Site icon Inspirasi Muslimah

Ramadanku Kali Ini Berbeda Kawan

Ramadanku Kali Ini Berbeda

Oleh : Diyah Puspitarini

Dulu kita terlalu sibuk buka bersama dengan sahabat atau kolega, namun jarang berbuka di rumah bersama keluarga. Kini kita habiskan Ramadan dengan berbuka puasa bersama keluarga.

Ramadan ku kali ini berbeda kawan.

Meski Ramadan terkadang berat untuk tarawih di Masjid, apalagi menghabiskan waktu i’tikaf di 10 hari terakhir karena berat meninggalkan rumah. Kini tidak ada alasan untuk tidak tarawih dan i’tikaf karena di rumah saja tidak apa-apa, apalagi tidak mengurangi pahala.

Ramadan ku kali ini berbeda kawan.

Untuk mengkhatamkan 1 juz di bulan Ramadhan saja susah, dengan alasan terkadang tidak ada waktu. Kini Allah memberikan waktu yg banyak dan luang untuk kita bisa membaca Al Qur’an dan maknanya.

Ramadan ku kali ini berbeda kawan.

Dulu sebelum berbuka sering membeli jajan utk buka puasa, apa-apa dibeli hingga tidak kemakan terkadang sampai basi. Kini berbagilah jajan yang dibuat untuk tetangga, barangkali masih ada yang kekurangan untuk makan.

Ramadan ku kali ini berbeda kawan.

Terkadang kita berlomba-lomba membeli pakaian dan kelengkapan di hari raya, bahkan tak terkira jumlahnya. Kini berbagilah lebih banyak dengan sesama yang membutuhkan, jangankan mereka membeli pakaian dan perlengkapan hari raya, barangkali masih banyak yang belum bisa berpikir apakah biaya hidupnya cukup sampai lebaran nanti.

Ramadan ku kali ini berbeda kawan.

Dulu mudik dan atau pulang kampung menjadi kebanggaan, sehingga deretan biaya kita siapkan jauh-jauh hari agar terlihat pantas. Kini kita merasakan bagaimana orang yang tidak bisa mudik dan atau pulang kampung.

Ramadan ini Allah sedang menyentil kita semua, apa yang dulu menjadi hambatan menurut kita, kini betul-betul kita rasakan. Ada yang hilang, namun Allah akan melihat sejauh mana kita bertahan dengan keimanan dan ketaqwaan.

Kawan, Ramadan ini tetap berkesan, bahkan akan menjadi laku sejarah kita dimasa yang akan datang.
Selamat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan.

*Diyah Puspitarini, Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah

Bagikan
Exit mobile version