Site icon Inspirasi Muslimah

Sepuluh Badai dalam Rumah Tangga dan Tips Mengatasinya

tangga

Pernikahan itu memang hal diwajibkan namun pernikahan bukanlah hal yang bisa disepelekan. Karena banyak sekali rintangan dan tantangan selama berumah tangga. Ibarat bahtera di lautan, terkadang ombak menerjang keras, cuaca buruk menghantam kapal belum lagi karam besar yang melintang.

Seringkali badai dalam rumah tangga ini membuat hubungan rumah tangga tidak harmonis yang berakibat pertengkaran bahkan perceraian. Ada beberapa masalah dalam berumah tangga yang sangat krusial dan membahayakan rumah tangga. Beberapa masalah tersebut antara lain.

1. Finansial

Masalah finansial atau keuangan menjadi masalah yang hampir dirasakan oleh setiap pasangan. Masalah ini terjadi biasanya karena pendapatan suami yang kecil dan membuat istri menjadi kesal karena kebutuhan belanja dapur yang kurang.

Hal ini bisa diatasi dengan cara berdiskusi, misalnya suami mencari pendapatan tambahan dengan bekerja sampingan, suami cari kerja yang lebih banyak mengahasilkan atau istri harus rela kerja sampingan untuk menambah pemasukan.

2. Orang Ketiga

Kehadiran orang ketiga dalam rumah tangga menjadi penyebab paling banyak terjadinya perceraian baik dari pihak suami maupun istri. Banyak faktor kehadiran orang ketiga pudarnya rasa cinta antar kedua pasangan, adanya masalah ranjang, cinta di masa lalu, kurangnya kasih sayang dari pasangan, jarangnya komunikasi dan lain-lain.

Masalah seperti ini hanya bisa diselesaikan berdua karena kalau sampai diketahui oleh orang lain apalagi keluarga yang bersangkutan akan menambah pelik masalah tersebut. Cobalah untuk duduk bersama jangan terbawa emosi bicarakan baik-baik kalau tidak menemukan jalan keluarnya bisa meminta bantuan konsultan.

3. Karakter yang Buruk

Karakter yang buruk menjadi salah satu masalah dalam rumah tangga. Selama berpacaran biasanya pasangan menyembunyikan karakter buruknya namun karakter buruk ini muncul ketika sudah menikah. Karakter seperti pemalas, marah-marah, sensian, cemburu kurang perhatian membuat pasangan menjadi kesal.

Solusinya baik pihak suami atau istri harus menyampaikan karakter buruknya kepada pasangan agar bisa berubah. Nah suami atau istri juga harus menerima kritikan dari pasangannya. Jangan ketika melihat karakter buruk dari pasangan lalu memendamnya lama kelamaan hal itu akan menjadi bom waktu yang meledak dan mengakibatkan perceraian.

4. Tidak Akur Antar Keluarga.

Hal ini benar-benar menjadi dilema bagi pasangan. Hubungan yang buruk dari pihak keluarga laki-laki kepada perempuan maupun sebaliknya atau tidak akur antar kedua belah keluarga membuat hubungan rumah tangga menjadi tidak harmonis.

Sebelum menikah pasangan sudah mendapat restu dari kedua belah pihak keluarga namun di tengah jalan selalu ada saja masalah antar keluarga. Solusinya kedua belah pasangan bersikap tegas tidak memihak siapapun apalagi mendengar hasutan dari keluraga. Dalam hal ini kedua belah pihak bersikap sebagai penengah tidak berpihak kepada salah satu pihak.

5. Berbeda Pendapat.

Berbeda pendapat dalam rumah tangga hal wajar namun hal ini menjadi masalah yang besar jika tidak disikapi dengan bijak. Perbedaan pendapat sering terjadi berbagai hal seperti kapan ingin punya momongan, jumlah anak yang diinginkan, mau beli rumah atau kontrak, di mana sebaiknya beli rumah, mau beli mobil atau motor, mau belanja atau nabung, mau resign atau tidak dan masih banyak lagi.

