dan laut
dari hulu ke hilir.
Jika hujan dalam batinku ini
ke manakah ia akan berakhir
apakah akan kering?
diserap akar pohon cemara
yang tumbuh tak beraturan
Jika hujan dalam batinku ini
kemanakah ia akan berakhir
apakah di samudra?
lalu dicuri oleh awan menggumpal.
dan jadilah ia hujan yang berisik
Ke manakah ia akan berakhir?
* Joel Laowali adalah aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Malaysia. sedang menempuh pendidikan master di Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia. Program Bahasa dan Sastra Arab.