Perbedaan pendapat bisa diselesaikan dengan cara win to win, lose to lose atau hari ini mengikuti maunya suami dan besoknya mengikuti keinginan istri. Mengalah dan legowo menjadi kunci dalam menyelsaikan perbedaan pendapat.

6. Ikut Campur Orang tua

Ikut campur orang tua atau mertua selalu menghiasi prahara dalam keluarga. Terkadang keputsan-keputusan yang sulit untuk diambil oleh pasangan menuntut mereka meminta saran dari orang tua namun yang terjadi malah mencapampuri urusan tersebut.

Contoh dalam menentukan apakah sang istri harus ikut bersama suami untuk dinas di luar. Orang tua yang sangat menyayangi anaknya tidak membiarkan anaknya untuk mengikuti sang suami karena jauh namun suami menginnginkan istri agar ikut bersamanya.

Ikutnya campur tangan orang tua ini akan memperumit masalah dan membuat pasangan suami istri menjadi tidak harmonis. Solusinya dalam setiap permasalahan pasangan suami istri tidak melibatkan orang tua apalagi untuk mengambil keputusan-keputsan yang sulit.

7. Anak

Kehadiran anak menjadi anugrah bagi pasangan suami istri teruatama anak yang selama ini dinanti-nantikan. Namun kehadiran anak menjadi permasalahan baru dalam rumah tangga karena untuk mengurusnya bukan hal yang mudah.

Orang tua harus menyiapakan pangan, sandang, kesehatan dan pendidikan yang baik bagi anak. Sering kali ketidakmampuan orang tua dalam menyiapkan kebutuhan bagi sang anak menjadi dilema tersendiri.

Perbedaan cara memperlakukan anak pun bisa menjadi permsalahan seringkali sang ibu memperlakukan anak dengan sangat manja dan ayah memperlakukan anak dengan sangat tegas. Perbedaan perlakuan ini juga bisa menjadi masalah. Solusinya jika sudah memiliki anak pasangan harus kompak baik dalam hal pendidikan maupun  pasangannya.

8. Bertambahnya Usia

Seiring bertambahnya usia perubahan fisik pun terjadi. Istri yang dulu dikagumi karena kecantikannya atau suami yang menjadi idaman karena ketampannya mulai memudar dimakan usia. Walau hal ini dianggap lumrah namun tidak bisa dianggap remeh.

Perubahan fisik ini akan memudarkan perasaan cinta terhadap pasangan yang lebih parah lagi jika pasangan mempunyai kenalan di tempat kerja yang lebih menarik maka akan mendorong terjadinya perselingkuhan.

Solusinya adalah bagi pasangan yang memiliki banyak uang cobalah melakukan perawatan untuk mempertahankan bentuk tubuh namun bagi yang tidak mempunya banyak uang cukup mencintai pasangan apaadanya.

9. Ranjang

Masalah ranjang menjadi masalah yang tabu untuk dibicarakan biasanya masalah ini hanya dibicarakan kepada orang yang benar-benar dekat atau bisa menjaga rahasia. Kurangnya pasangan mendapatkan kepuasan di ranjang akan berdampak cukup serius karena mereka akan mencari kepuasan di luar rumah. Solusinya pasangan suami istri harus konsultasi dengan spesialis.

Komunikasi yang Buruk

Komunikasi yang buruk antar pasangan bisa menjadi sebuah permasalahan karena komunikasi yang buruk bisa menimbulkan kecurigaan, prasangka buruk dan salah pengertian.

Misalnya suami kerja lembur pulang larut malam jika suami tidak menjelaskan ke istri maka istri curiga suaminya selingkuh atau ketika suami terlibat proyek besar dan harus bekerja bersama seorang perempuan, suami harus menjelaskan kepada istri karena istri bisa saja berpikir suaminya selingkuh. Solusi masalah komunikasi yang buruk adalah luangkan waktu kepada pasangan untuk menceritakan segala hal.

Nah itulah sepuluh badai dalam rumah tangga yang sering terjadi sebenarnya masih banyak lagi badai-badai lain semua tergantung bagaimana pasangan menghadapi badai tersebut. Berebeda permasalahannya berbeda pula cara mengatasinya.

Bagikan
Exit mobile version